Makkah Punya ”Big Ben”

13 August 2010 | Kategori: Tempat Bersejarah

REPUBLIKA.CO.ID, MEKKAH–Menara Jam terbesar di dunia segera dibangun dekat kota suci Makkah. Pemerintah Arab Saudi berencana menyelesaikan proyek itu hingga awal Ramadhan nanti.

Proyek itu dikembangkan oleh dua insinyur dari Jerman dan Swiss yang membawahi para ahli dari berbagai negara di Eropa dan Dunia. Sejauh ini proyek telah berlangsung selama tiga bulan.

Seperti yang diberitakan Saudi Press Agency, 4 Agustus, bangunan yang bakal mengalahkan menara Jam legendaris Big Ben ini berukuran setinggi 601 meter dengan tinggi jam hingga 251meter.  Melalui menara ini, kelak penduduk Makkah bisa melihat pemandangan kota tersebut hingga 7 km.

Gaya arsitektur bangunan banyak mengadopsi kebudayaan Islam. Khusus desain jam dibuat menjadi empat bagian. Nama Allah akan tertulis disetiap empat bagian jam tersebut.

Untuk kemudahaan pengunjung, menara jam akan dilengkap 2 elevator.  Rencananya, bangunan ini akan diletakan dekat lima menara proyek amal Raja Abdul Aziz yang menghadap kota suci Makkah. Agung Sasongko, Ajeng Ritzki Pitakasari /S.Riyanto

Artikel Terkait:

Komentar

11 Responses to “Makkah Punya ”Big Ben””

  1. yati on August 15th, 2010 4:09 pm

    Subhanallah…izin share ya

  2. Mar'ie Mansyur, S.Sos. on August 22nd, 2010 11:42 am

    ALHAMDULILLAHI Rabbalalamin, saya sangat setuju Kota Mekkah punya “Big Ben”
    karena Mekkah adalah Kota Suci Ummat Islam dan tempat Kiblat ummat islam shalat, sudah sepantasnya adanya keseragaman pedoman waktu buat seluruh ummat islam di dunia.
    Juga sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-ashr : “Demi Masa/waktu, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang orang yang ber-iman > mendirikan shalat, ….dst ….serta Nasehat menasehati dalam kesabaran dan Taqwa.

  3. furqon dimyati on August 29th, 2010 3:44 pm

    subhanallah……………….mudah2 an Allah swt selalu memberikan barokah dan ampunannya kepada penjaga2 kota yg telah di mulya kan……..amin

  4. munzir ahmad on September 24th, 2010 4:23 pm

    saya benar tidak setuju dengan pembangunan tersebut, karena saya sendiri juga arsitek yg menurut saya bagnan tersebut tidak selayaknya berdiri di atas situs sejarah nabi, dan menjadikan pusat kosentrasi umat beribadah buat umat muslim terganggu atas bangunan tersebut dari sistem pengiran juga, apakah dengan berdirinya bangunan tersebut tidak menjadikan banjir yg lebih dari biasanya yg di masjidil haram juga sering terjadi adanya banjir…
    dan menurut ilmuwan, makkah adalah pusat perhitungan waktu akan tetapi haruskah di bangun bangunan tersebut, terlebih-lebih di bangun di dekat pusat orang beribadah, haruskah semua kebenaran diwujudkan dengan mengorbnankan ibadah yg terpenting kita kehadirat allah…

  5. Lise on October 4th, 2010 2:40 pm

    ALHAMDULILLAHI RABBIL’ALAMIN.. (sy sklg jadi ingin kesana lagi..)

  6. anisa on October 14th, 2010 3:08 pm

    subhanallah,,,,kota yang semakin dimuliakan…

  7. mahmoud on October 20th, 2010 11:04 am

    semoga bangunan tsb tidak mengganggu kekhusyukan umat islam ketka beribadah…amien…….islam adalah agama yg cinta keindahan…

  8. rsindo on October 21st, 2010 1:02 pm

    Mudah-mudahan kami masih diberi kesempatan untuk melihat langsung BIGBEN di Tanah suci Makkah….”Ya Allah berikan kami kesempatan dua tahun mendatang untuk melihat kebesaranMU Ya Allah dan berikanlah kami kesehatan untuk memenuhi panggilanMU ya Allah” ammmiiinnn

  9. m.supar on October 23rd, 2010 9:54 pm

    Alkhamdulillah …….

  10. M. Guntur Waseso on December 9th, 2010 4:57 pm

    Alhamdulillah. Kita bisa berharap kelak, entah kapan, kita dapat menjadikan Waktu Arab Saudi (WAS) sebagai acuan jam dunia Islam. Selama ini, Waktu Indonesia Barat (WIB), misalnya, selalu dicocokkan dengan GMT (plus 7 jam). Kelak, insyaallah, WIB adalah WAS plus 4 jam. Who knows!

  11. rofiq on October 13th, 2011 7:19 pm

    alkhmdllah… kota yg suci…