ATM Atasi Hilang Uang di Tanah Suci

28 September 2010 | Kategori: Berita

Bank Mandiri

BANDUNG– Penggunaan Kartu Debet atau ATM dapat mengatasi masalah kehilangan uang yang dialami jemaah haji di tanah suci Mekah. “Jemaah haji yang kehilangan uang di tanah suci selalu panik sehingga kesulitan mendapatkan kiriman uang dari keluarganya di tanah air. Namun dengan kartu debet atau ATM khususnya dari Mandiri bisa mengatasi masalah itu,” kata Wakil Kepala Kanwil VI Bank Mandiri Jabar, Josephus K Triprakoso di Bandung, Senin.

Menurut Josephus, Kartu Debet Mandiri memberikan solusi bagi jemaah haji yang kehilangan uang di tanah suci atau mereka yang kehabisan bekal di sana untuk mendapatkan transfer dari keluarganya di tanah air.

Cukup dengan melakukan transaksi e-banking atau menyetor uang ke rekening calon jemaah haji itu, dalam hitungan menit bahkan detik sudah bisa diterima. “Kartu Debet Mandiri bisa digunakan di ATM yang berlogo Visa yang ada di tanah suci, jadi jemaah haji jangan kuatir bila membutuhkan kiriman dana cair selama di tanah suci,” katanya.

Menurut Josephus, penarikan uang akan langsung konversi ke mata uang Real sesuai dengan kurs pada hari penarikan dilakukan. Hampir seluruh ATM yang ada di Saudi Arabia, kata dia sudah terakses pada layanan Visa sehingga para jemaah haji tidak akan kesulitan.

Bahkan kartu debet juga berlaku untuk berbelanja di tanah suci tanpa harus membawa uang tunai. Cukup dengan menunjukkan kartu debet atau ATM pada asir di luar negeri di semua toko yang memiliki mesin gesek kartu atau EDC Visa. “Kasir toko akan menggesek sejumlah pembayaran belanja yang dilakukan, cetak resi, cetak jumlah dan teken, sudah beres,” katanya.

Sedangkan bila terjadi kehilangan kartu debet selama di tanah suci, ia berharap segera melaporkannya ke petugas keamanan dan maktab masing-masing. Selanjutnya dilakukan pemblokiran. “Bila tidak punya kartu debet atau terjadi kehilangan, bisa berkoordinasi dengan Pimpinan Rombongan, idealnya pimpinan rombongan punya kartu debet rekening yang bisa melakukan transaksi di luar negeri. Kami tawarkan rekening Mandiri kepada para pimpinan rombongan,” katanya.

Bila anggota rombongan kehilangan uang atau kartu debetnya hilang, maka penarikan uang bisa menggunakan kartu debet dari rekening pimpinan rombingan. Sehingga, kata dia, tidak akan terjadi lagi kasus jemaah haji yang kesulitan mendapat kiriman uang bila uang mereka hilang di tanah suci. “Fasilitas ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun kebanyakan jemaah haji panik saat uangnya hilang, padahal bisa diatasi dengan menggunakan kartu debet minimal dimiliki oleh pimpinan rombongan,” katanya.

Untuk itu, Bank Mandiri membuka kesempatan bagi calon jemaah haji untuk membuka rekening sekaligus membuat kartu debet atau ATM Mandiri. Josephus menargetkan sekitar 20-30 persen calon jemaah haji asal Jawa Barat memiliki kartu debet Mandiri. “Kami melakukan sosialisasi layanan kartu debet ini ke tempat-tempat bimbingan manasik haji, respon dari calon jemaah haji cukup positif. Mereka jadi tahu trik mengatasi masalah darurat di tanah suci,” kata Wakil Kepala Kanwil VI Bank Mandiri Jawa Barat itu menambahkan. Ant/Yanto