Satu Jamaah Wafat di Lokasi Jamarot

19 November 2010 | Kategori: Berita

MINA– Satu jamaah haji asal Indonesia bernama Engkos Kosasih bin Ahmad wafat di pintu keluar pelontaran jumroh. Dia wafat usai melakukan pelemparan jumroh aqobah yang mensimbolkan permusuhan dengan setan.

Berdasarkan data yang diperoleh MCH, Engkos wafat tak lama setelah melakukan ritual haji seperti wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah.

Keesokan harinya setelah wukuf di Arafah, Engkos sekira pukul 07.00 waktu Saudi melakukan pelontaran jumroh aqobah. Engkos memang sukses menimpuki “setan besar”. Tapi di pintu keluar jamarot dia langsung dijemput malaikat maut.

“Kami menduga dia wafat karena kelelahan,” kata Kepala Sanitasi dan Survailence BPHI di Mina, Zainal Ilyas saat ditemui, Kamis (18/11/2010).

Engkos merupakan jamaah asal kloter 53 embarkasi Bekasi Jawa Barat (JKS). Almarhum wafat dalam usia 62 tahun. Peristiwa wafatnya Engkos menjadi kejadian yang pertama ada jamaah wafat di lokasi pelontaran jumroh. Itupun karena kelelahan bukan akibat berdesak-desakan.

Dalam kesempatan tersebut Kasatgas Mina, Subakin Abdul Mutholib juga membantah adanya kabar yang berhembus ada seratus lebih jamaah yang wafat di Jamarot. “Isu itu tidak benar yang ada hanya satu orang itupun karena kelelahan,” tegas Subakin.

Total jamaah yang wafat di Mina hingga Kamis 18 November mencapai 15 orang. Total jamaah yang wafat di Tanah Suci sebanyak 147 orang. mch /Riyanto

Artikel Terkait:

Komentar