Jamaah Calon Haji Tiba di Madinah

26 October 2009 | Kategori: Berita

haji-bus-dimekahMADINAH–Jamaah haji Indonesia mulai tiba di Arab Saudi, Jumat (23/10) malam. Sebagian mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz (AMA), Madinah, sebagian lainnya turun di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Menggunakan alat transportasi yang disediakan otoritas haji Arab Saudi, mereka kemudian diantar memasuki Kota Suci Madinah Al-Munawarah untuk melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah SAW serta para sahabat Nabi dan melaksanakan shalat arba””in .

Jamaah haji kloter pertama DKI Jakarta yang tiba di Madinah pukul 13.04 waktu setempat (Jumat malam WIB), disambut Kuasa Usaha Ad Interim Duta Besar Arab Saudi, Riyadh Sukanto; Kepala Daerah Kerja Madinah, H Cepi Supriatna; para pimpinan Muassasah Adilla atau para pengurus jamaah haji di Madinah; dan para panitia penyelenggara haji Daerah Kerja Madinah.Sidik jari
Berbeda dari sebelumnya, tahun ini seluruh jamaah haji harus menggunakan paspor hijau. Mereka selain menjalani pemeriksaan dokumen haji ( jawazat ), jamaah laki-laki harus menjalani pemeriksaan khusus dengan diambil sidik jari dan pemotretan. Sedangkan, jamaah perempuan hanya menjalani pemeriksaan dokumen.

Tidak ada penjelasan tentang perubahan pelaksanaan pemeriksaan bagi jamaah haji tahun ini, meskipun panitia haji sempat menanyakannya. Yang jelas, aturan tersebut telah tertulis dalam  Ta””limatul Haj (semacam undang-undang haji) Arab Saudi tentang penggunaan paspor internasional dalam pelaksanaan haji.

Namun, sebuah sumber menyebutkan, penggunaan paspor hijau, pemeriksaan sidik jari, dan pemotretan bagi jamaah laki-laki merupakan bagian dari prosedur keamanan. Sebab, hanya orang yang menggunakan paspor internasional yang dapat dipantau mobilitasnya secara internasional, khususnya berkaitan dengan perang melawan terorisme yang dicanangkan Amerika Serikat. Sedangkan penggunaan paspor khusus haji berwarna cokelat tidak terpantau secara internasional.

Ribuan jamaah haji dari berbagai negara, kemarin, sudah memadati Masjid Nabawi guna melakukan ibadah shalat sunah  arba””in di Masjid yang dibangun Nabi Muhammad itu. Mereka, antara lain berasal dari Malaysia, Thailand, Cina, Turki, India, dan beberapa negara di Asia dan Afrika.Jamaah haji umumnya memadati  Raudloh , tempat di dalam Masjid Nabawi yang utama untuk berdoa. Selain itu, tempat yang juga dipenuhi oleh jamaah calon haji adalah makam Rasulullah. Di kedua tempat tersebut jamaah calon haji tampak khusyuk berdoa.

Pemondokan
Hingga kemarin, Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji Daerah Kerja (Daker) Makkah terus berupaya memperbaiki fasilitas pemondokan bagi jamaah haji Indonesia. Wakil Kepala Daerah Kerja Urusan Pengawasan Perumahan, Shihabuddin Latief, menyatakan, di tiap pemondokan telah ditempatkan satu orang petugas pengontrol dari PPIH. “Mereka bertugas untuk memastikan semua fasilitas disediakan sesuai kontrak,” ujarnya.

Dalam kontrak dengan pemilik pemondokan, Departemen Agama mensyaratkan selain menyediakan gedung yang layak, fasilitas pendukung juga disiapkan. Fasilitas yang dimaksud meliputi ketersediaan air bersih, kebersihan pemondokan, dan tersedianya dispenser di tiap lantai.

Tahun ini, pemerintah menyewa 407 gedung untuk menampung 191 ribu jamaah calon haji. Sebanyak 116 rumah berada di ring I yang berjarak maksimal 2 km dari Masjidil Haram, dan 291 rumah berada di ring II yang berjarak antara 2,1-7 km dari Masjidil Haram.

Menurutnya, penyiapan kelengkapan pemondokan dilakukan bertahap. Pekan ini, petugas tengah menyiapkan pemondokan untuk kedatangan jamaah ke Makkah pada 1-7 November 2009. Sepekan kemudian, konsentrasi dipusatkan untuk penyiapan kedatangan jamaah calhaj pekan berikutnya.

Shihabuddin menyatakan, urusan pemasangan stiker di 407 rumah pemondokan telah selesai dilakukan. Stiker itu berisi informasi tentang pemondokan dan nama-nama penghuninya. Tahap selanjutnya, kata dia, adalah pembuatan peta lokasi masing-masing pemondokan.

Cadangan
Menurut Konsul Urusan Haji KJRI Jeddah, Syairozi Dimyathi, jumlah pemondokan yang tersedia mencukupi untuk seluruh jamaah haji Indonesia. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan pemondokan cadangan berkapasitas 1.900 orang. “Cadangan itu kami siapkan untuk bisa menampung satu persen dari jumlah keseluruhan jamaah,” ujarnya.

Selain itu, sesuai peraturan Pemerintah Arab Saudi, pemerintah menyisihkan deposit sebesar 50 riyal per jamaah untuk mengantisipasi bila terjadi pemadatan atau pemindahan jamaah dari pemondokannya. Uang jaminan itu, kata Syairozi, telah diserahkan ke Pemerintah Arab Saudi, dalam hal ini Kementerian Haji. “Bila tak terpakai, uang jaminan itu akan dikembalikan kepada Pemerintah RI,” tambahnya.

Menurut Syairozi, pemerintah memang belum akan mencari pemondokan baru terkait peraturan yang mengharuskan setiap pemondokan yang berlantai lebih dari empat tingkat atau berkapasitas 250 orang atau lebih untuk menyediakan tangga darurat. Selain karena peraturan itu mendadak, sebetulnya aturan itu ditujukan bagi pemilik pemondokan, bukan bagi penyewanya. tri/mch/taq/yto

Rencana Perjalanan Haji Tahun 1430 H

No. Tanggal Masehi/Hijrah Kegiatan
1 22 Oktober 2009/03 Dzulqa”dah 1430 Calon jamah haji mulai masuk asrama haji
2 23 Oktober 2009/04 Dzulqa”dah 1430 Awal pemberangkatan calon jamaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah/Jeddah
3 01 November 2009/13Dzulqa”dah 1430 Awal jamaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
4 02 November 2009/14 Dzulqa”dah 1430 Akhir calon jamaah haji gelombang I dari Tanah Air ke Madinah/Jeddah pukul 24.00 WAS
5 05 November 2009/17 Dzulqa”dah 1430 Awal calon jamaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
6 13 November 2009/25 Dzulqa”dah 1430 Akhir calon jamaah haji gelombang I dari Madinah ke Makkah
7 18 November 2009/01 Dzulhijjah 1430 Akhir pemberangkatan calon jamaah haji gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah
8 25 November 2009/08 Dzulhijjah 1430 Clossing Date KAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS)
9 26 November 2009/09 Dzulhijjah 1430 Hari Tarwiyah
10 27 November 2009/10 Dzulhijjah 1430 Wukuf di Arafah (Hari Kamis)
11 28 November 2009/11 Dzulhijjah 1430 Idhul Adha 1430 Hijriah
12 29 November 2009/12 Dzulhijjah 1430 Hari Tasyrik I
13 30 November 2009/13 Dzulhijjah 1430 Hari TasyrikII (Nafar Awal)
14 31 November 2009/14 Dzulhijjah 1430 Hari Tasyrik III (Nafar Tsani)