Jutaan Umat Islam Berkumpul di Masjidil Haram Mencari Lailatul Qadar

6 September 2010 | Kategori: Berita

Masjidil Haram - Makkah Al-Mukaromah

MAKKAH / MADINAH–Lebih dari tiga juta umat Islam berkumpul dan berdoa di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah pada hari Ahad, malam 27 Ramadhan, mencari dan menantikan berkah Lailatul Qadar.

Masjidil Haram di Makkah dipadati ratusan ribu umat Islam, sebagian besar datang untuk melaksanakan ibadah umrah, mengikuti sholat Taraweh dan sholat Qiyamullail. Mereka juga melantunkan doa-doa khusus untuk menanti dan mencari datangnya Lailatul Qadar, yang nilainya lebih dari 1.000 bulan.

Nabi Muhammad saw bersabda : “Barangsiapa melakukan sholat dan berdoa dengan sepenuh hati pada malam kemuliaan “lailatul qadar” maka akan mendapatkan imbalan pahala dari Allah swt, dan diampuni dosa-dosa nya dimasa lau”

Pemerintah Arab Saudi telah melakukan segala persiapan untuk mengantisipasi meludaknya jamaah baik dari dalam maupun luar negeri. Penjagaan dan pengamanan dua Masjid Suci di Makkash telah dilakukan untuk memberi layanan kepada para tamu Allah.

Sekitar 4.500 polisi dikerahkan untuk menjaga ketertiban di kota itu. Sekitar 10.000 pekerja telah dikerahkan untuk menjaga kebersihan, dan kesucian masjid dan sekitarnya.

Sekitar 20.000 mesin pendingin air telah dipasang di berbagai sudut masjid untuk pasokan air minum para jamaah. Lalu lintas di Makkah berjalan lancar dan tidak ada laporan kecelakaan besar. Petugas keamanan khusus telah dikerahkan untuk menangkap para pencopet dan penjahat lainnya. Departemen Pertahanan Sipil bersiaga terus menerus, seperti unit pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Semua kamar hotel dan apartemen di Makkah telah penuh terisi. Penjualan kasur kecil (matras) naik, mereka membeli untuk alas bagi yang tidak dapat masuk area Masjid. Karena tingginya permintaan, harga matras naik dari harga biasanya SR10 menjadi SR25.

Saudi Public Transport telah dioperasikan, untuk mengangkut jamaah dari tempat pusat parkir di daerah sekitar Makkah ke masjidil Haram dan sebaliknya. Alat transportasi itu menunai banyak keuntungan apalagi tarif juga naik menjadi SR90 untuk sekali pengantaran ke Masjidil Haram ke tempat parkir.

Pejabat Kota juga memeriksa rumah makanan cepat saji di sekitar Masjidil Haram untuk memastikan makanan mereka memenuhi persyaratan kebersihan.

Di Masjid Nabawi, sejumlah besar umat Islam mengikuti Sholat Taraweh dan  Qiyamullail. Masjid penuh sesak jamaah, sekitar 10.000 jamaah mengikuti etikaf di masjid yang berlokasi di Madinah ini.  Sumber: Arabnews.  /Slamet Riyanto