<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Catatan Pemulangan Jemaah Haji: Maskapai Penerbangan Tak Manusiawi?</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/18/catatan-pemulangan-jemaah-haji-maskapai-penerbangan-tak-manusiawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/18/catatan-pemulangan-jemaah-haji-maskapai-penerbangan-tak-manusiawi/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 10:17:43 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: sudarto</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/18/catatan-pemulangan-jemaah-haji-maskapai-penerbangan-tak-manusiawi/comment-page-1/#comment-349</link>
		<dc:creator>sudarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 03:48:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2412#comment-349</guid>
		<description>Saya belum haji, tetapi saya sangat setuju dengan tulisan diatas. Tujuan kita ibadah bukan yang lain. Apapun alasannya kalu soal keselamatan itu adalah nomor satu. Sikap tegas sangat penting, mungkin masalah sosialisasi saja, yang perlu ditingkatkan. Oleh2 dalam bentuk barang  menurut saya tidak penting bahkan kurang bermanfaat. Yang lebih penting adalah oleh2 berupa sikap dan perilaku sebagai mukhlisin. Seorang haji yang memberikan manfaat sebanyak2nya  bagi masyarakat sekitar dimana dia berada (bukan hanya masyarakat ditempat tinggalnya saja).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya belum haji, tetapi saya sangat setuju dengan tulisan diatas. Tujuan kita ibadah bukan yang lain. Apapun alasannya kalu soal keselamatan itu adalah nomor satu. Sikap tegas sangat penting, mungkin masalah sosialisasi saja, yang perlu ditingkatkan. Oleh2 dalam bentuk barang  menurut saya tidak penting bahkan kurang bermanfaat. Yang lebih penting adalah oleh2 berupa sikap dan perilaku sebagai mukhlisin. Seorang haji yang memberikan manfaat sebanyak2nya  bagi masyarakat sekitar dimana dia berada (bukan hanya masyarakat ditempat tinggalnya saja).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: H. Damanhury</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/18/catatan-pemulangan-jemaah-haji-maskapai-penerbangan-tak-manusiawi/comment-page-1/#comment-343</link>
		<dc:creator>H. Damanhury</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 13:38:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2412#comment-343</guid>
		<description>Assalamu&#039;&#039;alaikum Wr. Wb.
saya sangat setuju dengan uraian anda, memang harusnya begitu, tapi
ada yang perlu anda ketahui bahwa barang-barang bawaan yang di bolehkan
di bagasi tidak boleh melebihi 32 kgs,  perlu anda ketahui bahwa tas yang dibagikan oleh maskapai penerbangan/pemerintah kualitasnya sangat-sangat
jelek, jangankan kita isi lebih dari 32 kgs baru diisi 18 sampai 25 kgs saja tas
sudah tidak keruan alias sudah  jebol padahal isinya hanya sajadah, pakaian-pakaian ihrom, pakaian sehari-hari waktu di tanah suci dan mungkin karpet (ini pengalaman saya waktu naik haji tahun 2007). 
selanjutnya untuk air jam-jam, betul kadang-2 petugas suka tebang pilih,
contohnya ada teman yang satu rombongan dengan saya, dia kenal dengan salah seorang petugas di bandara jeddah (sama-sama orang Indonesia)
beliau bisa lolos sampai ke pesawat dengan membawa tentengan air jam-jam.
demikian komentar saya.  terima kasih - wassalamu&#039;&#039;alaikum Wr. Wb</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8221;alaikum Wr. Wb.<br />
saya sangat setuju dengan uraian anda, memang harusnya begitu, tapi<br />
ada yang perlu anda ketahui bahwa barang-barang bawaan yang di bolehkan<br />
di bagasi tidak boleh melebihi 32 kgs,  perlu anda ketahui bahwa tas yang dibagikan oleh maskapai penerbangan/pemerintah kualitasnya sangat-sangat<br />
jelek, jangankan kita isi lebih dari 32 kgs baru diisi 18 sampai 25 kgs saja tas<br />
sudah tidak keruan alias sudah  jebol padahal isinya hanya sajadah, pakaian-pakaian ihrom, pakaian sehari-hari waktu di tanah suci dan mungkin karpet (ini pengalaman saya waktu naik haji tahun 2007).<br />
selanjutnya untuk air jam-jam, betul kadang-2 petugas suka tebang pilih,<br />
contohnya ada teman yang satu rombongan dengan saya, dia kenal dengan salah seorang petugas di bandara jeddah (sama-sama orang Indonesia)<br />
beliau bisa lolos sampai ke pesawat dengan membawa tentengan air jam-jam.<br />
demikian komentar saya.  terima kasih &#8211; wassalamu&#8221;alaikum Wr. Wb</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
