Menteri Agama Umumkan Kebijakan Baru Menunaikan Ibadah Haji

8 February 2010 | Kategori: Haji

Suryadharma Ali

Suryadharma Ali

JAKARTA– Menteri Agama, Suryadharma Ali mengumumkan kebijakan baru dalam menunaikan ibadah haji pada musim haji 1431H/2010M, antara lain kenaikan setoran awal, pakaian batik dan pondokan bagi para jemaah.

Yang paling krusial dari tahun ke tahun adalah masalah pemondokan. Karena itu Kementrian Agama bertekad untuk mendapatkan jarak pondokan dekat dengan Masjidil Haram, kata Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa.
Jarak pondokan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1431H/2010M diusahakan lebih dekat dibanding tahun sebelumnya, sehingga jemaah akan merasa lebih nyaman beribadah.

Persiapan rencana untuk mendapatkan pemondokan jemaah di Mekkah dengan jarak maksimal 4.000 meter dari Masjidil Haram, dan di Madinah 95 persen berada di wilayah Markiziah pada Haji Tahun 1431H/2010M sudah dilakukan.

Pada penyelenggaraan musim haji tahun lalu, menurut Menag, jarak pondokan jemaah haji Indonesia paling jauh 7 km. Itu merupakan prestasi terbaik. Untuk tahun depan, harus lebih baik lagi. Untuk mendapatkan jarak yang lebih dekat lagi, tentu pihaknya harus bekerja keras. “karena itu, tim perumahan sudah harus cepat berangkat ke tanah suci,” katanya.

Ia menjelaskan, tim perumahan untuk mendapatkan pondokan haji di Mekkah dan Madinah sudah dibentuk. Pekan depan, persiapan keberangkatan tim tersebut sudah rampung.

Sebelumnya dalam penjelasan di hadapan para peserta Rapat Kerja Nasional Kementrian Agama, Senin, malam, Menteri juga menjelaskan rencana menggunakan pakaian batik sebagai seragam nasional jemaah haji Indonesia.  Ini salah satu bentuk upaya melestarikan batik sebagai ciri khas dan warisan budaya Indonesia, kata Menag.

Ada dua corak batik di negeri ini. Pertama bercorak nasional dan daerah. Untuk batik yang akan dikenakan nanti, ia akan membuka lomba desain batik bagi jemaah Indonesia. “Yang jelas, batik itu tak boleh bercorak manusia dan binatang. Tapi harus bermotif bunga dan daun,” ia mengatakan.

Pada kesempatan yang sama ia juga mengumumkan perubahan setoran awal bagi calon jemaah haji Indonesia. Untuk penyelenggaraan haji mulai tahun ini setoran awal haji reguler direncanakan sebesar Rp25 juta, dan jemaah haji khusus sebesar USD 4.000.

Hal ini dimaksudkan agar daftar “waiting list” calon jemaah haji tidak meningkat secara tajam. Apabila segala sesuatunya telah siap, maka akan dimulai diberlakukan pada bulan Maret 2010 ini, kata Menag.

Untuk menyempurnakan rencana tersebut, Menag berencana untuk menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) Penyelenggaraan Ibadah Haji yang berstandar ISO 9001:2008, demi kualitas penyelenggaraan ibadah haji dapat memenuhi standar pelayanan internasional. Ant/yto

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar

3 Responses to “Menteri Agama Umumkan Kebijakan Baru Menunaikan Ibadah Haji”

  1. jayadi on February 11th, 2010 3:02 pm

    Kebijakan Kementrian Haji untuk menurunkan angka “waiting list” Calon Jemaah Haji dengan rencana menaikkan setoran awal haji reguler menjadi Rp 25 juta dan BPIH KHusus USD4000.- per jemaah, sepertinya tidak akan berjalan baik, bahkan mungkin sebaliknya Calon Jemaah Haji akan semakin membludak mengingat waiting list yang sudah cukup jauh.

    Sekedar saran, ada baiknya Kementrian Haji melakukan cut off pendaftaran setoran awal haji; misalnya untuk waktu 5 tahun kedepan, artinya haji waiting list dibatasi sementara hanya sampai 5 tahun keberangkatan kedepan. Sambil dilakukan pembenahan baik dari sisi administrasi, pembukuan setoran BPIH, SDM Petugas Haji dan pelaksanaan haji itu sendiri.

    Spirit Kementrian Haji dalam memberikan kepuasan layanan terhadap Tamu-tamu Allah tentunya menjadi fokus tersendiri yang harus didukung oleh semua elemen yang terlibat dalam layanan haji, mulai dari BPS BPIH, Kementrian Imigrasi, Kesehatan, Perhubungan dan lain-lain termasuk media. Disamping itu Kementrian Haji juga harus lebih membuka diri dalam menerima masukan dan saran guna pelayanan haji yang lebih baik.

    Tidak ada salahnya juga manakala Indonesia mau bercermin dari negara tetangga dalam memberikan layanan dan penyelenggaraan haji, hal-hal positif yang dilakukan dapat kita akomodir.

    Memang tidak mudah menjadi “Event Organizer” terbesar di dunia dalam menyelenggarakan haji, tetapi dengan semangat perubahan ke arah yang lebih baik, insya Allah akan ada kemudahan-kemudahan. wallahu”alam……

  2. Abu Ridho on March 1st, 2010 4:40 pm

    Assalamu”alaikum Pak Menteri,

    Calon jamaah haji yang antri sekarang kan sampai sekian ratus ribu. Seperti yang diungkapkan Pak menteri bahwa penyelenggaraan ibadah haji ini harus akuntabel, maka saya menyarankan agar bunga yang mengendap dari waiting list jamaah agar diumumkan dan bila perlu diaudit dan diumumkan kepada publik berapa bunga dari dana jamaah yang waiting list tersebut dan rencana penggunaannya untuk apa. Karena terus terang banyak umat yang mempertanyakan hal ini, tapi belum pernah ada penjelasan yang memuaskan.
    Semoga apa yang diinginkan oleh Pak Menteri yang tentunya menjadi keinginan kita semua agar penyelenggaraan haji terus lebih baik dari tahun ke tahun.

    Demikian terima kasih.

    Wassalam,
    Abdul Mukti – Kota Mataram – NTB
    email: mukti.abdul@gmail.com

  3. H Bambang Rahardjo on March 2nd, 2010 7:38 am

    Assalamualaikum wr wb
    Memang banyak sekali kebijakan-2 yang menurut saya sih selalu menuju kearah yang lebih baik lagi. Menjadi pertanyaan kepada Bpk Menteri, apakah data-2 keberangkatan haji cukup baik di siskohat ? Misal nama Mahrus, pada saat mengisi data di Bank Menjawab belum pernah naik haji, padahal sudah. Apakah Depag sudah bisa mendeteksi ini dari data base yang ada? Secara kasat mata, saya masih sering melihat yang berangkat itu dulu sudah pernah naik haji. Waiting list hanya diperuntukkan pada orang yang sudah berhaji. Kalau kelola data ini sudah canggih, maka Insya Allah yang belum pernah naik haji akan bisa berangkat lebih awal.
    Semoga, dengan data base haji pada SISKOHAT yang kuat, maka pemberangkatan beradasrkan quota bisa terpecahkan. Ahli-2 komunikasi-komputer di Depag mudah-2an bisa menterjemahkan untuk bisa dijadikan software khusus,
    Sekian, wassalamualaikum wr wb
    H Bambang Rahardjo
    Haji tahun 2003
    Haji Badal utk orang tua 2006.