Pemondokan Haji di Makkah Siap 90 Persen

16 October 2010 | Kategori: Berita


Makkah–Kesiapan pemondokan bagi jamaah Haji Indonesia sudah mencapai 90 persen, dan ada beberapa rumah yang masih ditempati diharapkan Minggu semua rumah yang akan dijadikan pemondokan bagi jamaah haji Indonesia sudah siap dihuni.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Cepi Supriatna di kantor urusan haji (TUH) Jeddah, Sabtu, mengakui ada 19 atau 20 rumah yang masih dihuni orang lain.

Rumah-rumah itu baru akan dihuni jamaah Indonesia untuk Kelompok Terbang (Kloter) terakhir, katanya.

Pihak Daker Mekkah, kata Cepi, menetapkan batas waktu empat hari sebelum gelombang pertama jamaah haji Indonesia tiba di Kota Mekkah, maka kunci seluruh pemondokan dan kamar sudah ditangan petugas.

Setiap hari terlihat kesibukan pengecekan bergilir di 374 rumah yang akan menampung 200.855 jamaah Indonesia, kata Wakil Kepala Daker Mekah bidang Perumahan Ahmad Jauhari.

Ia mengaku telah melakukan pengecekan di setiap pemondokan untuk melihat sarana prasarana apakah sudah lengkap disetiap rumah.

“Pengecekan dari kamar ke kamar, setiap hari dilakukan petugas, kapasitas kamar kembali diperiksa, demikian juga dengan berapa jumlah tempat tidur yang tersedia, kondisi AC, kamar mandi, dan ketersediaan air,” ia menjelaskan.

Untuk melayani Jamaah Indonesia di Mekkah dibentuk 12 sektor, 11 sektor di wilayah pemondokan dan 1 sektor khusus di seputar masjidil Haram .

Sebanyak 11 sektor yang terbagi di ring 1, (berjarak 2 km dari Masjidil Haram dan ring 2 sekitar 4 km dari Masjidil Haram), tersebar di Wilayah Mahbas Jin untuk sector 1, sector 2 di Wilayah Syisah, tiga wilayah Aziziah Syamaliah, sector 4 wilayah Aziziah Junubiah, dan sector 5 wilayah Jumaizah, Mabdah dan Rei Zakhir.

Sedangkan 7 sektor lainnya, yang berada di wilayah Jumaizah, Sulaimaniah dan Jarwal adalah sektor 6 dan sector 7 di wilayah Misfalah, sektor 8 di wilayah Bakhutmah, sektor 9 wilayah Nakasah, sektor 10 wilayah Hafair, dan sektor 11 di wilayah Jarwal.

Pemondokan jamaah haji Indonesia, dibanding tahun lalu, tahun ini lebih banyak yang berada di ring 1, yakni 63 persen. Sedangkan yang terletak di ring 2 sebanyak 37 persen. Tahun lalu sebaliknya, hanya 27 persen yang berada di ring 1 berjarak 2 kilometer.

antara/taufik rachman