Bin Jawi Saingi Bin Laden dan Bin Dawood
18 December 2009 | Kategori: Berita
JEDDAH–Orang Indonesia tak kalah kreatif dengan konglomerat Arab. Seorang warga Jawa Barat ingin menyaingi Bin Laden Group dan Bin Dawood dengan membuka Bin Jawi. Tempat operasinya pun cukup elite, di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Di bandara itu pula Bin Laden Group menjadi salah satu operator. Sehingga, setiap saat karyawan Bin Laden melihat konter Bin Jawi.
Bin Laden sudah merajai pembangunan infrastruktur di Arab Saudi termasuk di kawasan Haram, Mekah. Tugu kitab suci Alquran yang sangat megah di gerbang kota Mekah dari arah Jeddah juga dibangun konglomerat yang namanya sering dikait-kaitkan dengan terorisme. Atas jasanya itu, Raja Arab Saudi menghadiahinya tanah di sekitar tugu.
Bin Dawood merajai bisnis ritel. Pasar swalayannya untuk kalangan menengah-atas tersebar di mana-mana. Namanya nyaris menjadi ikon hipermarket di Arab Saudi. Meski demikian, Bin Jawi tak ciut nyali. Sekarang memang masih kecil. Bahkan tak ada seujung kukunya Bin Dawood dan Bin Laden. Tetapi krativitasnya tak mau kalah.
Konter makanan ringan dan minuman yang dibuka di Bandara Jeddah bukan hanya akrab di telinga jemaah haji Indonesia. Jemaah dari negara-negara lain juga sering menyerbu konter di pintu kedatangan dan kepulangan jemaah haji tersebut. Belakangan Bin Jawi menambah pelayanan dengan mobil bandara mendatangi tempat-tempat peristirahatan jemaah. Mobil itu biasanya dipergunakan untuk mobilitas karyawan bandara dan Bin Laden.
Penggunaan mobil bandara bertenaga accu itu untuk berjualan itu hanya dilakukan oleh Bin Jawi. Pemilik konter lannya tidak ada yang melakukannya. “Kita kan menyewa tempat di bandara. Kita diperbolehkan menggunakan mobil ini,” kata Lukman, salah seorang sales Bin Jawi. Penggunaan mobil bandara itu mampu menyedot lebih banyak perhatian jemaah dibanding hanya menggunakan konter.
Banyak jemaah yang baru turun dari bus memanfaatkan warung mobil tersebut. Sebagian besar membeli minuman. Kopi Nescafe atau teh dijual SR 2 Rp 5.000). Kalau mau kopi susu hanya SR 3 (Rp 7.500). “Kalau mau Indomie juga ada. Diseduh langsung dimakan,” kata Lukman berpromosi. Mobil Lukman pun selalu dikerumun jemaah. mch/yto

Bin Jawi itu diambil dari nama Jawa kah? Jawa jadi Jawi. kreatif pak lukman ini. semoga usahanya sukses.