Imbauan kepada Jamaah Ketika Menerima Layanan Katering
3 November 2011 | Kategori: Berita
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Untuk menghindari suasana tidak tertib selama jamaah mendapat layanan katering di Armina, jamaah diminta memerhatikan beberapa hal.
Tujuannya, agar jamaah merasa nyaman dan tidak ada yang tidak mendapat makanan. “Kami memang mengimbau jamaah sabar dan antre ketika tiba waktunya makan. Sekarang tak ada lagi nasi kotak, tapi makanan diberikan secara prasmanan. Dan untuk mengatur antrean kami pun akan menempatkan petugas di sana,” kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah, Arsyad Hidayat, Kamis (3/11), sebagaimana dilaporkan wartawan Republika, Muhammad Subarkah, dari Tanah Suci Makkah.
PPIH Arab Saudi juga mengimbau para jamaah yang akan diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijjah sebelum Dzuhur, agar membawa bekal untuk makan siang. Mengingat di Arafah jamaah haji diberikan katering mulai makan malam.
Pelayaan katering di Arafah sebanyak empat kali, mulai makan malam tanggal 8 – 9 Dzulhijjah. Kemudian di Mina sebanyak 11 kali, mulai tanggal 10-13 Dzulhijjah. Sedangkan ketika berada di Muzdalifah, diberikan satu boks makanan ringan yang didistribusikan menjelang keberangkatan ke Muzdalifah. Katering yang diberikan dalam bentuk prasmanan dilengkap dengan pelayanan “coffe shop” (teh , kopi, susu, dan gula) pada setiap kali penyajian makan.
Untuk mengurangi panjangnya antrean makan, maka antrean akan diatur secara berurutan mulai dari rombongan pertama hingga terakhir. Sedangkan pada hari berikutnya dibalik dari urutan nomor tertinggi hingga ke rendah.
Di Mina, apabila jamaah haji melontar jumrah sebelum mengambil makan, diharapkan melapor kepada petugas katering untuk menyimpan makanan sampai dengan kedatangan jamaah.
Distribusi air mineral, buah dan jus melalui ketua rombongan masing-masing dengan rincian: setiap jamaah mendapatan dua botol air mineral untuk setiap kali makan, satu kotak jus makan siang, dan satu macam buah untuk setiap kali makan, dan satu bungkus pop mie selama di Mina.
Di setiap maktab ditempatkan dua orang petugas pengawas katering. Agar perangkat kloter senantiasa berkoordinasi dengan petugas tersebut. Kedelapan, bagi jamaah yang mengambil nafar awal, sebelum adanya kepastian kedatangan bus yang akan mengangkut mereka ke Makkah, diimbau tidak keluar dari tenda dan tetap mengambil jatah makannya terlebih dahulu.
Bagi jamaah haji yang tidak tinggal di tenda tetapi di pemondokan Makkah, tidak diberikan katering, mengingat katering hanya disediakan di maktab Mina.
Redaktur: Chairul Akhmad

Komentar