DPR Akan Evaluasi Pelaksanaan Haji
7 November 2011 | Kategori: Berita

Menteri Agama Suryadharma Ali, selaku Amirul Haj bersama Kepala PPIH Syairozi Dimyati (kanan), meninjau kesiapan tenda jamaah haji Indonesia di Arafah. Foto: Antara/Prasetyo Utomo
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding, menyatakan paling tidak ada dua persoalan yang masih dirasa kurang oleh para jamaah haji selama mengikuti pelaksanaan haji di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).
Untuk itu, pihaknya berharap segera dapat dilakukan evaluasi agar tidak terulang lagi pada musim haji yang akan datang. “Persoalan pertama ada pembagian makanan yang dilakukan dengan cara katering. Saya masih mendapati adanya jamaah yang tidak dapat makan karena antrean terlalu panjang. Ini kami sudah terima laporannya dan dicatat,” kata Abdul Kadir Karding, sebagaimana dilaporkan wartawan Republika, Muhammad Subarkah, di Mina, Senin (7/11).
Menurut Karding, hingga kini memang belum dapat laporan dari para jamaah bahwa kejadian itu terjadi berulangkali. Untuk itu, ia pun percaya bahwa kasus ini masih terjadi menimpa sebagian kecil jamaah saja. “Pembagian makanan memang kini sudah membaik. Cuma masalahnya memang harus ada perbaikan mekanisme pembagian itu secara lebih baik,” ujarnya.
Persoalan kedua, masih terjadinya tenda yang berdesakan selama di Mina. Ini jelas tidak menguntungkan bagi jamaah. Sebab, mereka tinggal di tempat cukup lama, yakni selama tiga malam. Bergerak pun susah karena tenda lebih kecil dari yang dulu. Akibatnya, mereka pun mengeluh susah untuk istirahat maupun tidur.
“Sarana kamar kecil pun, terutama untuk jamaah perempuan dan usia lanjut, masih terbatas. Ini membuat jamaah harus antre ke kamar kecil hingga hingga satu jam lamanya. Untuk itu layanan ini pun harus diperbaiki,” tandas Karding.
Berbeda dengan Ketua Komisi VIII DPR-RI, Naib Amirul Haz, KH Hasyim Muzadi, mengatakan secara keseluruhan merasa puas atas pelaksaaan layanan haji tahun 1432 H ini. Meski begitu, memang masih terdapat kelemahan di sana-sini yang perlu diperbaiki. Hal ini penting agar pelaksanaan haji semakin tahun semakin bertambah baik.
”Yang paling penting sekarang adalah bagaimana memperbaiki kualitas pelaksanaan ibadah haji yang sifatnya non fisik. Misalnya, dengan lebih mengintensifkan layanan pelaksanaan ibadah haji yang berlangsung semenjak jamaah masih di Tanah Air. Saya masih melihat banyak jamaah yang masih belum paham mengenai seluk-beluk pelaksanaan ibadah haji,” kata Hasyim.
Redaktur: Chairul Akhmad

calon jamaah haji yang beresiko tinggi tidak perlu dilarang, hanya pastikan saja bahwa kesehatan minimal terpenuhi seperti mampu menggerakan kepala, tangan dan kakinya meskipun dengan kursi roda. INGAT HIDUP MATI DI TANGAN ALLAH. yang sehat wal afiat bisa mati, yang sakit keras tidak mati-mati, banyak. biarkan Hamba ALLAH menunaikan kewajiban kepada ALLAH sng MAHA PENCIPTA, JANGAN DILARANG.
Lihat kondisi riil daftar tahun ini berangkat 10 tahun yang akan datang. jika sekarang berumur 60 tahun(pensuiun) baru berangkat umur 70 tahun. Biarkan Para Hamba ALLAH mendapatkan pahala JANGAN DILARANG.
Memang perlu evaluasi setiap pelaksanaan haji agar kekurangan dalam pelaksanaan haji bisa di perbaiki untuk pelaksanaan haji berikutnya
Kunjungi:
Travel Haji Plus dan Umroh 2012 Jakarta
Usul untuk perbaikan pelaksanaan hajj tahun 2012 barang kali bisa hahaha:
1. Di Mina:
>Penghuni Tenda kabanyakan jadi sangat tidak nyaman.
>Antri Makan terlalu panjang , dan cukup lama kasihan ibu2 kepanasan
>.Pengaturan jadwal berangkat ke Musdalifah perlu dibenahi karena masih ada yg sampai ke musdalifah pas mau waktu shubuh.
2. Di Makkah
>.Kalau terpaksa tahun depat Maktab diatah 2 km lagi seperti Musdalifah pun sudah diatah 2 km,..coba imbangi dingan layanan transpor Bis atau lainnya, soalnya untuk ngejar waktu ke Makkah kemaren banyak yang harus naik bak terbuka dengan bayar 2 real.
3. Manajemen Kuota/ tahun pemberangkatan Tahun Haji.
>Usul Mungkin Informasi Manajemen tahun keberangkatan bisa dibuat ON LINE sehingga seperti kemaren ada jamaah yang mestinya 20xx berangkat tapi gak tahu padahal umur belum 60 tahun ya sdh berangkat thn 2011, lah kalau manajemen terbuka dan on line kan masyarakan jadi tahu permasalahannya
MIsal pada info Kuota berangkat 2012 bisa dimunculkan data calhaj yang mau berangkat, dll.
4 Maaf kami ingin indonesia lebih baik !!! dan Insa ALLAH BISA!!
MAAF tulisan saya di Mina mestinya di Arofah