Kelebihan Berat, Garuda Tahan Tas Jinjingan Jamaah

21 December 2010 | Kategori: Berita

MAKKAH–Tas jinjingan milik sebagian besar Jamaah Haji yang tergabung dalam kloter 40 masih tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah.

“Kami sangat mengeluhkan penahanan tas yang dilakukan oleh petugas Garuda Indonesia dengan alasan tas jinjingan yang kami bawa melebihi kapasitas berat,” ungkap salah seorang petugas kesehatan Haji, Marlina, di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, Jamaah Haji mengaku sangat bingung, mengingat tas jinjingan yang dibawa tersebut merupakan tas yang memang diberikan dan tertera logo Garuda Indonesia.

Menurutnya, yang membuat Jamaah Haji bertambah kesal adalah karena tindakan petugas Garuda Indonesia tersebut tidak pernah dilakukan bagi Jamaah Haji dari kloter lain.

“Bahkan, yang membuat saya semakin marah adalah tindakan kasar dari petugas Garuda Indonesia yang langsung menariak tas yang sedang saya pegang,” keluhnya.

Ia mengaku, di dalam tas jinjingan yang dibawanya tersebut terdapat pakaian Irham dan beberapa lembar pakaian kerja yang akan digunakan untuk bekerja menjadi tenaga kesehatan.

Menurut dia, Jamaah Haji masih bisa memaklumi jika petugas melarang membawa barang bawaan milik Haji selain tas yang telah diberikan oleh maskapai penerbangan tersebut.

“Banyaknya tas jinjingan yang ditahan tersebut membuat dua orang Haji mengalami shock karena kaget setelah mengetahui tas jinjingannya tidak dapat dibawa pulang,” terangnya.

Pihak Garuda Indonesia sendiri, kata dia, sudah berjanji akan mengembalikan tas milik Jamaah Haji tersebut dengan menggunakan pesawat yang mengangkut Jamaah Haji kloter 42, 43 dan 44.

antara/taufik rachman

14 Responses to “Kelebihan Berat, Garuda Tahan Tas Jinjingan Jamaah”

  1. Joel Khairul on December 22nd, 2010 2:41 pm

    Ikut prihatin atas penahanan tas oleh pihak Garuda.
    Saya jamaah kloter 02 embarkasi Batam, juga mengalami perlakuan yg sama sewaktu di Jeddah. Petugas Indonesia yang ditempatkan di bandaka KAAIA Jeddah menurut hemat saya seyogyanya membantu jamaah yang akan pulang ke tanah air. Tetapi yg terjadi adalah mereka merazia barang bawaan jamaah dan menjelaskan hanya tas yang diberikan oleh maskapai yang diizinkan untuk dibawa. Yang menjengkelkan adalah, ternyata pihak Saudi Airlines maupun otoritas bandara tidak mempermasalahkan kelebihan barang bawaan jamaah, kecuali yg jelas2 dilarang (mis: pisau kecil, gunting, dll). Padahal petugas Indonesia tersebut dgn sedikit memaksa, bahkan ada yg menarik tas dari tangan jamaah dan ngotot kelebihan barang tidak akan diangkut. Mohon jadi pertimbangan bagi Kemenag agar petugas yg direkrut betul2 mengerti dgn peraturan, bukan hanya sekedar bisa berbahasa Arab. Wassalam.

  2. Nasiruddin on December 23rd, 2010 8:53 pm

    Saya jamaah kloter 21 embarkasi Batam mendapat perlakuan yang sama di bandara Madinah,petugas Indonesia tersebut sangat over acting, coba simak apa yang diumumkan mereka : ” Cincin dan perhiasan lainnya dan ikat pinggang dilepas dari badan”. Jamaah bingung , banyak yang kemudian melepas dan melemparkan ketanah. Kami curiga, jangan jangan ini trik petugas untuk kemudian mengantongi barang perhiasan tsb.Kasian jamaah yang ketakutan tsb, namun lebih2 kasian deh petugas itu mau2nya makan barantg haram

  3. Jalaluddin on December 23rd, 2010 10:48 pm

    Ternyata masalah tas jinjingan dan perlakuan kasar petugas bukan hanya Saya yang mengalaminya. Saya jamaah Kloter 14 Embarkasi PLM, tas jinjingan Saya ditarik paksa oleh 3 orang petugas berjas dan dasi, kemudian Saya dipaksa menuju counter Cargo yang ada di Bandara. Ironisnya, bagi jamaah yang tidak terkena razia petugas, sesampainya di depan pintu pesawat, ada 1 atau 2 orang yg dengan cara lebih sopan meminta jamaah agar menitipkan barang bawaan dimasukkan kedalam bagasi pesawat (tidak dibawa kedalam cabin), tetapi tidak gratis, mereka meminta uang tips 10 SR.

  4. devita on December 26th, 2010 2:28 pm

    sekedara saran bagi jemaah haji indonesia agar hal yg tidak diinginkan kita bersama tidak terjadi, alhamdulillah kedua org tua saya lancar2 saja ketika pulang pergi dan ketika di mekah dan madinah, walaupun tidak ikut kbh yg hrs bayar mahal2. mungkin krn saya sudah bilang ke org tua saya: tidak usah beli apa-apa disana, tujuan kesana hanya ibadah, kalau mau beli sekedar saja alhasil org tua saya hanya membeli 5 lembar sajadahdan korma mungin hanya 5kg buat anak2nya, karena saya bilang apapun bisa di beli diindonesia sekarang, terutama saya tinggal di jakarta, kita bisa beli oleh2 di tanah abang. praktis tidak repot dan menyusahkan membawanya. nah bagi yg ingn membeli oleh2 juga supaya aman: bisa di kirim dengan pos jadi bisa aman sampai indonesia dan juga tidak mungkin tas ibu/bapak tertahan serta bermasalah di bandara. krn tujuan utama ke kasana adalah ibadah bukan berbelanja. maaf kalau kurang berkenan bagi pembaca.

  5. Mohamad Sidiq on December 26th, 2010 3:52 pm

    Kami jamaah haji asal Semarang kloter 76 SOC (Solo), alhamdulillah dari kloter kami tidak ada tas atau barang yang disita atau ditahan pihak Garuda di Jeddah. Dalam pemeriksaan tas di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, berjalan dengan lancar karena semua jamaah dalam kloter kami mengikuti aturan yang telah ditetapkan pihak Garuda. Aturan2 yang ditetapkan memang jauh-jauh hari telah kami dapatkan langsung dari pihak Garuda ketika kami mengikuti bimbingan manasik haji melalui KBIH Muhammadiyah Semarang, yang memang mengagendakan acara penjelasan dari pihak garuda untuk memberikan penjelasan tentang aturan2 barang yang boleh dan tidak bolej dibawa, yang tidak boleh dimasukkan dalam tas jinjing dan barang2 yang harus dimasukkan dalam koper. Yang jelas, dari kafilah kami sudah mengumumkan, bahwa haram membawa zamzam dimasukkan ke tas koper, karena jika terjadi kebocoran dan terkena jaringan listrik pesawat atau mesin pesawat dapat membahayakan penumpang/jamaah lainnya. Oleh karena itu, dari pemeriksaaan/scanning tas koper jamaah kloter kami tidak ada yang memasukkan zam-zam ke dalam koper. Ada satu dua jamaah yang mencoba membawa zam-zam dalam dirigen dan dipacking pada plastik tebal dengan biaya 10 RS, dengan maksud dijinjing dan ditaruh dibawah tempat duduk, dan pada saat pemeriksaan barang ternyata tidak boleh dan diambil petugas, maka jamaah yang membawa zam-zam yang disita tersebut tidak mempermasalahkan karena memang ybs tahu memang tidak boleh. Barang-barang belanja dan bawaan para jamaah kloter kami memang banyak tetapi dengan kesadaran sendiri dipaketkan melalui jasa cargo yang banyak melayani jamaah haji Indonesia yang akan mengirimkan barang ke indonesia, walaupun ada beberapa kiriman barang yang hingga saat ini belum sampai termasuk paket saya yang kedua melalui jasa Mohsen Cargo Agency dengan biaya per-kg-nya 8 RS dengan karungnya seharga 10 RS yang beratnya sendiri 1 Kg. Kami menyadari, demi keselamatan bersama, paket terlambat tidaklah masalah.

  6. Nunung on December 31st, 2010 8:30 am

    saya kira garuda terlalu berlebihan, tahun lalu saya berhaji dengan saudi arabia, nda ada masalah bawa tas tenteng lebih dari 5 kg, malahan tas tenteng kedua juga boleh asal tidak berlebihan.

  7. travel on February 17th, 2011 3:14 pm

    Mudah2an jadi pelajaran buat jamaah haji lainnya

  8. Fathur Rohman Muddassir on July 27th, 2011 6:10 pm

    Semoga nggak terjadi lagi tas jinjing yang nggak boleh dibawa alias dirampas oleh petugas Garuda…

  9. Umriyati Nur Abdur Rozzaq on July 27th, 2011 6:11 pm

    Semoga selamat…

  10. Fathur Rohman Muddassir on September 22nd, 2011 8:27 am

    yang enak banyak timbangan sendiri yang kecil untung nimbang bawaan kita…

  11. Lina Rahmianti on October 3rd, 2011 8:33 pm

    mdh2 taun ini ga ada cerita kelebihan barang bawaan ya..
    onh plus

  12. ahmad on October 12th, 2011 4:40 pm

    Memang begitulah mental para pejabat2 kita. Semuanya Sama kerjanya memeras bangsa sendiri.

  13. M Yamin on October 19th, 2011 7:49 pm

    Kami sewaktu pulang dari ibadah Haji, juga bawa tas tenteng dua potong. Satu tas Garuda dan satu lagi tas lain yang kami isi dengan korma dan air zamzam.
    Kami kebagian dengan pesawat Saudi Air Lines, yang sangat ketat dengan disiplin dan peraturan berat barang bawaan. Sewaktu akan naik pesawat dengan ramahnya petugas Saudi minta tas tenteng kami yang bukan merek Garuda di masukkan ke bagasi, langsung diberi kartu bagasi nya.
    Sesampainya di Cengkareng, waktu ambil koper tas tenteng kami juga ditemukan. setelah kami cek satu pun isinya tidak hilang, walaupun tas tersebut tidak di gembok.
    Inilah contoh manajemen dan securities yang perlu di tiru oleh Garuda Indonesia.

  14. Travel Haji Plus dan Umroh on January 23rd, 2012 12:18 am

    Semoga dengan mengikuti peraturan yang ada kita bisa aman dan nyaman menkmati perjalan badah haji. Amiin…