Masjidil Haram Kembali Normal

29 December 2009 | Kategori: Berita

Republika

Republika

MEKKAH–Jumlah jemaah yang memadati Masjidil Haram ,Mekah pada saat musim haji kembali normal setelah seluruh rangkaian prosesi ibadah haji rampung dan sebagian besar jemaah haji sudah kembali ke negara masing-masing.

ANTARA melaporkan dari Mekah, Selasa, beberapa jam menjelang tengah hari tampak hanya beberapa ratus jemaah yang melakukan tawaf (mengitari Ka”bah tujuh kali) atau Sa”i (berjalan dan lari-lari kecil tujuh kali antara bukit Syafa dan Marwah).

Tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Mekah dan Sai adalah ritual rukun ibadah haji, sedangkan untuk melakukan ibadah Umrah (haji kecil) jemaah juga melakukan tawaf dan Sai.

Tidak seperti pada saat musim haji, jemaah dapat melenggang dengan leluasa melakukan tawaf karena hanya empat atau lima lapis barisan (saf) jemaah yang melakukan tawaf, tidak seperti pada musim haji dimana jemaah memadati sampai lingkar terluar dari Ka”bah.

Pada saat puncak musim haji diperlukan waktu sampai dua jam untuk melakukan Tawaf karena jemaah harus berjuang menerobos dinding ratusan ribu jemaah lain yangsama-sama bertawaf, terhalang jemaah yang memotong formasi saat usai Tawaf atau jemaah yang shalat atau diam diri untuk berdoa di jalur Tawaf di seputar Kabah.

Sekitar lima meter seputar dinding Ka”bah dipagari tembok dan di lingkar dalamnya tampak perugas sedang membersihkan dan mengepel dinding Kabah dengan menyingkapkan kiswa (kain pembungkus Kabah) bagian bawahnya.

Para petugas memberikan kesempatan jemaah secara bergiliran untuk mendekati dinding Kabah atau mencium Hajar Aswad (batu ruby yang diturunkan Allah) di salah satu sudut Ka”bah.

Jemaah yang mendapatkan kesempatan untuk mencium Hajar Aswad biasanya memohonsesuatu, mengadu, menyampaikan keluhan atau curhat kepada Allah atau juga menyampaikan titipan atau pesan doa dari sanak-kerabatnya.

Jangankan untuk mencium Hajar Aswad, untuk mendekati Kabah saja, pada musim haji, memerlukan perjuangan tersendiri bagi jemaah karena begitu mendekatinya, dihempaskan oleh gelombang manusia sesama jemaah lainnya.

Bahkan sebagian jemaah terutama wanita harus dibantu oleh sesama rombongan pria atau ada juga yang menggunakan joki yang membantu membukakan jalan bagi jemaah yang membayarnya.

Jemaah juga dapat melenggang dengan aman melakukan ritual Sai antara bukit Safa dan Marwah, tidak seperti saat puncak musim haji, selain berdesak-desakan, jemaah juga harus berhati-hati dari serudukan pengojek kursi roda pengangkut jemaah yang sakit atau uzur yang mengejar “storan” untuk mengangkut jemaah.

Masa panen pedagang saat musim haji juga sudah berakhir ditandai dengan tutupnya sebagian kedai makan dan toko-toko suvenir dan pernak-pernik haji di pusat pertokoan seputar kawasan Masjidilharam.

Jemaah yang beribadah di Masjidlharam sebagian adalah warga lokal atau sebagianlagi dari negara-negara sekitar Arab Saudi atau ada juga pendatang illegal yang berusaha tetap tinggal di Tanah Suci seusai musim haji.

Seluruh jemaah haji reguler Indonesia juga sudah sejak sepekan lalu meninggalkan Mekah, dan sampai hari ini tersisa sekitar 9.570 orang jemaah lagi yang akan diterbangkan ke tanah air dalam 25 kloter sampai 31 Desember, 2009.

Sebanyak l7 kloter terdiri atas 7.436 jemaah akan diterbangkan melalui bandara King Abdul Aziz Jeddah dan delapan kloter dengan 2.134 jemaah akan diterbangkan melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Ant/yto