BRI Syariah Kembangkan Dana Talangan Haji

2 March 2010 | Kategori: Berita

BRI SyariahJAKARTA–BRI Syariah mengembangkan produk tabungan haji dan Dana Talangan Haji. Selain itu bank syariah hasil konversi Bank Jasa Artha ini juga sedang mengembangkan produk gadai syariah.

Group head consumer banking BRI Syariah, Sri Esti Kadaryanti mengatakan produk tabungan haji dari Bank BRI Syariah cukup diminati oleh masyarakat Indonesia, oleh karena itu BRI Syariah membuat produk baru berupa dana talangan haji. Dilihat dari jumlah nasabah tabungan haji, secara nasional mengalami peningkatan yang signifikan.

“Masyarakat Indonesia memang cukup antusias terhadap tabungan haji ini. Produk dana talangan haji baru kami luncurkan, jumlah account nya sekarang sudah melebihi 500 orang,” ujar Esti dalam pers rilis yang diterima Republika, Selasa (2/3).

Untuk memperluas jaringan pemasaran maka diperkuatlah kerjasama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di beberapa daerah untuk menyerap informasi kebutuhan akan pembiayaan haji untuk semua kalangan masyarakat. Produk dana talangan haji ini, tambah Esti, berbeda dengan tabungan haji.

Kalau tabungan haji, nasabah harus menabung yang ditentukan jangka waktunya. Sementara, dana talangan haji diberikan pada nasabah yang sudah terdaftar sebagai jamaah haji tapi masih kekurangan biaya. “Kalau ada nasabah yang mau daftar haji, tapi tabungannya kurang bisa mengajukan dana talangan pada kami. Plafonnya hingga Rp 18 juta,” ujarnya.

Esti menambahkan BRI Syariah menargetkan tabungan haji dan talangan haji sebesar 5-10 persen di 2010 ini. Total pembiayaan yang ditargetkan BRI Syariah di 2010 adalah sebesar Rp 200 miliar. Dari target sebesar Rp 200 miliar itu, kata dia, untuk consumer banking ditargetkan sebesar 30 persen.

Dari 30 persen tersebut diantaranya sekitar 10 persen digunakan untuk tabungan haji. Sementara sekitar 20 persen untuk pembiayaan mikro dan sisanya komersial retail. “Kami menargetkan D ana Pihak Ketiga (DPK) di 2010 ini sebesar Rp 48 miliar,” katanya.

BRI Syariah menargetkan aset pada akhir tahun dapat mencapai Rp 3 triliun atau naik dari posisi saat ini sebesar Rp 1,5 triliun. Untuk mencapai target tersebut, BRI Syariah akan menggenjot kredit dan melakukan perluasan jaringan. BRI syariah rencananya akan membuat 50 kantor cabang pembantu. Office channeling ini akan melengkapi 55 kantor cabang yang sudah ada.

Langkah yang juga dilakukan BRI Syariah untuk mencapai target di antaranya adalah dengan mengembangkan produk Gadai Syariah. Produk Gadai Syariah diyakini akan menjadi primadona dalam akselerasi peningkatan pendapatan BRI Syariah. gie/yto