Menag: Penyelenggaraan Haji, Terbuka dan Akuntabel
19 February 2010 | Kategori: Berita

Suryadharma Ali
JAKARTA–Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, dalam penyelenggaraan ibadah haji, pihaknya mengedapankan keterbukaan dan akuntabilitas. “Seluruh aspek penyelenggaraan haji tidak ada yang tertutup, semua terbuka dan akuntabel,” kata Menag saat menjadi pembicara pada evaluasi penyelenggaraan ibadah haji dalam perspektif media massa, di Jakarta, Jumat (12/2).
Penyelenggaraan ibadah haji, kata Menag, diawasi oleh banyak pihak, ada pengawasan dari DPR, DPD, BPK, KPK, BPKP, Itjen Kementerian Agama, juga diawasi oleh para wartawan. “Masukan dari unsur pengawasan terebut, kita gunakan untuk perbaikan penyelenggaraan haji masa mendatang,” ucap Menag.
Hadir pada acara evaluasi tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto, Irjen Kementerian Agama Suparta, Sekretaris Ditjen PHU Abdul Ghafur Djawahir, Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono, Kapinmas Masyhuri AM, Dirut RRI Parni Hadi dan Dewas LKBN Antara Asro Kamal Rokan.
Menag Suryadharma Ali kembali mengatakan, penyelenggaraan ibadah haji 1430H/2009 telah terlaksana dengan baik dengan tolok ukur, jemaah haji dapat diberangkatkan ke Arab Saudi, memperoleh penempatan pemondokan di Mekkah dan Madinah, Jemaah dapat mengikuti prosesi ibadah di Armina, ibadah arba`in di Madinah dan dapat kembali pulang ke tanah air.
Menurut Menag, memang sulit untuk menyatakan sebuah penyelengaraan haji dinyatakan sukses, karena kita belum punya kreteria dan tolok ukur bagi sebuah penyelenggaraan haji yang dikatakan berhasil. “Tidak mungkin, kita dapat memberikan pelayanan haji yang sempurna, karena kondisi 208 ribu jemaah itu sangat heterogen dengan keinginan yang berbeda pula,” ujar Menag.
Menag pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas partisipasi dan peran serta media massa dalam pemberitaan dan penyebarluasan informasi haji kepada masyarakat, baik saat persiapan haji sampai dengan penyelenggaraan haji berlangsung, serta memberi masukan melalui forum evaluasi seperti ini. “Evaluasi penyelenggaraan haji sangat penting, untuk perbaikan dan penyempurnaan pelayanan haji pada masa mendatang,” kata Menag. mch/yto

Komentar