Arab Saudi Kurangi Jamaah Umrah Sya’ban dan Ramadhan

5 June 2013 | Kategori: Berita

JAKARTA — Kementrian Haji Arab Saudi mengurangi visa untuk jamaah umrah pada bulan Sya’ban dan Ramadhan sebanyak 50 persen.

Demikian penjelasan yang disampaikan Direktur Pembinaaan Haji dan Umrah Kementrian Agama Drs HA Kartono kepada pimpinan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah HIMPUH, AMPHURI dan ASPHURINDO.

Dalam surat tertanggal 29 Mei 2013, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama mengabarkan Kementrian Haji Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan pengurangan visa untuk umrah pada bulan Sya’ban dan Ramadhan 50 persen sedangkan peminat jamaah umrah sangat tinggi.

Hal itu, jelas Kartono, akan berpengaruh pada Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah yang telah memesan atau menyediakan akomodasi dan konsumsi di Arab Saudi.

Sehubungan hal tersebut, Kementrian Agama mengharapkan asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah agar bisa menyiapkan langkah-langkah strategis dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dalam rangka mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan yang berakibat kepada para jamaah.

Mohammad Rocky dari Maktour bisa memahami pengurangan tersebut. Menurut dia maksud dari Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan mengurangi jamaah umrah bagi seluruh dunia, semata-mata karena proyek pembangunan di sekitar Masjidil Haram yang hingga kini masih berlangsung.

”Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Arab Saudi khususnya dan Jazirah Arab lainnya yang di bulan Ramadhan lebih banyak ke Makkah dan Madinah, sedangkan di musim haji mereka tidak mendapatkan kesempatan,” jelasnya.

Ia menghimbau umat Islam Indonesia untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan dengan mudah mendapatkan visa umrah Ramadhan. ”Padahal, jelas-jelas Kerajaan Saudi sudah membatasi,”  jelasnya.

Hal sama diungkapkan Ade Marfuddin, ketua Rabithah Haji Indonesia. Ade mengingatkan umat Islam Indonesia yang akan menunaikan ibadah umrah untuk berhati-hati.

Ade bahkan mengingatkan agar para calon jamaah bisa memilih penyelenggara ibadah umrah yang benar-benar mumpuni dan bertanggungjawab. ”Jangan sampai ada yang tertipu,” jelasnya.

Rep: Damanhuri Zuhri