Perlu Kriteria Bagi Penyelenggaraan Haji

13 April 2010 | Kategori: Berita

Pesawat Garuda Siap Menerbangkan Calon Jamaah HajiJAKARTA–Irjen Kementerian Agama Suparta mengimbau agar Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh (PHU), Slamet Riyanto untuk membuat parameter atau kriteria bagi penyelenggaraan ibadah haji, sehingga jelas ukuran sukses atau tidaknya.

Sekarang ini banyak pihak mengatakan penyelenggaraan haji sukses tahun ini, tapi parameter yang digunakan tak jelas, kata Suparta di Jakarta, Minggu, ketika dimintai pendapatnya seputar pelaksanaan ibadah haji dari sisi kacamata masyarakat.

Usai mendampingi Menag Suryadharma Ali sepulang dari lawatan ke Arab Saudi, Suparta mengatakan, kriteria itu sangat penting sehingga ada kejelasan tolak ukurnya. Sekarang ini banyak pihak mengklaim, jika tak ada masalah dalam pelaksanaan ibadah haji disebut bahwa penyelenggaraannya sukses.

Padahal tidak demikian, karena harus dilihat dahulu parameter mana yang digunakan. Karena dalam pelayanan untuk mengukur kepuasan kepada publik harus ada standar minimal yang harus dipenuhi. “Sekarang orang masih menggunakan kacamatanya masing-masing dalam penyelenggraan ibadah haji,” ucap Suparta.

Untuk itu, Suparta berharap Ditjen PHU dapat mengambil inisiatif untuk membuat parameter keberhasilan itu bersama wakil rakyat, anggota DPR. Sehingga publik pun dapat memberi kontribusi bagi suksesnya penyelenggaraan ibadah haji tiap tahun.

Irjen mengatakan, setiap tahun persoalan haji kerap berulang pada hal yang sama: katering, pemondokan, transportasi, imigrasi dan pernik-pernik lainnya. Pemerintah Arab Saudi kini pun membuat standar ukuran kamar bagi penginap di pondokan dengan ukuran 4 meter persegi bagi tiap orang jemaah haji.

Jika hal itu saja sudah dibuatkan standar, kenapa tak memulainya dari sekarang. Dengan cara itu, pelaksanaan ibadah haji dari tahun ke tahun akan makin jelas peningkatan pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat, kata Suparta. ant,mch/yto

Artikel Terkait:
  • No Related Post

Komentar