Jamaah Haji Gelombang II Puas dengan Pemondokan di Madinah

17 December 2009 | Kategori: Pondokan Haji

Pondokan MadinahMADINAH–Jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang tiba di Madinah pasca-wukuf di Arafah umumnya mengaku puas dengan pemondokannya di Madinah. Bila sebelumnya mereka mengaku kecewa dengan pemondokan mereka di Makkah, maka di Madinah kekecewaan itu seperti terobati.

“Alhamdulullah, di Madinah tidak ada masalah. Pelayanan juga sempurna,” ujar M Aries, jamaah asal embarkasi Palembang, Rabu (16/12).

Sama seperti di Makkah, di Madinah ia juga mendapatkan pemondokan di wilayah non-Markaziyah yang jaraknya relatif jauh dari Masjid Nabawi. Bila saat di Makkah ia mengeluhkan transportasi, maka kendala yang dikeluhkannya tak dijumpai di Madinah. “Walau jauh, tapi bisa dijangkau dengan jalan kaki,” ujarnya yang berhaji bersama istrinya.

Yang membahagiakannya, ia mendapat kompensasi 100 riyal karena pemondokannya berada di wilayah non-Markaziyah. “Tak terlalu jauh, tapi dapat duit juga. Lumayan bisa buat beli dua kilo kurma Nabi,” ujarnya. Saat di Makkah, ia mendapat pengembalian 285 riyal. “Pemondokan saat itu memang jauh, di wilayah Aziziyah. Tekor buat naik taksi tiap hari.”

Hal yang sama diakui Kholili. Saat di Makkah, ia tinggal di sektor II di wilayah Syisyah. Di Madinah, ia tinggal di …yang hanya 300 meter dari Masjid Nabawi. “Selalu bisa shalat dalam masjid,” ujarnya.

Menurutnya, kekecewaan selama 30 hari lebih di Makkah terbayar tunai di Madinah. “Kayak peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian,” ujarnya.

Sementara itu, mulai Kamis (17/12) jamaah haji Indonesia gelombang kedua akan bertolak ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. Sedangkan kloter gelombang kedua yang akan diberangkatkan ke Tanah Air melalui Bandara AMAA Madinah adalah kloter 13 MES (Medan) dan kloter 23 JKG (Jakarta).

Sementara itu jamaah haji Indonesia gelombang kedua yang pulang ke Tanah Air melalui Bandara King Abdul Aziz Jedah sudah dimulai pemberangkatannya pada Selasa (15/12). Mereka transit terlebih dahulu selama 24 jam di Jedah sebelum bertolak ke Tanah Air besok (17/12).

Kepala Sektor Bandara Daerah Kerja Madinah Jaelani Fadian mengaku pihaknya sudah siap memberangkatkan jemaah gelombang kedua dalam waktu 24 jam setiap harinya.  “Kami petugas yang ditempatkan di Bandara AMAA sudah siap, termasuk mengenakan pakaian berlapis pada malam hari dalam cuaca Madinah yang mulai dingin karena pemulangan dilakukan selama 24 jam perhari,”  ujar Jaelani Fadian.  mch/yto

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar