Alhamdullilah 168.800 Jemaah Haji Berangkat Tahun Ini

15 July 2013 | Kategori: Berita

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya mengumumkan nama-nama jemaah haji yang masuk dalam daftar berangkat dan tunda pada musim haji tahun ini. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Anggito Abimanyu mengatakan jumlah jamaah haji yang berangkat tahun 1434 H/2013 M pascapemotongan 20 persen kuota haji sebanyak 168.800 jemaah haji.

Jumlah tersebut, jelas Anggito, terdiri dari jumlah jemaah haji reguler berjumlah 155.200 jemaah dan 13.600 jemaah haji khusus. “Hasil pemotongan ini berdasarkan peraturan Menteri Agama (PMA) yang baru tentang kriteria keberangkatan jemaah haji dan keputusan Dirjen PHU,” ujar Anggito dalam konferensi pers di kediamannya, Senin (15/7).

Anggito mengimbau, bagi masyarakat seluruh Indonesia yang ingin melihat perincian nama-nama jemaah yang masuk daftar berangkat dan tunda tahun ini, bisa melihat daftar nama tersebut dengan mengakses melalui web.  Hasil verifikasi terhadap haji reguler terdapat 575 jemaah haji lunas yang menunda keberangkatannya.

Jemaah yang tertunda ini, kata dia, karena mereka sudah berhaji atau jamaah yang terpisah dari keluarga inti baik anak dan orang tua maupun suami-istri serta mereka yang dengan alasan sakit dan batal. Kemudian, ke 575 jemaah lunas tunda tersebut menjadi prioritas keberangkatan pada musim haji 1435 H/2014 M.

Kemudian, untuk hasil verifikasi terhadap jemaah haji khusus, terdapat 594 jemaah yang menunda keberangkatan karena sudah berhaji, terpisah dari keluarga inti, dan alasan kesehatan. Ke-594 jemaah haji khusus yang telah lunas tersebut kemudian menjadi prioritas pada keberangkatan tahun depan 1435 H/2014 M. Kemudian, ke 594 jemaah sebagai pengganti yang diusulkan sepenuhnya ke Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).  “Pada tahun ini tidak terdapat sisa kuota nasional untuk haji reguler dan haji khusus,\” ujar Anggito. Ia juga menegaskan sepenuhnya proses penetapan jemaah haji yang berangkat maupun tunda sepenuhnya dilakukan melalui sistem dan tidak ada campur tangan siapa pun. Demikian juga pengisian terhadap kekosongan porsi dilakukan dengan cara memasukkan nomor urut porsi dengan cara otomatis. Dengan penetapan calon jemaah haji berangkat ini, sudah tidak terdapat lagi kuota haji nasional, baik reguler maupun khusus.

Untuk mengantisipasi terpaparnya jamaah haji Indonesia dengan coronavirus pada musim haji tahun ini, Anggito mengandalkan penggunaan masker bagi jamaah haji Indonesia selama musim haji tahun ini. Menurut Anggito, hingga saat ini coronavirus belum ada vaksinnya.

Dirjen PHU juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan vaksinasi ke para jemaah. Saat ini, vaksin yang sudah diberikan adalah vaksin meningitis. “Dengan dijaganya kesehatan jemaah dengan pola hidup sehat, penggunaan masker, dan diberikan vaksin, kita yakin jamaah haji Indonesia bisa terhindar dari coronavirus ini,” ujarnya.

Rep: Yeyen Rostiyani, Amri Amrullah