Wanita Lebih Cocok untuk Pengawas Katering

22 December 2009 | Kategori: Berita

KeteringJEDDAH–Pengawas katering PPIH Arab Saudi merasa bahwa jumlah tenaga pengawas katering saat Armina dan di Madinah kurang. Selain itu, petugas pengawas katering yang akan ditambah haruslah perempuan yang cerewet.

“Kami minta petugas pengawas katering yang akan ditambah jumlahnya haruslah perempuan. Juga haruslah perempuan yang cerewet dan benar-benar mengerti masak memasak,” kata Pengawas Katering PPIH Arab Saudi Hj. Sri Ilham Lubis dalam rapat praevaluasi Penyelenggaraan Haji 2009 di kantor TUH Jeddah, Senin (21/12) sore.

Menurut Sri, sikap cerewet petugas pengawas katering diperlukan, agar penyedia jasa katering tidak seenaknya dalam menyiapkan makanan bagi jemaah haji kita. “Dengan petugas perempuan yang cerewet dan tahu memasak dengan benar, kita harapkan tidak ada lagi masakan yang anyep di lidah jemaah. Selain itu kami mengusulkan agar jumlah pihak penyedia jasa katering harus sanggup menyiapkan juru masak Indonesia dalam jumlah yang besar,” kata Sri.

Penyediaan juru masak Indonesia tersebut, menurut dia, sangat penting terkait dengan pengolahan masakan yang sesuai dengan lidah orang Indonesia, dan harus diikat dalam kontrak yang jelas, sehingga tidak ada lagi alasan bagi penyedia katering untuk tidak menyiapkannya. Selain itu Sri juga berharap untuk tahun depan ahli gizi dilibatkan penuh dalam pengontrolan mutu katering.

“Kami menyadari bahwa jemaah haji kita melakukan rangkaian ibadah yang benar-benar membutuhkan fisik yang prima. Salah satu penopangnya adalah makanan yang sesuai dengan kebutuhan. Kami khawatir makan yang disajikan kalorinya kurang, akibat penyedia katering berprinsip yang penting masak dan yang penting ada lauknya. Ini pentingnya ahli gizi dilibatkan, dan kami mohon pihak pelayanan kesehatan bisa membantu,” katanya.

Wakil Ketua III/Bidang Pelayanan Kesehatan PPIH Arab Saudi Dr. Barita Sitompul menyatakan sanggup untuk menyediakan ahli gizi. Terkait dengan hal tersebut, dirinya mengusulkan agar jumlah tenaga kesehatan ditambah pada penyelenggaraan haji tahun depan. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar

One Response to “Wanita Lebih Cocok untuk Pengawas Katering”

  1. M Yamin on December 22nd, 2009 6:55 pm

    Tahun 1999 dan 2001 saya naik haji, makanan di Mina dan Arafah disajikan oleh Mahtab dalam bentuk nasi kotak. Jamaah satu kloter dan berita di koran tidak ada yang mempermasalahkan makan, semua makan dengan lahabnya. Entah kenapa dan jamaah mana yang mengatakan makan di Armina tidak enak, tidak cocok dengan selera orang Indonesia, sehingga Depag memutuskan ada katering. Juga ada protes dan merasa tidak puas. Kami heran apa jamaah sekarang berangkat naik haji tidak ikhlas, sehingga selera makan jadi masalah. Allahu Akbar, Allah yang maha tahu, supaya tidak repor-repor kembalikan aja urusan katgering itu ke masing-masing maktab, supaya Depag tidak pusing-pusing.