50 Persen Calhaj Asal Banten Beresiko Tinggi

31 October 2009 | Kategori: Berita

SERANG–50 persen calon haji (calhaj) yang berasal dari Provinsi Banten memiliki penyakit yang berisiko tinggi. “Dari jumlah 8.541 calhaj asal Banten yang diberangkatkan tahun ini, setengahnya mengandung resiko tinggi,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji Zakat dan Wakaf Kanwil Depag Provinsi Banten, Drs. HM Rasna Dahlan, MAg,usai melepas 450 calhaj asal Kota dan Kabupaten Serang di halaman pendopo Pemkab Serang, Sabtu.

Calhaj Beresiko

Calhaj Beresiko

Ia menjelaskan,penyakit ””berisiko”” dari para jamaah haji tersebut adalah hipertensi, diabetes melitus, dan ada juga yang TBC paru, namun tidak terlalu membahayakan. Mesti demikian, pihaknya tetap memberangkatkan,karena sebelumnya para calhaj yang termasuk kategori risiko tinggi ditekankan supaya mempersiapkan fisik untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Selain itu, lanjutnya, jadwal keberangkatan rombongan jamaah haji asal Banten tersebut sudah mulai dilaksanakan sejak tanggal 24 oktober 2009 lalu dan akan berakhir hingga tanggal 19 November 2009 mendatang.

Sementara mengenai calhaj yang gagal menunaikan ibadah haji menjelang keberangkatannya ,kata Rasna, baru dua calhaj. Yang pertama warga dari Kabupaten Tangerang,dia dinyatakan sakit oleh tim dokter Rumah Sakit Haji Pondok Gede karena menderita usus buntu akut. “Calhaj tersebut padahal sudah mengepak barang bawaannya dan hendak naik pesawat,namun oleh petugas kesehatan dilarang, karena takut membahayakan, ” terangnya.

Sedangkan yang kedua adalah calhaj berasal dari Daerah Cikeusal Kabupaten Serang, yang juga gagal berangkat karena sakit. Menurut Rasna, keduanya akan diberangkatkan tahun depan, tanpa harus menyetorkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) lagi,karena keduanya sudah melunasi.

Kepada calhaj juga, Rasan mengingatkan, supaya tidak membawa barang-barang berlebihan ketika naik pesawat, apalagi biasanya calhaj membawa air minum mineral dalam kemasan. “Pokoknya di pesawat nanti semua sudah tersedia, kalau membawa barang berlebihan akan mempersulit diri sendiri juga, ” tegasnya.

Selain itu, para jemaah juga harus memperhatikan aturan yang ditetapkan oleh masakapai penerbangan, seperti larangan membawa senjata tajam, pisau, gunting dan sejenisnya, barang-barang yang mudah tersulut semisal korek api atau korek gas serta membawa barang-barang melebihi ketentuan seberat 32 kg serta membawa makan dan minum ke dalam pesawat. Ant/yto