Umrah atau Haji Lebih Dulu?

19 February 2013 | Kategori: Berita

JAKARTA — “Mana lebih penting umrah dulu atau haji?” Pertanyaan ini terlontar dari salah satu calon jamaah haji asal Depok, Jawa Barat, saat mengikuti manasik haji. Ia menanyakan hal itu karena di Indonesia saat ini banyak  umat Muslim yang melaksanakan umrah terlebih dulu sebelum berhaji.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (FKKBIH), Qasim Shaleh, yang harus diprioritaskan oleh umat Muslim adalah berhaji. Mengapa? Karena sesuai dengan Alquran surat Ali Imran ayat 97 disebutkan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dari firman tersebut diketahui bahwa haji merupakan kewajiban bagi orang Muslim yang tergolong mampu secara fisik, ekonomi, dan psikis. “Jadi, sesuai yang tertera dalam firman Allah SWT tersebut, haji merupakan hal yang wajib dan harus menjadi prioritas untuk dilaksanakan dibandingkan umrah,” ujarnya  kepada Republika, pekan lalu.

Namun, pada kondisi seperti sekarang, di mana daftar tunggu (waiting list) jamaah haji cukup panjang, hingga tujuh tahun ke depan, maka tidak masalah jika umat Muslim lebih memilih melaksanakan umrah terlebih dahulu. “Tujuannya agar tidak terjadi kegamangan,” ujarnya.

Data Kementerian Agama menyebutkan  bahwa jumlah calhaj yang masuk daftar  tunggu sudah mencapai 1,4 juta orang. Jika kuota haji Indonesia sebanyak 230 ribu jiwa per tahun, maka daftar tunggu ini baru akan terpenuhi paling cepat enam tahun ke depan. Bahkan di sejumlah daerah ada daftar tunggu yang sudah mencapai 10 tahun.

Dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, sebut pimpinan KBIH Khazanah Mandiri ini, jamaah bakal bisa memiliki gambaran tentang kondisi lapangan ketika  berada di Tanah Suci. “Biasanya yang melaksanakan umrah ini adalah umat Muslim yang tingkat ekonominya lebih mampu,” ujarnya.

Apalagi jika calon jamaah yang masih menunggu tiga sampai sepuluh tahun itu takut jika usianya berakhir sebelum berhaji. Maka, lanjut dia, tidak jadi masalah jika sebagian di antara mereka memilih umrah terlebih dahulu. “Tapi, daripada tidak sama sekali, lebih baik umrah dulu,” tambahnya. Walaupun begitu, Qasim menegaskan haji tetap menjadi prioritas utama.