Pedagang di Sekitar Masjidil Haram Kembali Diserbu

11 November 2011 | Kategori: Berita

Berbelanja oleh-oleh haji. (Republika/Desi Susilowati)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH – Kepadatan yang kembali muncul di area Masjidil Haram menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang. Tempat berjualan mereka kembali ramai. Sebelumnya, mereka sepi pembeli sekitar empat hari karena ditinggal jamaah haji untuk beribadah di kawasan Armina.

Kini, usai para jamaah melakukan prosesi puncak haji di Armina, para pedagang tersebut semakin senang. Pasalnya, banyak jamaah haji yang memborong barang dagangnya untuk oleh-oleh perjalanan hajinya.

Toko perhiasan emas merupakan salah satu yang diserbu pembeli. Meski harganya cukup mahal dan bahkan bisa berselisih seratus ribu rupiah per gramnya dengan harga di Tanah Air, perhiasan emas tetap diminati.

‘’Kalau di Surabaya, emas masih Rp 420 ribu per gramnya. Di sini bisa sampai Rp 500 ribu hinggga Rp 520 ribu per gramnya. Tapi tidak apa-apa, beli untuk kenang-kenangan ketika berhaji di Makkah ini,’’ kata Fadil, jamaah asal Surabaya, kepada wartawan Republika Muhammad Subarkah. Fadil mengaku membeli liontin seberat enam gram berbentuk Ka’bah di sebuah toko perhiasan yang ada di bawah Hotel Grand Tower Zamzam.

Sementara, kesibukan juga kembali dialami para petugas. Sekitar 6.000 pekerja kebersihan disebar di sekitar Masjidil Haram. Mereka secara terus menerus mengepel lantai, menyediakan gelas dan air zamzam yang ditaruh dalam tong plastik berwarna merah kekuning-kuningan. Selain itu, ratusan pemandu ziarah sibuk mengatur arus keluar masuk jamaah haji.

Pamflet dalam berbabagi bahasa juga disebarkan untuk memberikan informasi ibadah yang tersisa bagi jamaah haji. Buku-buku panduan ibadah seperti zikir  juga masih banyak dibagikan.

Redaktur: Johar Arief