Jalanan Makkah Mulai Padat

11 November 2009 | Kategori: Berita

Jalan di Kota Makkah (mch)

Jalan di Kota Makkah (mch)

Seorang jamaah calhaj Indonesia meninggal tertabrak di Zahir, Makkah.

MAKKAH — Enam belas hari menjelang puncak haji di Arafah, kesibukan di Kota Suci Makkah mulai menggeliat. Hampir tiap menjelang dan usai waktu shalat, jalan-jalan dari dan menuju Masjidil Haram macet.

Kemacetan panjang terjadi hampir di semua akses jalan menuju Makkah, termasuk ””jalan tikus”” yang biasa dilalui mobil-mobil kecil.

Kemacetan paling parah biasanya terjadi usai shalat Isya. Jamaah umumnya memilih waktu shalat maghrib-Isya di Masjidil Haram, saat suasana jalanan Makkah tidak terlalu panas. Usai shalat, jamaah memenuhi jalan raya.

Beberapa rute dialihkan saat usai shalat Isya. Kendaraan dari arah Ja”fariyah, misalnya, harus berbalik arah di jembatan layang dekat kantor kepolisian metro Makkah. Hal ini sempat membingungkan jamaah calon haji Indonesia yang biasa menunggu bus di samping pasar kaget sepanjang Masjidil Haram-Masjid Jin. ””Saya pikir bus tidak datang,”” ujar seorang jamaah. Beruntung, petugas haji Indonesia bagian transportasi sigap mengarahkan jamaah.

Seiring dengan meningkatnya jumlah jamaah haji yang datang ke Tanah Suci, pengamanan bandara juga diperketat. Saking ketatnya, satu koper obat milik Departemen Kesehatan yang diterbangkan bersama jamaah sempat ””diaduk-aduk”” petugas imigrasi Saudi. ””Obat-obatan itu resmi. Ada daftarnya. Tetapi tetap saja diperiksa secara detail,”” kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Subhan Cholid Subhan.

Pemerintah Arab Saudi mendirikan 11 pos pemeriksaan untuk mencegah masuknya orang-orang ilegal ke Makkah. Pos-pos pemeriksan itu dijaga petugas dari angkatan laut, udara, dan darat.

””Pelaku akan dikenakan denda 10 ribu riyal atau pidana penjara paling lama enam bulan, atau terkena kedua hukuman tersebut,”” ujar Komandan Pasukan Keamanan Haji Kolonel Ayied bin Al-Harbi.

Hati-hati menyeberang
Senin malam (9/10), seorang jamaah asal Tanggamus, Lampung, Zaenuddin Kadir Lagogo, yang tergabung dalam Kloter 23 JKG, menghembuskan napas terakhirnya di RS Zahir Makkah setelah sempat mendapatkan perawatan dokter. Ia dilarikan ke rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi itu setelah tertabrak sebuah mobil sepulang dari shalat Dhuhur di sebuah masjid di Hutaibiyah, tak jauh dari pemondokannya.

Menurut keterangan Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah Kerja Makkah, Subakin AM, pria kelahiran Sulawesi Selatan tanggal 17 Juli 1942 ini tengah menyeberang jalan pulang ke pemondokan ketika tiba-tiba melintas sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dan menabraknya. Kini penambrak dan mobilnya masih berada di kepolisian Makkah untuk proses hukum lebih lanjut.

Berdasar hukum Arab Saudi, jika seseorang menabrak orang lain hingga tewas maka wajib membayar diyat (ganti rugi) kepada korbannya. Besarnya diyat akan ditetapkan berdasarkan sidang pengadilan setempat.

Menurut Subakin, pihaknya akan segera mengabarkan berita ini kepada keluarga dan instansi terkait. Menurutnya, keluarga almarhum Zaenuddin akan menerima santunan kecelakaan yang besarnya sekitar Rp 64 juta. Jenazah Zaenuddin diurus oleh pihak maktab dan akan dikuburkan di pemakaman Seraya setelah dishalatkan di Masjidil Haram.

Subakin mengimbau agar jamaah berhati-hati saat melintas di jalanan Makkah yang padat. Tipikal warga Makkah yang selalu terburu-buru saat berkendara harus diantisipasi dengan kewaspadaan tinggi saat berada di jalan yang padat. Siwi T Puji Budiwiyat, ied: maghfiroh/yto