Memahami Makna Ibadah Haji

16 May 2009 | Kategori: Berita

Republika

Republika

Dimensi ibadah haji yang perlu dipahami tidak hanya terfokus pada ritualnya semata, tapi juga hakikat dari seluruh ibadah yang diperintahkan Allah kepada manusia.

Rasulullah SAW pernah ber – sabda, ‘’Ambillah dari aku tata cara berhaji.’‘ Hadis Nabi tersebut menegaskan bahwa segala tata cara dalam berhaji sudah memiliki perincian maknanya masing-masing. ‘’Karena itu, para jamaah haji sangat perlu memahami makna tahapantahap an ibadah haji yang dilakukannya,’‘ kata Guru Besar IPB Bogor, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin MS.

Ia menjelaskan, ketika kita mema – kai pakaian ihram dan meng uman – dangkan talbiyah, itu merupakan cerminan komitmen kita untuk datang memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji. ‘’Pakaian ihram yang sama untuk seluruh jamaah haji juga memiliki makna bahwa kita semua sebagai umat Islam adalah sama di mata Allah,’‘ lanjut da’i kondang yang akrab dipanggil Kiai Didin itu.

Melaksanakan tawaf di Kabah dan berjalan mengitari Kabah sebanyak tujuh kali, lanjut Kiai Didin, memiliki makna bahwa umat Islam merupakan umat yang dinamis dan jujur. ‘’Tawaf yang dilaksanakan tujuh kali hanya di pelataran Ka’bah saja mencermin kan bahwa segala pekerjaan yang di – lakukan oleh umat Islam hendaknya selalu dilaksanakan di jalan Allah dan hanya berdasarkan petunjuk Allah SWT,’‘ tandas Ketua Umum BAZNAS itu.

Sedangkan berlari-lari kecil antara bukit Shafa den Marwah ketika sa’i, kata Didin, memiliki makna bahwa kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat Allah. ‘’Sama dengan Siti Hajar (istri Nabi Ibrahim) yang tidak berputus asa memohonkan keselamatan anaknya dan mencarikan air untuk anaknya, Ismail yang tengah menangis kehausan,’‘ paparnya.

Bagaimana dengan tahalul? Ritual haji tersebut pun mengandung makna yang sangat dalam. ‘’Mencukur rambut merupakan bukti syukur kita dan kepatuhan kita terhadap perintah Allah SWT dengan mengorbankan sesuatu yang amat kita sayangi. Dalam hal ini, mengorbankan hal yang kita cintai tersebut direpresentasikan oleh mencukur rambut,’‘ tuturnya.

Ia pun mengupas makna melempar jumrah, yakni agar kita menjauhkan diri dari segala sifat buruk yang biasa dimiliki setan. ‘’Segala sifat iri, dengki, sombong, dan takabur merupakan sebagian dari sifat buruk yang terda – pat dalam diri setan yang coba kita hilangkan dengan cara melempar jumrah,’‘ ungkapnya.

Selain memahami makna tahapantahapan ibadah haji, Didin juga mengingatkan para calon jamaah haji agar menghindari atau meninggalkan hal-hal yang dilarang, khususnya selama mengerjakan ibadah haji. ‘’Selama kita berhaji, janganlah berbicara kotor, jangan bercumbu, dan jangan saling berbantahan sesama umat Muslim. Tidak kalah pentingnya, jangan pernah menyombongkan diri,’‘ tegasnya.

Karena itulah, sebelum melaksanakan ibadah haji, para calon jamaah haji perlu meningkatkan pemahamannya tentang Islam maupun tatacara berhaji yang sebaik-baiknya. ‘’Lakukanlah persiapan dengan ba – nyak membaca buku dan bertanya kepada orang yang telah pernah menunaikan ibadah haji sebelumnya,’‘ Kiai Didin menyarankan.

Ustadz H Bobby Herwibowo, Lc mengatakan karena ibadah haji merupakan ibadah yang apabila mampu wajib dilaksanakan sekali seumur hidup, maka perlu pemahaman ilmu keagamaan yang baik. ‘’Ketika kita sedang melaksanakan rukun haji seperti tawaf, sa’i, dan melempar jumrah kita harus memahami hakikat dari rukun yang kita laksanakan tersebut,’‘ kata anggota Dewan Pengawas Syariah Baznas Dompet Dhuafa Republika.

Ia menambahkan, karena haji merupakan puncak dari seluruh perintah Allah, maka dimensi ibadah yang perlu dipahami tidak hanya terfokus pada haji semata tapi juga hakikat dari seluruh ibadah yang diperintahkan Allah kepada manusia. ‘’Ibadah haji tidak hanya tergantung pada pelaksanaan rukun dan wajibnya semata tapi juga harus dilengkapi dengan perbaikan akhlak yang semakin menuju kemu – liaan,’‘ jelas Bobby yang juga Direktur Program dan Pembimbing Haji dan Umrah Dompet Dhuafa Travel.

Al Amin Mulia Lestari Tawarkan Paket Super VIP
Mulai tahun 2009, biro perjalanan haji dan umrah Al Amin Mulia Lestari memiliki paket Super VIP. ‘’Sejauh ini sudah ada 60 orang jamaah yang mendaftar untuk berangkat haji bersama Al Amin tahun ini,’‘ ujar Nurmiatun Kadiman, Marketing Executive Al Amin Mulia Lestari.

Menurut Nurmiatun, salah satu keistimewaan paket Super VIP yang ditawarkan biro perjalanan yang berkantor di kawasan Buncit Raya, Jakarta Selatan ini, adalah hotel yang akan ditempati jamaah merupakan hotel bintang lima. Selain itu, jamaah haji Super VIP baru akan berangkat menjelang Idul Adha sehingga jamaah tidak terlalu lama berada di Tanah Suci. ‘’Untuk paket yang biasa, hotel yang dipergunakan berfasilitas bintang empat.

Selain itu, jamaah haji dengan paket keberangkatan yang biasa lebih lama karena mereka berangkat terlebih dahulu dibandingkan dengan jamaah Super VIP,’‘ lanjut Nurmiatun. Untuk persiapan manasik haji, Nurmiatun mengakui baru akan dilaksanakan setelah jamaah mendapatkan kepastian akan mem – peroleh kursi pada tahun ini. Apabila belum di – peroleh kepastian kursi dari Departemen Agama, menurut Nurmiatun, pihak Al Amin Mulia Lestari belum akan melakukan persiapan manasik bagi para jamaahnya.

‘’Kami merencanakan manasik haji pada bulan Juni, Juli, dan puncaknya setelah Idul Fitri. Pada persiapan akhir setelah Lebaran nanti kami akan mengadakan persiapan di Puncak, Bogor, selama tiga hari dua malam,’‘ jelas Nurmiatun. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan di Puncak tersebut, akan dijadikan kesempatan bagi para jamaah untuk saling bersosialisasi dan menjalin keakraban sebelum keberangkatan.

Dalam kesempatan tersebut, jamaah akan diberikan pengarahan teori sekaligus buku pan – duan dari Departemen Agama. ‘’Kami juga memiliki motivator yang akan berbicara pada jamaah sekaligus memberikan materi,’‘ jelas Nurmiatun.

Mengenai ibadah umrah, Nurmiatun menjelaskan bahwa Al Amin Mulia Lestari mulai memberangkatkan jamaah umrah 30 Maret yang lalu. ‘’Dalam sebulan kami memberangkatkan jamaah umrah minimal satu kali. Tapi, apabila menuruti jadwal yang ada, kami memberang – katkan jamaah umrah sebulan tiga kali atau setiap 10 hari sekali,’‘ ujarnya.

Untuk ibadah umrah, tersedia paket umrah selama sembilan hari atau 12 hari. Pesawat yang dipergunakan adalah Garuda Indonesia. Tidak ada persiapan khusus yang dilakukan sebelum berangkat umrah. ‘’Manasik hanya akan dilakukan satu minggu sebelum berangkat, tepatnya hari Sabtu sebelum keberangkatan,’‘ kata Nurmiatun.ci2/yto