Jamaah Diminta Tidak Bawa Obat Batuk Kemasan

30 October 2010 | Kategori: Berita

Petugas tengah menyiapkan obat-obatan untuk jamaah haji/ antara


MAKASSAR–Panitia mengimbau calon haji (calhaj) yang berangkat melalui Embarkasi Sultan Hasanuddin Makassar untuk tidak membawa obat-obatan dalam bentuk kemasan.

Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, dr Irwan, di Makassar, Sabtu, mengatakan, pihaknya mengimbau cahaj untuk tidak membawa obat-obatan dalam kemasaan khususnya yang menggunakan merk berakhiran “gin”.

“Sebenarnya menurut kami obat tersebut tidak bermasalah, karena sudah sering dikonsumsi oleh warga di Indonesia,” imbuhnya. Bahkan, kata dia, banyak juga clhaj yang sudah tergantung dengan obat-obatan tersebut jika mengalami sakit kepala, sakit perut dan juga demam.

Hanya saja, kata dia, pemerintah Arab Saudi menganggap obat-obatan yang menggunakan merk berkahiran “gin” tersebut memiliki kadar alkohol, sehingga tidak boleh dibawa oleh Calhaj. Selama ini, tim kesehatan tidak pernah melarang calhaj untuk membawa obat-obatan seperti itu, karena sudah banyak calhaj yang terbiasa mengonsumsinya.

“Hanya saja, kami mengimbau agar kemasan obat tersebut dibuka agar tidak disita oleh Bea Cukai saat tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah,” ungkapnya.

Ia memprediksikan obat-obatan dengan merk yang berakhiran “gin” dianggap mengandung alkohol yang oleh pemerintah Arab Saudi dianggap haram untuk dikonsumsi, sehingga tidak boleh masuk ke negera tersebut.

Selain itu, ia juga meminta kepada calhaj agar melaporkan seluruh obat yang dibawanya kepada tim kesehatan di masing-masing kloter yang ikut berangkat ke Tanah Suci.
“Semua obat yang dibawa oleh calhaj sebaiknya dilaporkan kepada tim kesehatan agar dicatat dalam buku riwayat kesehatan,” tandasnya

antara/taufik rachman