Wewenang Informasi Kesehatan Jamaah Haji Otoritas Kemenkes

25 October 2011 | Kategori: Berita

Jamaah haji Indonesia di Makkah. Foto: Republika/Muhammad Subarkah

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi menegaskan pihaknya memiliki otoritas tunggal untuk mengumumkan informasi kesehatan jamaah haji di Makkah dan Madinah.

Menteri Kesehatan, DR Abdullah Al-Rabeeh, menyatakan hal tersebut akan berlaku selama musim haji tahun ini. “Permasalahan kesehatan seperti epidemik atau keracunan makanan massal di antara para jamaah akan dikomunikasikan kepada publik hanya oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Abdullah Kepada Komite Pelayanan Kesehatan Haji, Senin (24/10), seperti dikutiplaman arabnews.com.

Menurutnya, melayani tamu Allah menjadi prioritas untuk saat ini. Pihaknya bertekad menyediakan layanan kesehatan terbaik untuk para jamaah dengan kemudahan dan kenyamanan yang maksimal selama pelaksanaan haji.

Untuk musim haji tahun ini, Kementerian Kesehatan Saudi telah merekrut 20.000 orang dari berbagai bidang yakni medis, teknis, administrasi. Termasuk 441 tenaga medis dengan spesialisasi tertentu.

Sebagai langkah preventif untuk menghadapi gejala penyakit epidemik, kementerian menempatkan petugas di 14 titik untuk memonitor kondisi kesehatan jamaah haji. Para petugas ini akan memastikan jamaah telah mendapatkan semua vaksinasi yang disyaratkan. Untuk mereka yang belum dapat vaksin, akan mendapatkan suntikan di titik masuk untuk mencegah mereka dari berbagai penyakit menular.

Sebelumnya, kementerian mengumumkan 80 pusat kesehatan di Arafat, Mina, dan Muzdalifah telah siap menerima para jamaah selama musim haji. Sekarang ini, kementerian telah memperbaiki semua pusat kesehatan sehingga siap untuk beroperasi selama prosesi haji.

Redaktur: Chairul Akhmad
Repoter: A Syalaby Ichsan