Madinatul Hujjaj akan Jadi Layanan Terpadu Haji

28 December 2009 | Kategori: Haji

Madinatul HujajJEDDAH–Sejumlah jemaah haji Indonesia setuju jika Departemen Agama kembali menggunakan Madinatul Hujjaj sebagai tempat transit sebelum jemaah diterbangkan ke Tanah Air. Apa lagi ada rencana komplek yang sangat luas itu akan dijadikan layanan terpadu atau layanan satu atap pada waktu-waktu mendatang.

“Ini kabar gembira, kita patut menyambut baik, dan tentu saja akan jauh lebih baik dari tahun 2003 dulu. Saat itu saya pernah menempati Madinatul Hujaj,” kata Muhamdad Ihsan Salam, jemaah asal Solo, sebelum berangkat ke Tanah Air, saat ditemui di Jeddah, Sabtu (26/12) malam.

Jemaah yang sudah dua kali ke Tanah Suci ini mengatakan, tahun 2003 dirinya pernah transit di Madinatul Hujjaj. Kondisinya saat itu memang kurang bagus, belum dilengkapi fasilitas salat yang luas. Kalau salat ada yang di gang-gang. Kemudian jemaah satu kloter ditampung satu tempat. Sehingga kurang nyaman. Kalau nanti dibangun tower, tentu kondisi berbeda, dan bisa sama dengan hotel transit yang dia tempati sekarang.

Ketika disampaikan informasi bahwa manajemen Madinatul Hujjaj yang akan membangun kompleks tersebut, akan mendirikan tower untuk menampung jemaah Indonesia, bahkan mungkin kantor urusan haji juga bisa menempati tempat itu, Salam menyambut antusias.

“Kalau itu yang akan dilakukan manajemen Madinatul Hujjaj, tentu fasilitasnya sangat lengkap. Pasti nyaman, saya pikir jemaah senang. Apalagi komplek itu bisa dijadikan kantor layanan terpadu, pasti banyak yang bisa dihemat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Haji Mohammad Zulhelmi asal Padang, Sumbar, yang dihubungi terpisah. Jemaah yang juga sudah pernah menempati Madinatul Hujjaj, sebelum fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan oleh Departemen Agama sejak 2004, menyambut baik rencana Depag tersebut, dan diimbau jika bisa secepat mungkin dilaksanakan.

Keuntungannya sangat banyak jika layanan bisa terpadu atau satu atap, apalagi jika kantor misi haji Indonesia juga berada di tempat tersebut, bisa berhemat berbagai hal, termasuk waktu layanan.

Sekadar catatan, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Depag, H. Slamet Riyanto, dalam keterangan persnya, Sabtu (26/12) di kantor Konsul Haji, Jeddah, mengatakan pada masa mendatang jemaah haji Indonesia yang akan dipulangkan ke Tanah Air melalui Jeddah, kembali akan bisa menempati Madinatul Hujjaj, setelah komplek tersebut selesai dibangun. mch/yto

Artikel Terkait:

Komentar

One Response to “Madinatul Hujjaj akan Jadi Layanan Terpadu Haji”

  1. M Yamin on December 29th, 2009 6:48 am

    Pemulangan jamaah haji melalui beberapa hotel, membutuhkan waktu dan tenaga serta biaya yang relatif besar. Koordinasi kerja menjadi sulit. Kalau kita lihat proses pemulangan jamaah haji sebelum tahun 2003 sangat lancar karena koordinasi kerja yang baik, efektif dan effisien. Akibatnya biaya relatif rendah. Saya yang naik haji tahun 2001 sangat setuju sekali kalau poses pemulangan jamaah di kembalikan ke Madinatul Hujjaj. Saran saya agar Departemen Agama perlu memperbaiki fasilitas kamar mandi, toilet dan mushala serta perkantoran (kantor layanan terpadu dan kantor POS).
    Terima kasih