119.500 Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air

23 December 2009 | Kategori: Haji

Jemaah-PesawatJEDDAH–Sudah 119,574 atau 62 persen dari 192.000 jemaah haji reguler Indonesia kembali ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian prosesi ibadah haji mereka di tanah suci.

Menurut catatan, Sebanyak 103.319 haji diberangkatkan dari bandara embarkasi King Abdul Aziz Jeddah (KAA) dalam 283 kloter sejak 2 Desember lalu dan sebanyak 16.225 haji diberangkatkan dalam 36 kloter dari Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz (AMAA) Madinah sejak 17 Desember.

Seluruhnya, ada 356 kloter jemaah haji yang akan diberangkatkan dari bandara embarkasi KAA Jeddah dan 122 kloter dari bandara embarkasi AMAA Madinah sampai 31 Desember 2009.

Keberangkatan jemaah haji, baik dari bandara KAA Jeddah maupun dari bandara AMAA Madinah relatif lancar karena kepadatan frekuensi penerbangan di kedua bandara berkurang dengan rampungnya pemulangan haji dari negara-negara tetangga Arab Saudi seperti dari Turki, Nigeria dan negara-negara di sekitar jazirah Arab.

Jika pada puncak pemulangan jemaah haji mulai 2 Desember lalu, bandara KAA dipadati sampai 140 penerbangan sehari, mulai pekan ini jumlah pemberangkatan pesawat sudah mendekati normal, yakni sekitar 70 pesawat.

Jumlah pesawat yang mengangkut jemaah Indonesia, khususnya dari bandara KAA Jeddah, juga berkurang. Jika pada saat puncak pemulangan haji mencapai 20 penerbangan (baik pesawat Garuda maupun Saudi Arabia Airlines), mulai pekan ini hanya sekitar 8 sampai 10 penerbangan.

Suasana keberangkatan jemaah haji di bandara KAA Jeddah juga sudah mulai normal, tidak tampak lagi antrean panjang jemaah menuju ruang pemeriksaan kelengkapan dokumentasi (tiket, paspor dan visa) sehingga waktu tunggu calon penumpang menuju pesawat (boarding) lebih singkat dibandingkan dengan pekan-pekan awal pemulangan jemaah haji sejak 2 sampai 12 Desember lalu.

Pada hari Selasa (22/12), dari Bandara KAA Jeddah diberangkatkan sembilan kloter jemaah haji dengan 3.160 penumpang, masing-masing kloter 13 Padang (325), kloter 15 Palembang (325), kloter 57 Solo (380), kloter 26 Ujungpandang (360), kloter 12 Balikpapan (325), kloter 58 Solo (380), kloter 27 Ujungpandang (325) dan kloter 14 Padang dengan 380 penumpang.

Sementara dari Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz Madinah diberangkatkan 11 kloter dengan 4.965 penumpang masing-masing kloter 59 Surabaya (455), kloter l6 Medan (455), kloter 60 Surabaya (450), kloter 29 Jakarta (455), kloter 19 Batam (450), kloter 62 Surabaya (450), kloter 63 Surabaya (450), kloter 61 Surabaya (455), kloter kloter 57 Jakarta (455) kloter 57 Jakarta (455) dan kloter 58 Jakarta (455).

Selain jemaah haji reguler, terdapat sekitar 17.000 jemaah haji nonreguler atau Biaya perjalanan Haji Khusus, yang diterbangkan dengan pesawat
reguler. Selain itu masih ada lagi jemaah haji nonkuota yang memanfatakan visa undangan (calling visa) dari pemerintah Arab Saudi yang diurus biro jasa swasta tanpa koordinasi dengan Departemen Agama.mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar

One Response to “119.500 Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air”

  1. M NURMUTAQIN on December 23rd, 2009 3:29 pm

    Alhamdulillah saya dan Ibunda Hj. Aan Mardianah (67 th) telah kembali ke tanah air dengan selamat. Saya ucapkan terima kasih kepada Saudi Arabia Airlines yang telah melayani di pesawat dengan baik. Namun demikian ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan, diantaranya :
    1. Saya penumpang kloter 20 embarkasi bekasi/Soekarno hatta mengalami keterlambatan/delayed selama 11 jam. Keterlambatannya kami anggap wajar namun untuk pelayanan di hotel selama menunggu perlu diperbaiki karena banyaknya jamaah yang tidak kebagian kamar dan tidur diselasar hotel dan lobby. Saya sendiri mendapatkan kamar tetapi kondisinya kotor dan berbau tidak enak, bahkan dibalkon kamar ada bangkai burung merpatinya.
    2. Pelayanan petugas Saudi Arabia Airlines dibandara pada saat kepulangan, yang kebetulan petugas berbangsa Indonesia telah merampas barang-barang bawaan jamaah secara kasar termasuk barang yang dibawa Ibunda bahkan dibarengi dengan kata-kata yang tidak pantas . Ibunda saya sangat sedih karena yang dirampas adalah oleh-oleh untuk cucunya berupa mainan dan oleh-oleh untuk saudara dan tetangga berupa makanan. Harganya memang tidak lebih dari 1.000 SR tapi bagi ibunda itu merupakan hasil jerih payah berjualan. Sebagai Bangsa Indonesia saya merasa prihatin atas perlakuan ini apalagi melihat petugas yang berbangsa Arab sampai geleng-geleng kepala atas perlakuan petugas dari Indonesia. Petugas-petugas ini perlu di training lagi khususnya masalah perilaku supaya lebih islami dan lebih baik lagi dalam melayani tamu Allah.
    Demikian masukan ini semoga menjadi perbaikan bagi kita semua. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang tidak pada tempatnya dan kepada Allah SWT saya mohon ampunan. Semoga Allah Yang Maha Mengatur memanggil kembali ke Tanah Suci untuk menikmati indahnya bersujud ke hadapan-Nya. Amiin