Slamet Riyanto Sampaikan Belasungkawa Untuk Petugas yang Wafat
25 December 2009 | Kategori: Berita
JEDAH–
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Departemen Agama Drs. H. Slamet Riyanto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 2 Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Tanah Suci.
“Kami menyatakan rasa duka yang dalam atas kepergian mereka. Kami berdoa agar segala amal dan pengabdiannya untuk jemaah haji Indonesia diterima di sisi Allah SWT. Mereka adalah putera-putera bangsa yang syahid saat menjalankan tugas di Tanah Suci,” ujar Slamet Riyanto kepada Media Center Haji (MCH) yang dikoordinasikan H. Toto Sugiarto, di Madinah, Arab Saudi, Kamis (24/12).
Dalam kesempatan tersebut hadir antara lain, Sekretaris Ditjen PHU Abdul Ghafur Jawahir, Koordinator Pengawas Katering Arafah dan Mina (Armina) Sri Ilham Lubis, Kepala Daker Madinah Drs. H. Cepi Supriatna, Wakil Kepala Daker Madinah H. Arsyad Hidayat dan H Riyanto, dan Kepala Daker Mekah H. Subakin.
Mereka yang berpulang ke Rahmatullah itu adalah petugas Daerah Kerja Mekah yang membidangi pelaksana perlengkapan, Abdurrofik. Pria berusia 35 tahun ini, meninggal dunia di halaman belakang kantor Daker saat tengah bermain bola voli 16 Desember lalu. Sebelumnya, Triyono, petugas bagian bengkel, juga mengembuskan napas terakhirnya akibat stroke, sehari menjelang pelaksanaan wukuf (26 November 2009).
Ucapan selamat
Selain mengucapkan belasungkawa, Slamet juga menyampaikan ucapan selamat kepada petugas PPIH yang menikah di Arab Saudi. “Saya ucapkan selamat, bertugas dan mendapatkan jodoh di Tanah Suci,” katanya.
Seperti diberitakan, dari pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, cinta dua bertugas bersemi. Cinta makin kokoh saat bertugas di Tanah Suci, dan akhirnya mengikat janji di Masjidilharam. Mereka adalah petugas PPIH bidang Pelayanan Kesehatan, bernama Suud bin Haji Rahim (25) dan Miftahul Jannah (28) yang menikah, Senin (21/12) malam di Masjidilharam.
Suud, pria asal Bone Sulawesi Selatan yang lahir dan besar di Tobelo Maluku Utara adalah petugas Pelayanan Kesehatan Sektor 8 Daker Mekah, sedangkan Miftahul adalah petugas Pelayanan Kesehatan di Daker Mekah.
“Awalnya saya itu terkesan dengan Miftahul karena dia itu cerewet tapi ya pinter. Awalnya saat sama-sama pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, agak sebel juga tapi kok lama-lama berubah. Hingga pada suatu sore, saya memberanikan diri `menembak` dia,” tutur Suud. mch/yto

Komentar