As’ad Ismail : Kehormatan Bagi Kami Dapat Melayani Jemaah Haji Indonesia
31 December 2009 | Kategori: Berita
Madinah(MCH)–Ketua Maktab Pelayanan Jemaah Haji Indonesia Muasassah Ahliya Lil Adilla Madinah, As`ad Ismail Maslukh mengatakan, suatu kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya dan lembaganya dapat melayani para tamu Allah yang datang dari Indonesia selama berada di kota Madinah Almunawarah.
Hal itu diungkapkan As`ad Ismail ketika dengan penuh keramahan menerima wartawan MCH, di Kantornya, Madinah, didampingi Wakadaker Madinah Bidang Perumahan dan Katering Arsyad Hidayat Rabu (30/12) malam.
Menurut As`ad, pelayanan jemaah haji Indonesia di Madinah pada tahun ini, dinilainya sangat baik. “Kerjasama pihaknya dengan misi haji Indonesia terjalin cukup baik. Kita selalu siap membantu kapan pun diperlukan,” ucapnya.
As`ad Ismail menegaskan, ucapannya itu bukan basa-basi, tapi kenyataan bahwa jemaah haji Indonesia telah menerima pelayanan yang lebih. Ia meminta agar disampaikan kepada jemaah haji Indonesia, permohonan maaf, apabila ada pelayanan yang kurang berkenan selama berada di Madinah. “Sampaikan permintaan maaf kami kepada jemaah haji Indonesia,” kata As`ad Ismail.
Dari data yang dimiliki, kata As`ad Ismail, jemaah haji Indonesia yang masuk ke Madinah berjumlah 219.450 orang, dengan penggunaan bus pengangkut berjumlah 4.897 bus. “Kami akan berikan data lengkap kepada anda tentang pelayanan yang telah kami berikan,” kata Asy`ad.
Selama musim haji, kata As`ad, kantor pelayanan haji dibuka 24 jam penuh, didukung oleh 93 personil. “Kami sangat senang melayani jemaah haji, karena pekerjaan ini telah turun temurun dari generasi ke generasi di keluarga kami,” tambahnya.
As`ad Ismail sangat mendukung, jika pada musim haji mendatang, jemaah haji Indonesia dapat tinggal seluruhnya di wilayah Markaziah karena kondisi pondokan di wilayah itu memang sangat baik, sekelas hotel. “Misi haji Indonesia harus lebih awal datang ke Madinah, agar hal itu dapat terwujud,” katanya.
As`ad menambahkan, agar misi haji Indonesia pada tahun mendatang tidak menempatkan jemaah di wilayah Ijabah dan Aziad, karena kondisi pondokannya yang jelek dan kurang layak huni. “Kita akan memberi saran dan masuk kepada misi haji Indonesia, pondokan mana saja yang dinilainya baik dan tak bermasalah,” ujarnya.
As`ad Ismail saat menerima Tim MCH diampingi oleh oleh Naifnya Bandar Sindi dan Penanggungjawab Pembernagkatan Jemaah haji Husein Achmad Zulali. “Kami sangat senang dapat bertemu dengan para wartawan peliput haji dari Indonesia,” ujarnya. mch/yto

Saran saja pak Ismail,
1. Untuk WC dan toilet serta kebersihan di Mina seharusnya diperbaiki jika memang sudah melakukan pekerjaan ini turun temurun
2. Saya baru tahu bahwa standar makanan katering dari sejak bertahun lalu adalah sayur buncis. apakah memang tidak bisa diperbaiki?
Tapi pak Isma’il baca saran ini nggak ya?