Jatah Haji Kalimantan Selatan 2010 Tetap
1 February 2010 | Kategori: Haji
BANJARMASIN– Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kalimantan Selatan (Kalsel), Prof Dr H.A Fahmi Arief MA mengungkapkan, jatah warga Kalsel untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2010 tidak mengalami peningkatan bila dibanding 2009.
“Kalau tahun kemaren (2009) kita mendapat jatah haji sebanyak 3.496 orang, maka tahun ini jatahnya tetap tidak mengalami perubahan,” ungkapnya menjawab ANTARA Banjarmasin, Kamis.
Ketetapan jatah haji tersebut mengacu pada keputusan organisasi negara-negara Islam (OKI) yang disesuaikan dengan kapasitas tampung jemaah di Mekkah seperti Mina dan Arafah. Oleh sebab itu, sejumlah negara-negara Islam terpaksa mengurangi jatah warga mereka untuk berhaji kecuali Indonesia dan India yang meminta tambahan.
Sementara warga yang masuk daftar tunggu melaksanakan rukun Islam kelima itu di Kalsel tercatat sekitar 33.000 orang, lanjut mantan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut. “Berdasarkan daftar tunggu berarti akan terjadi antrean untuk melaksanakan ibadah haji sekitar tujuh tahun untuk bisa mendapatkan giliran pergi haji,” ujarnya.
Oleh karenanya tak heran kalau banyak warga Kalsel yang melaksanakan ibadah umrah tiap tahun atau jauh lebih banyak yakni mencapai dua kali lipat dari jumlah mereka yang berhaji, tutur alumnus magister IAIN Sunan Kalijaga tersebut.
“Kalau menunggu giliran berhaji harus menunggu lama sedangkan usia seseorang tak tahu kapan meninggal dunia dan sementara keinginan ke tanah suci Mekkah terus menggebu-gebu sehingga untuk lebih cepat mereka memilih umrah,” tamabhanya.
Mengenai pelayanan calon jemaah haji mendatang, dia menyatakan, untuk tahun 2010 bagi mereka yang melewati Bandaran Syamsudin Noor Banjarmasin kemungkinan lebih enak dari tahun-tahun sebelumnya.
“Pesawat yang akan mengangkut jemaah nanti jenis pesawat berbadan lebar sehingga keadaan di dalam pesawat agak lebih longgar bila dibanding dengan jenis pesawat lain,” katanya.
Penggunaan airbus untuk angkutan jemaah haji asal embarkasi Banjarmasin seiring dengan selesainya perbaikan perpanjangan landasan pacu Bandara Syamsudin Noor yang berkedudukan di wilayah Kota Banjarbaru itu.
Sedangkan angkutan jemaah haji asal embarkasi/debarkasi Banjarmasin beberapa tahun terakhir menggunakan pesawat jenis Boeing 767 seri 300, demikian Fahmi Arief. Ant/yto


ada beberapa saran untuk masalah ini :
1. daftar tunggu itu ditetapkan secara nasional, jadi tidak ada di salah satu provinsi ada masyarakatnya yang menunggu sampai 7 tahunan dimaksud;
2. yang sudah pernah berangkat haji, dianjurkan melaksanakan umrah atau melalui ONH Plus saja, tidak ONH biasa;
3. yang sudah berusia 60 tahun ke atas mendapat prioritas,
trims