Proses Imigrasi Bandara Arab Saudi Melelahkan Jemaah

30 October 2009 | Kategori: Berita

pasporJEDDAH–Proses imigrasi di bandara Arab Saudi yang memakan waktu berjam-jam cukup melelahkan jemaah calon haji yang memang sudah letih sebelumnya karena perjalanan panjang dalam penerbangan dari bandara embarkasi di tanah air.

ANTARA melaporkan dari Jeddah, Kamis, setibanya di Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, jemaah melakukan antrian panjang untuk diperiksa petugas imigrasi bandara mengenai kelengkapan dan kecocokan dokumen imigrasi mereka seperti paspor, visa masuk dan kartu kedatangan (entry card).

Pada “entry card” terdapat enam carik sobekan (stroke) berisi nomor kode (bar code)satu lembar masing-masing ditempel di lembar paspor hijau, di lembar E paspor daftar administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH – dulu paspor haji) dan di kartu keluar (exit
card) dari Bandara Arab Saudi.

Dua sobekan lainnya diserahkan pada petugas kementerian haji Arab Saudi, Maktab Wukala (pengelola penyelenggara haji di Jeddah) dan pengelola transportasi (Naqaba).

Jemaah kemudian harus melakukan pengambilan sidik jari (10 jari) dan difoto, lalu menuju ruang bagasi untuk mengambil barang masing-masing, dan setelah itu menuju pintu keluar melewati pemeriksaan oleh petugas kementerian haji dan Maktab Wukala.

Proses berikutnya, jemaah menuju ruang tunggu dan setelah seluruh jemaah dalam satu kloter lengkap, mereka diberangkatkan menuju Madinah dengan bus-bus yang sudah disiapkan oleh Naqaba.

Jika masih ada waktu, selama menanti keberangkatan ke Madinah, jemaah dapat melakukan shalat, mandi atau melakukann aktivitas lainnya dan sebelum menaiki bus, jemaah diperiksa kembali dokumen dan “bar code”-nya.

Setelah penerbangan belasan jam dari tanah air, jemaah masih harus menempuh perjalanan darat sekitar enam sampai tujuh jam menuju Madinah yang berjarak sekitar 450 km dari Jeddah.

Di Madinah, jemaah akan melakukan shalat Arbain (shalat berjamaah di Mesjid Nabawi selama 40 waktu) sebelum bergeser ke Mekah untuk mengikuti rangkaian proses ibadah haji selanjutnya
yakni umrah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, melontar jumrah, tawaf(tujuh kali mengelilingi Ka”bah) dan sa”i (lari-lari kecil tujuh putaran antara bukit Shafa dan Marwah.

Menurut Kadaker Jeddah Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) Subhan Cholid,tidak dapat dihindari adanya tambahan waktu sekitar lima sampai tujuh menit untuk setiap jemaah dengan diberlakukannya kebijakan baru pengambilan sidik jari dan foto.

Jadi, jika proses imigrasi normal memakan waktu sekitar dua jam, pengambilan sidik jari dan foto, akan memperpanjang waktu pemeriksaan imigrasi menjadi empat sampai lima jam setiap
kloter.

Ditambah lagi dengan belum berfungsinya sebagian pintu gerbang (gate) di Bandara KAA karena sedang direnovasi sehingga jumlah konter pemeriksan kurang memadai, agaknya memang sulit untuk mempersingkat proses pemeriksaan dokumen keimigrasian di bandara debarkasi Arab Saudi.

Keterlambatan
Belum lagi bila terjadi keterlambatan pesawat, seperti yang dialami pada kloter 7 embarkasi Makassar/Ujungpandang, jemaah haji menempuh perjalanan total sekitar 29 jam untuk mencapai
Madinah.

Pesawat Airbus A330 yang berangkat dari bandara embarkasi Ujung Pandang, Rabu pukul10.15 waktu setempat mengalami keterlambatan akibat gangguan pada unit akselerasi (Accceleration Power Unit – APU) saat transit dan mengisi bahan bakar di Batam.

Jadi penerbangan dari Makassar (berangkat pukul 10.15 ke Jeddah (tiba pukul 23.30 waktu setempat atau pukul 03.30.00 dinihari di Makassar memerlukan waktu 17 jam lima belas menit, ditambah proses imigrasi lima jam, istirahat sekitar satu atau dua jam di
bandara KAA dan perjalanan sekitar tujuh jam Jeddah – Madinah, jemaah calhaj total menempuh perjalanan sekitar 29 jam untuk mencapai Madinah. Ant/yto