Propinsi DIY Berangkatkan 3.128 Calhaj

23 October 2009 | Kategori: Berita

YOGYAKARTA–Tahun ini Propinsi DIY memberangkatkan 3.128 calon jamaah haji (calhaj). Kakanwil Departemen Agama DIY Drs H. Afandi, MPdI mengatakan dari jumlah itu terdiri dari 500 orang dari Kota, 831 orang dari Bantul, 1277 orang dari Sleman, 252 orang dari Gunungkidul, dan 224 orang dari Kulon Progo. Serta masih ditambah 68 orang petugas haji dari pusat maupun daerah. ””Calhaj termuda berumur 18 tahun 8 bulan atas nama Maya Apriyani Binti Abdullah, yang berasal dari Sleman dan

akan berangkat pada kloter 19 SOC. Jamaah tertua adalah Atmo Wiyarjo bin Arjosetiko yang berumur 91 tahun 11 bulan, jamaah asal Jatirejo Sendangadi Mlati, Sleman yang akan berangkat pada kloter 22 SOC,””jelas Affandi, di sela-sela pamit haji bersama Gubernur DIY di Kepatihan, Jumat (23/10).

Dia mengatakan dari jumlah calhaj tersebut ada dua orang calhaj yang meninggal yaitu dari Sleman dan Kulon Progo. Sementara untuk daftar tunggu, kata Afandi sudah sebanyak 10.460 calhaj. ””Dengan demikian kuota haji DIY sampai 2012 sudah penuh. Dan untuk tahun 2013 ada 1256 orang yang masuk daftar tunggu,””ungkap dia.

Selanjutnya Afandi mengatakan para calhaj DIY ini terbagi dalam sembilan kloter. Untuk pemberangkatan pertama adalah kloter 17 yaitu tanggal 27 Oktober. Sementara untuk pemberangkatan terakhir kloter 70 pada tanggal 15 november. Diakui Affandi, calon haji DIY tersebut sebagian ditempatkan di pondokan ring satu yang jaraknya dengan Makkah hanya sekitar satu kilometer. Sedangkan yang paling jauh berjaraj sekitar empat sampai lima kilometer.

Calhaj tahun ini didominasi calhaj jamaah perempuan yakni sebanyak 51,13 persen, sedangkan calhaj laki-laki sebanyak 48,86 persen. Berdasarkan pendidikan didominasi oleh pendidikan SMA yakni 26,91 persen. Sedangkan dari kategori umur didominasi oleh umur 51-60 tahun yakni sebanyak 30,80 persen.

Haji Selaraskan Kehidupan Sosial

Sementara itu Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X dalam sambutannya mengatakan hikmah dari ibadah haji ini adalah menyelaraskan putaran antara kehidupan sosial yang didasari dengan iman dan takwa. ””Jamaah haji adalah orang-orang yang terpilih atau dalam istilah Jawa Satriyo Pinilih. Amal soleh dalam ibadah haji hendaknya diteguhkan menjadi komitmen dalam kehidupan sosial masyarakat,””kata dia.

Sultan juga berpesan agar para jamaah dapat menunaikan ibadahnya secara khusyuk sehingga menjadi haji yang mabrur. ””Semoga para jamaah menjadi seorang muslim yang kokoh baik secara spiritual maupun sosial,””tutur Gubernur DIY ini. nri/taq