Depag Siapkan Pelayanan Haji ISO 9001-2000

2 September 2009 | Kategori: Berita

haji-tuaJAKARTA–Departemen Agama (Depag) Jatim menyiapkan pelayanan Manajemen Mutu Haji Berstandar International System Organization (ISO) 9001-2000 tahun ini. Dengan manajemen mutu ISO 9001-2000 ini akan dapat digunakan untuk mengukur prasyarat yang harus dipenuhi Panitia Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) dalam melayani jamaah haji.

Kepala Bidang Haji Umrah Depag Jatim, Drs H Najiyullah MSi, di kantornya, Senin (31/8), kemarin, mengatakan ada prasyarat yang harus dipenuhi yang akan dituangkan dan diidentifikasikan dalam need and want (kebutuhan dan keinginan) jamaah haji. “Setiap kegiatan ada kriteria yang terukur dan apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut dapat dilakukan tindakan, agar pelayanan tersebut menjadi lebih baik,” ujarnya.

Apabila ada prasyarat yang tidak dapat terpenuhi oleh PPIH, maka hasil prasyarat tersebut akan dipenuhi untuk musim haji berikutnya. Hal ini dilakukan untuk menambahkan kepuasan jemaah haji.

Manajemen mutu melingkupi sistem manajemen untuk ibadah, seperti dokumentasi sistem manajemen mutu, kebijakan mutu, daftar dokumentasi Sistem Manajemem Mutu (SMM), daftar dokumentasi SMM yang terkait dan efektifitas serta kedewasaan sistem.

Dari masing-masing poin tersebut juga dibahas secara rinci bagaimana instansi memberikan pelayanan pada masyarakat dengan sistem SMM apakah bisa tercapai lebih baik lagi. Seperti halnya dalam memberikan pelayanan pada jemaah haji mulai dari proses pendaftaran sampai pada pemberangkatan yang dapat terukur secara sistematis dengan mengunakan SMM ISO 9001-2000.

Dalam ISO 9001-2000 juga ada pengawasan dan pengendalian prosedur dan regulasi yang mengatur. Sebagai contoh, dalam hal penerimaan jemaah haji di embarkasi harus memeriksa Surat Panggilan Masuk Asrama (SPMA). SPMA harus ditandatangani oleh Kepala Seksi Depag Kabupaten/Kota. SPMA dilampiri oleh bukti pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). “Apabila ada ketidakcocokan data bisa konfirmasi ke depag Kab/kota masing-masing,” katanya.

Depag Jatim sudah memberlakukan sistem manajemen ISO 9001-2000 mulai musim haji tahun ini tepatnya pada bulan Juli oleh PT Surveyor Indonesia. Namun, palayanan haji menuju Manajemen Mutu ISO 9001-2000 masih akan dilakukan audit secara internal pada September dan audit eksternal pada okteber. Rencananya, apabila berjalan lancar akan ada ISO Pelayanan.

Perlunya ISO dalam pelayanan haji karena Dirjen Haji dan Umrah Depag Pusat memiliki komitmen menetapkan kebijakan mutu ibadah haji yang memenuhi kebutuhan dan harapan jamaah haji. Di antaranya, ingin memenuhi peraturan perundang-undangan, ingin memberikan pembinaan kepada petugas, masyarakat, dan jamaah haji secara profesional, memberikan pelayanan ibadah yang prima kepada jamaah dan memberikan perlindungan keamanan dan kesehatan jamaah haji. ”Hal ini dilakukan untuk meningkatkan menejemem jamaah haji secara berkelanjutan, serta menyediakan Sumber Daya Manusia yang kompetebel,” katanya.

Ujicoba sistem manajemen mutu 9001-2000 dilakukan di empat embarkasi, yaitu Surabaya, Medan, Makasar, dan Bekasi. Dengan ISO, kekurangan terhadap pelayanan ibadah haji dapat diketahui dengan cepat dan kekurangannya akan dicarikan solusi.  mch/yto