Potongan Kuota Haji 20 Persen Untuk Semua Negara

17 June 2013 | Kategori: Berita

JAKARTA — Pemerintah Arab Saudi telah memangkas kouta haji pada 2013 hingga 20 persen untuk seluruh negara di dunia.

Pemerintah Indonesia akan terus berusaha melakukan negosiasi kepada pemerintah Saudi serta memberikan jaminan calon jamaah yang tidak berangkat pada tahun ini akan mendapat prioritas utama pada tahun depan.

”Pengurangan kuota haji tahun 2013 di seluruh dunia sebesar 20 persen dari kuota dasar sesuai kesepakatan negara OKI bagi seluruh negara pengirim jamaah haji tanpa kecuali,” kata Menteri Agama, Suryadharma Ali.

Menteri menjelaskan, pengurangan ini disebabkan keterlambatan penyelesaian rehabilitasi Masjidil Haram serta bertujuan untuk menjamin keselamatan jamaah haji.

Akibat dari keterlambatan ini, kata dia, kapasitas daya tampung tempat tawaf menjadi berkurang. ”Tempat tawaf yang semula dapat menampung 48.000 jamaah dalam satu jam, sekarang hanya dapat menampung 22.000 jamaah dalam satu jam,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada untuk kuota haji Indonesia pada tahun ini awalnya sebanyak 211 ribu jamaah. Jumlah itu terdiri dari 194.000 haji reguler dan 17 ribu haji khusus. Jika dikurangi 20 persen maka kuota jamaah haji Indonesia pada tahun 2013 hanya menyisakan 168.800 jamaah.

Terkait hal ini, Menteri Agama RI atas nama Pemerintah Republik Indonesia akan segera melakukan pembahasan langsung dan upaya diplomasi dengan Pihak Pemerintah Kerajaan Saudi.

Menurut menteri, upaya diplomasi khususnya akan dilakukan dengan Menteri Haji Arab Saudi dan pihak-pihak terkait di Arab Saudi agar ada dispensasi implementasi kebijakan tersebut bagi Indonesia. ”Seberapa banyak yang bisa kita usahakan, tentunya akan kita usahakan,” ujarnya.

Lebih jauh menteri mengatakan jika pemotongan tidak bisa dihindari maka pemerintah akan menjamin kepada jamaah yang terkena imbas pemotongan kuota untuk diberangkatkan pada 2014.

”Jika terjadi kenaikan BPIH 2014, itu tidak akan dibebankan kepada jamaah yang keberangkatannya tertunda. Tapi jika turun, selisihnya akan dikembalikan kepada jamaah,” janji menteri yang juga menjabat sebagai ketua umum PPP ini.

Rep: M Akbar