Sebanyak 84 Jamaah Umrah Jateng Telantar di Turki
6 July 2010 | Kategori: Berita
Dinar, salah seorang jamaah umrah yang dikonfirmasi per telepon dari Semarang menuturkan, sesuai jadwal, rombongan seharusnya transit di Turki dan dijadwalkan kembali terbang pukul 10.00 waktu setempat. Namun, hingga sore hari penerbangan tak kunjung ada. Selama rombongan transit di bandara ini tidak ada satu pun petugas dari Fatimah Zahra yang muncul.
“Jangankan mendapat hotel atau tempat untuk beristirahat yang nyaman, jatah makan pagi pun tidak ada. Kami baru diberikan makan siang pada hari,” ujarnya kepada wartawan yang ikkut mendengnarkan pembicaraan itu.
Dinar menambahkan, ketidakberesan pelayanan biro ini sebenanya sudah terasa sejak dari Jeddah. Saat akan terbang, lima orang dari 84 peserta umrah rombongan tidak bisa terbang dalam satu pesawat.
Sementara Agus Siswanto, anggota rombongan dari Semarang lainnya, menaku sempat melontarkan kejengkelannya terhadap biro perjalanan ini. Ia menuding biro perjalanan ini tak profesional.
“Saat kami telantar tidak ada satu pun petugas dari biro perjalanan yang mengurus. Kami nyaris seperti pengemis di Istanbul akibat telantar dan kelaparan,” ungkapnya.
Hal itu juga dibenarkan oleh Awal, peserta dari Purbalingga, maupun Chodir dari Semarang. “Kami kecewa atas peristiwa ini. Hal ini sangat mengganggu ibadah kami karena tidak bisa khusyuk,” ujar Chodir.
Sementara itu, pihak penyelenggara umrah dan haji plus Fatimah Zahra yang dikonfirmasi mebenarkan adanya persoalan di bandara Turki. Hanya saja, apa permasalahannya, mereka belum bisa mejelaskan.
Alasannya, pimpinan penyelengara sedang berangkat ke Turki untuk mengetahui penyebabnya. “Mohon maaf, sementara kami juga belum mendapatkan kabar karena pimpinan kami tengah mengupayakannya ke Turki,” ungkap Arif, petugas dari Fatimah Zahra. Bowo Pribadi, Arif Supriyono/Yto

Memang sangat diperlukan kehati-hatian ekstra untuk menjatuhkan pilihan mau ikut biro perjalanan Umroh mana yang membuat kita nyaman pulang pergi dalam menjalankan ibadah umroh.
Kekecewaan bisa saja kita dapatkan dari biro perjalanan haji dan umroh yang sudah punya nama.
Saya baru saja selesai menunaikan ibadah umroh (2-10 Juli 2010) dengan biro perjalanan Umroh yang cukup punya nama besar (MQ) dengan pembimbing yang sangat terkenal (AG), yang tadinya saya pikir akan menciptakan suasana beribadah yang tenang dan terarah.
Tentunya sebagai seorang muslim, dengan melaksanakan ibadah umroh berkeinginan kwalitas ibadah saya akan lebih baik dan ilmu serta wawasan beribadah saya bertambah.
Ternyata dalam pelaksanaannya jamaah lebih banyak dibiarkan menjalankan ibadah masing-masing tanpa dibekali bimbingan dan ilmu dan wawasan yang memadai untuk mendapatkan lebih banyak barokahNya.
Fasilitas hotel bintang 4 yang dijanjikan ternyata dengan seenaknya diganti dengan fasilitas hotel melati, walaupun setelah ada komplain dari beberapa jamaah, akhirnya hampir 10 kamar yang sangat jauh dari yang dijanjikan dipindahkan ke hotel berbintang .
Ada beberapa kesimpulan dan saran yang bisa kami bagi disini untuk dapat kita melaksanakan ibadah umroh dengan tenang dan nyaman :
1. Kenali dengan baik kwalitas pembimbingnya
2. Minta rekomendasi kawan-kawan yang sudah pernah berangkat umroh
3. Yakini bahwa biro perjalanan umroh tersebut punya reputasi yang
baik (memberikan fasilitas sesuai janji, baik hotel maupun transport)
4. Pastikan terlebih dahulu dari harga/biaya yang ditawarkan fasilitas apa saja
yang kita dapatkan ;
(pengalaman saya dikenakan lagi biaya tambahan untuk manasik, koper,
pakaian ihram; pengalaman umroh sebelumnya dengan biro perjalanan
umroh yang lain tidak demikian. biaya sudah including semuanya, kecuali
ada lokal transport.)
5. Jangan beli oleh-oleh kurma di kebun pada saat dibawa tour oleh pihak biro
perjalanan, karena harganya bisa mencapai dua kali lipat harga toko-toko
kurma di Madinah maupun Makkah
Demikian, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini ada manfaatnya .
Sukron Sdr. Indra atas info bermanfaatnya…semoga utk ke depannya para Jama’ah dapat lebih selektif dlm memilih biro perjalanan..sebagai tambahan kpd jama’ah mohon diperdalam ilmu agama jauh2 hari sebelum melaksanakan Ibadah Umroh begitupun dgn Ibadah Haji nantinya. Manasik Haji dan Umroh hanya mengenai teknis umum schedule perjalanan spiritualnya saja. Perdalam setiap esensi amalan2 hingga kita faham hakikat amalan2 Haji dan Umroh. Dengan kefahaman amalan2 itu hingga kita tidak tergantung kpd siapapun.
Demikian dari saya, bila ada kata tdk berkenan mohon dimaafkan.
harus lebih diperhatika kepada biro perjalanan yg berangkutan< karena biaya sangat tidak sedikit<<