Peminat Umrah Meningkat

7 February 2012 | Kategori: Berita

oleh: M Akbar

JAKARTA — Calon jamaah peminat ibadah umrah pada tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Sebagai akibatnya, jadwal keberangkatan Maret mengalami over permintaan dari jumlah kuota yang ada.  ”Tahun ini memang betul adanya peningkatan. Peminatnya memang besar,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Ahmad Kartono.

Penegasan dari Kartono ini sejalan dengan pernyataan dari Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), Baluki Ahmad. Baluki mengatakan, untuk jadwal kepergian ibadah umrah pada Maret memang sudah penuh.
Aktifitas tersebut sudah mulai terlihat sejak Januari ini. Meski Maret sudah dinyatakan penuh, namun untuk jadwal keberangkatan Februari justru mengalami situasi yang sebaliknya. ”Kelihatannya memang ada rasa ketakutan untuk awal Februari ini karena mereka cemas dengan masalah pengurusan visa sehingga semuanya menumpuk pada Maret,” ujarnya.
Kartono juga mengatakan, penumpukan pada Maret itu memang menjadi hal yang wajar. Para pengelola travel umrah, kata dia, sepertinya berupaya untuk mengantisipasi perubahan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi Arabia.

Hingga saat ini, dia sendiri masih belum mengetahui apakah akan ada perubahan kebijakan atau tidak dari pemerintah Saudi.
Sementara itu berdasarkan data dari biro perjalanan haji dan umrah yang tergabung di dalam Himpuh, Baluki mengatakan, jadwal umrah pada Maret-April telah menyerap sekitar 40 persen dari total jamaah pada tahun ini.

Ia memperkirakan, tahun ini jamaah umrah yang akan pergi ke Tanah Suci akan lebih dari 300 ribu jamaah. Dibandingkan dua tahun sebelumnya, jumlah tersebut mengalami peningkatan yang besar. Ia mengungkapkan, jumlah jamaah umrah pada 2011 sekitar 260 ribu. Sedangkan data yang diungkapkan oleh Kementerian Agama lewat Kartono, jumlahnya ada sebanyak 295 ribu.
Lalu untuk 2010, Baluki mengungkapkan, total jamaah yang beribadah umrah ada sekitar 180 ribu orang. Sementara dari dari Kementerian Agama melansir sebanyak 250 ribu.

Untuk musim umrah tahun ini, jamaah akan mulai diterbangkan pada Februari hingga Agustus. Ketua Bidang Visa Umroh Himpuh, Muhammad Wahyu, untuk harga beribadah umrah itu berkisar antara 1650 dolar AS sampai 1800 dolar AS untuk paket standar. Sedangkan paket eksekutif dengan layanan penginapan dan fasilitas berbintang lima, kata dia, harganya berkisar dari 2.000 – 2.500 dolar AS.

Di luar harga tersebut, Makara Wisata Travel Haji dan Umroh memberikan harga lebih miring lagi. Travel ini menyebut dirinya sebagai jasa layanan umrah backpaker. Hadi Fatahillah, general manager Makara Wisata Travel, mengungkapkan, pihaknya mematok harga antara Rp 10 juta sampai Rp 13 juta. Di luar paket backpaker tersebut, biro perjalanan haji dan umrah milik Universitas Indonesia ini juga memberikan paket eksekutif dengan harga sekitar Rp 17 juta.

Hadi mengakui adanya peningkatan peminat umrah. Sejak dua tahun terakhir membuka layanan umrah backpaker ini, dia mengaku, peminatnya mengalami peningkatan sekitar 50 persen dari tahun sebelumnya.

Pada tahun pertama, yakni 2010, jumlah yang berangkat ada sebanyak 250 orang. Setahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 400 orang. Untuk tahun ini, kata dia, jumlahnya masih belum banyak. ”Tetapi kami sangat yakin akan mengalami peningkatan juga,” ujarnya.

Hadi menjelaskan, untuk penyelenggaraan ibadah umrah tahun ini pihaknya memberangkatkan dua kelompok secara terpisah. Pemberangkatan pertama dilakukan pada Maret. Jumlah yang sudah terdaftar sebanyak 90 orang. Lalu kelompok berikutnya dilakukan pada Juli mendatang. Rombongan tersebut nantinya menghabiskan waktu di Tanah Suci sekitar 9-12 hari.
Ia mengaku, peminat umrah backpaker ini umumnya adalah kelompok usia remaja dan mereka yang sudah pernah beribadah ke Tanah Suci. ”Respons Alhamdulillah bagus karena hampir tiap tahun selalu mengalami peningkatan,” katanya.