Jamaah Umrah Keluhkan Suntikan Meningitis

7 February 2012 | Kategori: Berita

oleh: Andi Nur Aminah

JAKARTA – Minat masyarakat Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah tetap besar.  Bahkan kewajiban untuk melakukan suntikan meningitis pun tidak mempengaruhi. Hanya saja, kewajiban yang tidak didukung oleh ketersediaan fasilitas kesehatan membuat jamaah umrah repot dan cenderung menyusahkan.

Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad mengatakan, suntikan meningitis menyusahkan jamaah umrah. Pasalnya, ketersediaan fasilitas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara tidak seimbang dengan banyaknya jamaah umrah. Baluki menghimbau Kemenkes mempermudah pemberian suntikan meningitis kepada jamaah umrah dengan cara mendelegasikan kepada puskesmas atau rumah sakit-rumah sakit.

‘’Yang jadi masalah, KKP bandara itu terbatas jumlahnya, dan tidak semua daerah memiliki KKP. Jadi jamaah umrah harus ke Jakarta dan itu hanya bisa dilakukan di Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma,’’ ujar Baluki.

Selain keterbatasan KKP yang bisa melayani, masalah ketersediaan vaksin pun menjadi persoalan. Vaksin  yang disediakan di setiap KKP, menurutnya, hanya disediakan untuk 100 orang per hari. Sementara jumlah jamaah bisa berkali-kali lipat dari itu.

Meski kewajiban suntikan meningitis terhadap jamaah umrah dinilai menyusahkan, namun Baluki mengatakan, minat jamaah umrah tetap tinggi. ‘’Tidak ada ada masalah, kalau soal minat, jamaah umrah kita tetap tinggi,’’ ujarnya.  Sejumlah penyelenggara haji bahkan cukup kesulitan mencari hotel dan penerbangan untuk memberangkatkan jamaahnya.

Senada dengan Baluki, sekjen Assosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (Amphuri), Artha Hanif mengatakan, kewajiban suntikan meningitis tidak menjadi kendala atau factor yang mengurangi minat orang melakukan umrah. ‘’Tidak berpengaruh pada minat, jumlahnya tetap banyak. Meningitis itu tidak menjadi kendala,’’ ujar Artha.

Kewajiban suntik meningitis terhadap jamaah yang akan melakukan haji maupun umrah menjadi ketetapan pemerintah Saudi Arabia. Para jamaah yang sudah mendapatkan vaksin meningitis tersebut akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti dan prasayarat keberangkatan ke Saudi Arabia.