<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Angkutan Haji</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/category/berita/angkutan-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 02:27:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Hampir 79.000 Jemaah Haji Indonesia Sudah Kembali ke Tanah Air</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/16/hampir-79-000-jemaah-haji-indonesia-sudah-kembali-ke-tanah-air/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/16/hampir-79-000-jemaah-haji-indonesia-sudah-kembali-ke-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 23:43:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2370</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH- &#8211; Maskapai penerbangan Garuda sejak 2 Desember telah menerbangkan 77.800 jemaah haji dalam 216 kloter atau sekitar 40,5 persen dari seluruhnya 478 kloter (l92.000) haji reguler pada musim haji 1430H. Data dari Konsul Haji Indonesia di Jeddah mengungkapkan, masih ada 262 kloter lagi dengan 114.200 jemaah yang akan diberangkatkan sampai 1 Januari 2010. Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-959" title="Pesawat Garuda Siap Menerbangkan Calon Jamaah Haji" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/08/haji-pesawat1.jpg" alt="Pesawat Garuda Siap Menerbangkan Calon Jamaah Haji" width="400" height="246" />JEDDAH- &#8211; Maskapai penerbangan Garuda sejak 2 Desember telah menerbangkan 77.800 jemaah haji dalam 216 kloter atau sekitar 40,5 persen dari seluruhnya 478 kloter (l92.000) haji reguler pada musim haji 1430H.<br />
Data dari Konsul Haji Indonesia di Jeddah mengungkapkan, masih ada 262 kloter lagi dengan 114.200 jemaah yang akan diberangkatkan sampai 1 Januari 2010.<br />
</span></p>
<p><span>Jika sampai l6 Desember seluruh jemaah diterbangkan dari bandara debarkasi King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, sejak l7 Desember 140 kloter akan diberangkatkan melalui dua bandara debarkasi yakni KAA Jeddah dan 122 kloter melalui bandara debarkasi Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.<br />
</span></p>
<p><span>Sementara itu Kepala Daker Jeddah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Subchan Cholid mengemukakan bahwa kepadatan frekuensi penerbangan melalui bandara KAA Jeddah mulai berangsur-angsur longgar dengan telah pulangnya sebagian jemaah haji khususnya dari negara-negara tetangga Arab Saudi seperti Turki, Tanzania,<br />
Sudan dan negara-negara di jazirah Arab lainnya.<br />
</span></p>
<p><span>Sejak pekan-pekan pertama kepulangan jemaah terjadi kelambatan pemberangkatan pesawat sekitar tiga sampai lima jam dari jadwal semula akibat tingginya frekuensi penerbangan sehingga pesawat sulit mendapatkan areal parkir (parking slot) dan terjadinya kongesti penumpang di pintu-pintu masuk (gate) bandara.<br />
</span></p>
<p><span>Garuda sendiri menerbangkan antara 14 sampai 20 kloter sehari dari bandara KAA Jeddah sampai pekan kedua Desember,sedangkan mulai l6 Desember hanya sekitar lima sampai sembilan penerbangan dari bandara KAA Jeddah dan jumlah yang sama dari bandara AMAA Madinah.<br />
</span></p>
<p><span>Jemaah yang diberangkatkan dari Mekah dengan bus-bus sewaan (sekitar 70 Km) menginap dulu semalam di hotel transito di Jeddah sebelum mereka diterbangkan ke tanah air.<br />
</span></p>
<p><span>Menurut catatan, tersebarnya jemaah di tujuh hotel transito cukup menyulitkan pengaturannya, misalnya terjadi keterlambatan-keterlambatan untuk mencari alamat hotel karena supir bus-bus yang membawa mereka dari Mekah belum mengenal jalan-jalan di kota Jeddah.<br />
</span></p>
<p><span>Untuk itu, di masa-masa mendatang, sejumlah pihak mempertimbangkan penggunaan kembali pool transito haji di Madinatul Hujaj, Jeddah walaupun fasilitas dan kondisi bangunannya harus direnovasi dan diperbaiki.<br />
Kompleks Madinnatul Hujaj yang diwakafkan oleh Raja Khalid, Arab Saudi untuk keperluan urusan haji saat ini sebagian digunakan oleh PPIH untuk pool kendaraan dan Balai Pengobatan Haji (BPHI), selebihnya digunakan oleh tim-tim haji dari beberapa negara lainnya.<br />
</span></p>
<p><span>Pada musim haji 1430 Hijriah , Indonesia mengirimkan sekitar 209.000 jemah haji, l92.000 adalah program haji reguler (Biaya Perjalanan Ibadah Haji, dulu ONH), sekitar 17.000 haji nonreguler (nonBPIH, dulu ONH Plus) dan sekitar 1.000-an haji nonkuota yang diberangkatkan biro-biro swasta tanpa koordinasi dengan Departemen Agama. Ant/yto<br />
</span></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/16/hampir-79-000-jemaah-haji-indonesia-sudah-kembali-ke-tanah-air/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/16/hampir-79-000-jemaah-haji-indonesia-sudah-kembali-ke-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua perusahaan yang mengirimkan haji nonkuota telantarkan jamaah.</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dua-perusahaan-yang-mengirimkan-haji-nonkuota-telantarkan-jamaah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dua-perusahaan-yang-mengirimkan-haji-nonkuota-telantarkan-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 03:43:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2238</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH &#8212; Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberi sanksi pengirim haji nonkuota nakal. &#8221;&#8221;Baik penyelenggara ibadah haji perorangan maupun perusahaan,&#8221;&#8221; ujar Kepala PPIH Daker Kerja Makkah, Subakin AM, kemarin (4/12). Menurut Subakin, saat ini ada sekitar 40-an jamaah haji non-kuota yang belum jelas kepastian pulangnya. PPIH Daker Makkah akan berkoordinasi dengan Konsulat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>MAKKAH &#8212; Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan memberi sanksi pengirim haji nonkuota nakal. &#8221;&#8221;Baik penyelenggara ibadah haji perorangan maupun perusahaan,&#8221;&#8221; ujar Kepala PPIH Daker Kerja Makkah, Subakin AM, kemarin (4/12).</p>
<p>Menurut Subakin, saat ini ada sekitar 40-an jamaah haji non-kuota yang belum jelas kepastian pulangnya. PPIH Daker Makkah akan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI di Jeddah untuk menentukan tindakan selanjutnya terhadap jamaah yang telantar itu.</p>
<p>Berdasarkan data dari <em>muasasah</em> , ada sekitar 3.000 jamaah haji nonkuota dari Indonesia. &#8221;&#8221;Mereka sudah membayar mahal, minimal 55 ribu dolar AS, di sana telantar dan juga menyusahkan jamaah lainnya,&#8221;&#8221; tegas  <em>amirul hajj</em> , Bahrul Hayat, di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu dini hari.</p>
<p>Selain menelantarkan jamaah, biro perjalanan itu juga mengaku sebagai biro penyelenggara haji khusus. &#8220;Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap paling tidak dua lembaga seperti itu,&#8221; ujar Subakin.</p>
<p>Dua lembaga itu tidak mengantongi izin sebagai biro penyelenggara haji khusus yang terdaftar di Departemen Agama. &#8220;Perusahaan mereka ilegal. Modalnya hanya perusahaan travel biasa yang tidak terdaftar,&#8221; tambah Subakin.</p>
<p>Menurut Subakin, PPIH Daker Makkah sedang memanggil pihak-pihak terkait, sesuai yang dilaporkan jamaah korban. Jamaah nonkuota bernama Abdul Salam Ahmad merasa ditipu pengurus biro perjalanannya. Ia yang membayar sekitar Rp 60 juta itu ditelantarkan selama di Tanah Suci dan tidak ada kepastian pulang.</p>
<p>Abdul Salam berencana mengadu ke polisi dan Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) setibanya di Tanah Air. &#8220;Saya ditinggalkan begitu saja tanpa paspor dan tiket untuk pulang, padahal rombongan saya sudah pulang menuju Jeddah sejak dua hari lalu,&#8221; ujar pria asal Gowa, Sulawesi Selatan, ini.</p>
<p>Pria yang kini tinggal di Tasikmalaya, Jawa Barat, ini berangkat ke Tanah Suci pada 7 November 2009. Namun ia telantar bersama puluhan jamaah haji non-kuota lainnya di Makkah Al Mukarramah. Saat ia sakit di pemondokannya, bantuan medis tak kunjung dia dapatkan.</p>
<p>Pihak keamanan PPIH Makkah sudah membuat berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap Cecep Kholil seorang yang diduga andil menelantarkan jamaah. Dia dilaporkan Abdul Salam dengan tuduhan menelantarkan dirinya.</p>
<p>Berkaitan dengan jamaah nonkuota ini, Bahrul Hayat mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur iming-iming berangkat ke Tanah Suci menggunakan  <em>calling visa</em> atau yang disebut haji nonkuota. &#8221;&#8221;Ini bukannya haji plus, tapi memang benar-benar plus penderitaan,&#8221;&#8221; kata Bahrul.</p>
<p>Menurut Bahrul, jumlah  <em>calling visa</em> yang dikeluarkan Pemerintah Saudi untuk seluruh dunia sekitar 2.500. &#8221;&#8221;Nah ini untuk Indonesia saja ditemukan 3.000 jamaah nonkuota yang menggunakan  <em>calling visa</em> ini. Jelas ini merupakan permainan dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab,&#8221;&#8221; ujar Bahrul.</p>
<p><strong>Lima kasus flu babi</strong><br />
Tim investigasi Departemen Kesehatan menemukan lima kasus influenza A H1N1 atau flu babi pada jamaah haji Indonesia. Dari kasus itu, tiga penderita sudah dinyatakan sehat dan kembali ke kloter masing-masing dan dua kasus berikutnya saat ini masih diobservasi oleh petugas kesehatan.</p>
<p>&#8220;Dari dua kasus tersebut, satu kasus sudah pulang dari RS Arab Saudi, saat ini masih di observasi di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah dalam kondisi sehat,&#8221; ujar Sekretaris Jenderal Departemen Kesehatan, dr Sjafi&#8221;i Ahmad MPH, di Madinah, Arab Saudi, kemarin (4/12).</p>
<p>Ketua Tim Pengawasan, Pengendalian, dan Pelaporan (Wasdal) Pelayanan Kesehatan Haji itu mengatakan satu pasien lagi masih dirawat di RS Arab Saudi. Kelima penderita kasus H1N1 terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua perempuan. siwi tri/rahmat santosa ed priyan/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dua-perusahaan-yang-mengirimkan-haji-nonkuota-telantarkan-jamaah/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dua-perusahaan-yang-mengirimkan-haji-nonkuota-telantarkan-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirjen PHU Slamet Riyanto : Jemaah Jangan Lakukan Tindakan yang</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dirjen-phu-slamet-riyanto-jemaah-jangan-lakukan-tindakan-yang/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dirjen-phu-slamet-riyanto-jemaah-jangan-lakukan-tindakan-yang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 03:18:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2232</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH&#8211;Menanggapi peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. &#8220;Kalau terjadi delay pesawat, petugas penerbangan harusnya tampil ke depan menjelaskan kepada jemaah sejelas-jelasnya,&#8221; kata Slamet Riyanto saat memberikan keterangan pers kepada MCH [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1994" title="slamet-riyanto" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/slamet-riyanto.jpg" alt="slamet-riyanto" width="325" height="246" />MADINAH&#8211;Menanggapi peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. &#8220;Kalau terjadi delay pesawat, petugas penerbangan harusnya tampil ke depan menjelaskan kepada jemaah sejelas-jelasnya,&#8221; kata Slamet Riyanto saat memberikan keterangan pers kepada MCH di Madinah, Ahad (6/12).</p>
<p>Kepada jemaah haji, Slamet Riyanto meminta, agar jangan melakukan tindakan-tindakan yang tak terkontrol, apalagi penganiyaan terhadap petugas. &#8220;Jemaah sedang melakukan perjalanan ibadah, jadi harus dapat menghadapi ujian dan tantangan,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Slamet Riyanto mengatakan, jangan sampai perjalanan ibadah yang baru dilaksanakan tersebut, menjadi kehilangan nilai dan rusak akibat emosi tak terkontrol. &#8220;Tuntunan agama mengajarkan kita, untuk niat yang tulus, ikhlas dan selalu sabar,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto menyadari, delay pesawat itu sangat tidak menyenangkan. Apalagi sebagian besar jemaah masih dalam kondisi lelah. &#8220;Kalau terjadi delay, saya minta perusahaan penerbangan yang paham secara teknis meberikan penjelasan kepada jemaah. Jangan biarkan jemaah dalam kondisi tak menentu,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Sementara itu Dr.H.Wakhudin seorang pengamat perhajian berpendapat, dalam melaksanakan ibadah haji, tantangannya memang sangat berat, selain menyita waktu, tenaga dan biaya, juga letak geografis, budaya dan adat istiadat saling bersentuhan, termasuk kemampuan menikmati ketidaknyamanan.</p>
<p>Saat Rasulullah berhaji, kata Wakhudin, tantangannya jauh lebih berat lagi, karena pada waktu itu, kota Mekkah masih dikuasai orang kafir quraisy, sehingga Rasulullah tinggal di Hudaibiyah, 30 km dari kota Mekkah. &#8220;Karena itu perjalanan ibadah haji mensyaratkan kesabaran dan berprilaku baik bagi setiap orang yang melakukannya,&#8221; ucapnya. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dirjen-phu-slamet-riyanto-jemaah-jangan-lakukan-tindakan-yang/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/07/dirjen-phu-slamet-riyanto-jemaah-jangan-lakukan-tindakan-yang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peristiwa Kloter 10 SUB di Bandara KAA Sudah Ditindaklanjuti</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/peristiwa-kloter-10-sub-di-bandara-kaa-sudah-ditindaklanjuti/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/peristiwa-kloter-10-sub-di-bandara-kaa-sudah-ditindaklanjuti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 07:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2235</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Berupa pengeroyokan terhadap salah seorang petugas PPIH Indonesia, selanjutnya kejadian ini sudah diminta untuk ditindaklanjuti oleh pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Jawa Timur, karena jamaah sudah diterbangkan ke debarkasi asal. Wakil Ketua Bidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JEDDAH&#8211;Peristiwa memalukan dilakukan sekelompok jamaah haji Indonesia Kloter 10 Surabaya (SUB) di Bandara King Abdul Aziz (KAA), Jeddah, Sabtu (5/12). Berupa pengeroyokan terhadap salah seorang petugas PPIH Indonesia, selanjutnya kejadian ini sudah diminta untuk ditindaklanjuti oleh pihak Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Jawa Timur, karena jamaah sudah diterbangkan ke debarkasi asal.</p>
<p>Wakil Ketua Bidang Keamanan PPIH Arab Saudi/Dansatops Armina, Letkol Abu Haris, saat ditemui wartawan Minggu (6/12) mengatakan pihaknya dalam kasus ini sudah menghubungi dan meminta Kakanwil Depag Jatim, Imam Haramain untuk dilakukan pembinaan terhadap kelompok ini, terutama tokoh yang diduga &#8220;menggerakkan&#8221; kejadian tersebut. Karena yang bersnagkutan bersama kloternya sudah diterbangkan.</p>
<p>&#8220;Kami sudah menghubungi Kakanwil Depag Jatim, Pak Iman Haromain, untuk dilakukan pembinaan terhadap kelompok ini tertutama Mus, 73 tahun, salah seorang pemilik KBIH yang diduga sebagai `penggerak` peristiwa ini. Untuk memperkuat pengamanan di bandara kami sudah mem- BKO- kan Mayor Mustanji, ditambah dua lagi yang kita ambil dari Makkah untuk bertugas dalam satu minggu kedepan,&#8221; kata Abu Haris.</p>
<p>Abu Maris meminta hal seperti itu, karena ada dugaan kelompok ni juga bikin onar di Makkah. memukul sopir bis karena datang terlambat, dan merusak tempat tidur. Diduga kelompok ini pula yang melakukan hal serupa di Tanah Suci tahun lalu. &#8220;Kita akan dalami kejadian itu, apakah benar seperti itu. Itu kan baru laporan sementara yang sifatnya sepihak,&#8221; kata Abu Haris.</p>
<p>Seperti diketahui, pada Sabtu, sekitar pukul 13.45 Waktu Arab Saudi (WAS) terjadi ketegangan di areal Posko jamaah haji Indonesia di Bandara KAA. Salah seorang petugas PPHI Indonesia saat itu berusaha memberi pengertian, sedang menghubungi wakil-wakil dari Saudia, karena kloter ini diterbangkan Saudia Airline. Padatnya penerbangan haji membuat tidak hanya jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia yang tertunda, termasuk jamaah dari Turki, China, Nigeria, Pakistan, India dan lainnya, sehingga Bandara KAA penuh sesak.</p>
<p>Awalnya jamaah bisa menerima dan memahami. Tetapi ketika petugas pergi mengambil air wudhu yang lokasinya tidak jauh dari Posko Haji Indonesia untuk sholat dzuhur, mereka mengikutinya. Di tempat wudhu itu, menurut saksi mata, petugas PPIH tadi dikeroyok. Petugas berusaha meloloskan diri dan lari ke depan Balai Pengobatan Haji Indonesia (PBHI), namun terus dikejar, bahkan salah satu dari pengeroyok menghantam dengan kursi. Beberapa jamaah dari Kloter lain dan petugas keamanan PPIH kemudian melerainya.</p>
<p>Ketegangan terjadi di Kloter 10 akibat perbedaan pendapat antara mereka. Saat pesawat &#8220;delay&#8221; empat jam pihak Saudia memberikan snackj, kemudian karena mengalami dua kali &#8220;delay&#8221; dan kemungkinan akan terbang pukul 17.00 ditawarkan untuk istirahat di hotel. Kelompok Bojonegoro, Batu, Malang setuju, tetapi sebagian kecil jamaah kelompok Surabaya yang berjumlah hanya sekitar 20 orang tidak setuju, mereka ingin tetap di Bandara.</p>
<p>&#8220;Saya tak butuh snack, tak butuh makanan, saya mau terbang. Carikan pesawat. Bagaimana ini, keluarga saya sudah menjemput di Surabaya, di rumah sudah potong sapi, tiba-tiba terbangnya ditunda. Ini kan kacau jadinya. Biar Presiden SBY tahu soal ini,&#8221; kata salah seorang darinya berulang-ulang.</p>
<p>Ketua Kloter 10 Moch Maqtur Chotim mengatakan dalam situasi seperti ini, pihaknya sudah berulang kali memberi pengertian, terutama tentang hak-hak penumpang saat pesawat &#8220;delay&#8221;. &#8220;Mayoritas mengerti dan paham, tapi nyatanya ada sebagian kecil yang sulit diberi pengertian,&#8221; katanya. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/peristiwa-kloter-10-sub-di-bandara-kaa-sudah-ditindaklanjuti/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/peristiwa-kloter-10-sub-di-bandara-kaa-sudah-ditindaklanjuti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengurangan Penerbangan Belum Menolong Kelancaran Pemulangan Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/pengurangan-penerbangan-belum-menolong-kelancaran-pemulangan-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/pengurangan-penerbangan-belum-menolong-kelancaran-pemulangan-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 01:33:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2225</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Sekalipun sudah cukup banyak pengurangan jumlah penerbangan dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, tetapi masih juga belum bisa menolong kelancaran pemulangan jamah haji, termasuk jamaah dari Indonesia. pengelola Bandara KAA, Bin Ladin Group, tahun ini sudah mengantisipasi persoalan padatnya penerbangan. Demi kelancaran penerbangan pemulangan haji ke seluruh penjuru dunia, penerbangan internasional reguler untuk memberi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-443" title="h-130" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/05/h-130.jpg" alt="h-130" width="325" height="184" />JEDDAH&#8211;Sekalipun sudah cukup banyak pengurangan jumlah penerbangan dari Bandara King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, tetapi masih juga belum bisa menolong kelancaran pemulangan jamah haji, termasuk jamaah dari Indonesia.</p>
<p>pengelola Bandara KAA, Bin Ladin Group, tahun ini sudah mengantisipasi persoalan padatnya penerbangan. Demi kelancaran penerbangan pemulangan haji ke seluruh penjuru dunia, penerbangan internasional reguler untuk memberi prioritas penerbangan haji sudah dikurangi dari tahun lalu 215 penerbangan kini menjadi 114 penerbangan setiap hari.</p>
<p>Namun pengurangan jumlah penerbangan tersebut belum bisa menjamin kelancaran pemulangan jamaah haji, sehingga masih ada jamaah yang harus menunggu lebih dari dua jam dari jadwal. Salah satu jamaah yang mengalami nasib kurang beruntung adalah jamaah Kloter 3 Batam.</p>
<p>Seharusnya jamaah ini sudah diterbangkan Jumat 4 Desember 21.05 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun sampai Sabtu sore belum diterbangkan. Menurut salah satu ofisial dari penerbangan Saudia di KAA, jamaah ini sudah mendapat penanganan sebagaimana mestinya. Sesuai ketentuan jika terlambat lebih empat jam, mereka harus diinapkan ke hotel dan mendapatkan akomodasi, makan dan minum.</p>
<p>Persoalan tersebut juga menyentuh jamaah Indonesia lainnya, yaitu Kloter 10 dan 11 Surabaya. Kloter 10 ini membawa 448 jamaah asal, Bojonegoro, Situbondo, Malang dan Kota Batu, termasuk seorang jamaah tanazul (pulang lebih cepat) karena menderita sakit stroke ringan.</p>
<p>Kloter 10 SUB seharusnya terbang pukul 05.00 WAS, tetapi sampai pukul 13.30 belum juga diterbangkan. Mereka dijanjikan pukul 17.00 akan diterbangkan. Sambil menunggu waktu, mereka ditawari untuk diinapkan ke hotel. Namun para jamaah tidak bersedia dipindahkan ke hotel. Mereka lebin senang di Bandara KAA,&#8221; kata Ketua Kloter 10 SUB, Moch Maqfur Chotim.  &#8220;Saya sendiri berasumsi, janji Saudia menerbangkan setelah pukul 17.00, bukan jaminan,&#8221; kata Maqfur Chotim.</p>
<p>Kesepakatan anggota kloter itu ternyta juga menjamin suasana nyaman. Ada beberapa jamaah ingkar. Sekitar cpukul n15.30 WAS suasana menjadi riuh dan mengundang perhatian beberapa jamaah lain. Sejumlah jamaah tidak peduli kesepakatan, berteriak protes kepada Departemen Agama, bukan kepada pihak Saudia yang seharusnya memberangkatkannya.</p>
<p><strong>Penerbangan padat</strong></p>
<p>Pihak Saudia, melalui salah satu petugasnya di Bandara KAA saat dikonfirmasi, menyatakan keterlambatan pemberangkatan tersebut karena adanya faktor teknis di lapangan, bukan ada kerusakan pada pesawat.</p>
<p>Petugas yang tidak mau disebut jati dirinya itu menekankan bahwa padatnya arus penerbangan, terbatasnya tempat parkir pesawat, terbatasnya gate, serta ketatnya pemeriksaan barang bawaan merupakan matarantai keterlambatan pemulangan jamaah.</p>
<p>&#8220;Satu sama lainnya saling terkait, tetapi kami menjamin tidak ada kerusakan pesawat sehingga pemulangan jamaah terhambat,&#8221; katanya kepada sejumlah wartawan Indonesia.</p>
<p>Sementara itu dari operasional pesawat garuda dalam pemulangan haji menurut &#8220;Haji Duty Manajer&#8221; Garuda Jeddah, Ali Mahmudi, selalu on time.</p>
<p>&#8220;Kalaupun ada jamaah yang menunggu satu sampai tiga jam untuk terbang, itu bukan keterlambatan, melainkan hal yang biasa. Sebab mobilitas di Bandara KAA ini cukup tinggi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sedangkan salah seorang petugas teknis keberangkatan penerbangan haji, Gunadi menjelaskan, faktor utama terjadinya keterlambatan pemberangkatan haji, karena keterbatasan gate dan tempat parkir pesawat.</p>
<p>Menurut sumber dari kalangan Garuda Daker Jeddah yang memiliki akses ke sarana dan prasarana Bandara sampai landasan pacu, mobilitas kendaraan (bus pengangkut jamaah) maupun bagasi cukup tinggi, satu sama lain sudah diatur sedemikian rupa, tetapi karena kepadatan luar biasa, dan adanya pembatasan bus pengangkut jamaah tiap kloternya, membuat panjang antrean buas tadi kut mempengaruhi kelancaran kedatangan pesawat maupun saat akan tinggal landas.</p>
<p>Menurut jadwal pada Sabtu, dari Bandara KAA diterbangkan 16 kloter ke Tanah Air, Jakarta tiga kloter (JKS 10,11, JKG 5), Surabaya empat kloter (SUB 8, 10,9), Solo dua kloter (SOC 10,11) Ujungpandang (UPG 4), Batam (BTH 4), Banda Aceh (BTJ 3), Palembang (PLM 2), Banjarmasin (BDJ 3). mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/pengurangan-penerbangan-belum-menolong-kelancaran-pemulangan-haji/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/06/pengurangan-penerbangan-belum-menolong-kelancaran-pemulangan-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banyak Pesawat Saudi Alami Keterlambatan</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/05/banyak-pesawat-saudi-alami-keterlambatan/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/05/banyak-pesawat-saudi-alami-keterlambatan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 14:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2209</guid>
		<description><![CDATA[JEDDAH&#8211;Sampai hari keempat pemulangan jemaah haji Indonesia, keterlambatan belum juga membaik. Bahkan semakin memburuk. Hal itu dialami oleh kloter 03 Batam, kloter 10 Surabaya, dan kloter 11 Surabaya. Mereka sama-sama menggunakan penerbangan Saudia Airline. Jemaah kloter 3 Batam tertunda sekitar 18 jam. Sedianya mereka terbang 4 Desember pukul 21.05 WAS dan mendarat di Batam 5 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JEDDAH&#8211;Sampai hari keempat pemulangan jemaah haji Indonesia, keterlambatan belum juga membaik. Bahkan semakin memburuk. Hal itu dialami oleh kloter 03 Batam, kloter 10 Surabaya, dan kloter 11 Surabaya. Mereka sama-sama menggunakan penerbangan Saudia Airline.</p>
<p>Jemaah kloter 3 Batam tertunda sekitar 18 jam. Sedianya mereka terbang 4 Desember pukul 21.05 WAS dan mendarat di Batam 5 Desember pukul 10.00 waktu setempat. Tetapi sampai pukul 12 WAS kemarin, mereka juga belum terbang. Menurut informasi, mereka baru bisa diterbangkan malam harinya dan mendarat di Batam Minggu pukul 4.25 waktu setempat.</p>
<p>Penundaan penerbangan itu mengganggu penerbangan kloter-kloter lain yang menggunakan pesawat Saudia. Yaitu kloter 10 dan 11 Surabaya. Kloter 10 sedianya terbang kemarin (5 Des) pukul 05.30 WAS dan tiba di Surabaya hari ini (6 Des) pukul 09.40 WIB. Sedang kloter 11 menurut jadwal terbang pukul 08.00 dan mendarat pukul 22.20 WIB.</p>
<p>Pihak Saudia Airline memberi ancar-ancar mereka akan diterbangkan antara pukul 17.00-21.00. Selama itu, mereka menunggu di bandara. Padahal, jemaah sudah berada di bandara pukul 24.00.</p>
<p>Sampai pukul 12.00 kemarin berarti mereka sudah 12 jam menunggu di bandara. Sesuai ketentuan penerbangan internasional, mestinya mereka sudah diinapkan di hotel. &#8220;Kami baru diberi roti dan minum sekitar pukul 10.00,&#8221; kata Ketua kloter 10 Moch Maghfur Chatim.</p>
<p>Mestinya makanan ringan diberikan apabila penerbangan mengalami penundaan dua jam. Apabila penundaa empat jam penumpang diberi makan. Dan, apabila sampai enam jam, penumpang harus diinapkan di hotel. Semua itu merupakan tanggung jawab pihak penerbangan.</p>
<p>PanitiaPenyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menjembatani. Penumpang akan diberi makan. Bahkan penumpang hendak dibawa ke hotel. Tetapi, banyak anggota kloter yang tidak mau. &#8220;Yang kami butuhkan bukan makan dan bukan pula hotel. Kami butuh pesawat,&#8221; kata salah seorang jemaah.</p>
<p>Kepala Daerah Kerja Jeddah Subhan Cholid mengaku pihaknya sudah berkali-kali menyampaikan tawaran tersebut kepada jemaah. Tetapi, tawaran tersebut ditolak. Pihaknya pun tidak bisa berbuat apa-apa . Siang itu pihaknya terus menjalin komunikasi antara jemaah dengan pihak Saudia. Sebagian jemaah menginginkan ada makan siang dan diistirahatkan di hotel. Namun sebagian lainnya tetap ngotot di bandara.</p>
<p>Khoirul Azmi berharap paling tidak jemaah diberi makan. Sebab,makanan ringan yang diberikan tidak cukup. Bahkan banyak jemaah yang belum memakan roti yang diberikan kepadanya. Makan itu diangap bisa menghibur kegelisahan jemaah. Sebab waktu terbangnya pun belum pasti.mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/05/banyak-pesawat-saudi-alami-keterlambatan/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/05/banyak-pesawat-saudi-alami-keterlambatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garuda Siapkan 15 Pesawat Untuk Mengangkut Jamaah Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/04/garuda-siapkan-15-pesawat-untuk-mengangkut-jamaah-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/04/garuda-siapkan-15-pesawat-untuk-mengangkut-jamaah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 02:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2179</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211; Untuk menerbangkan 109.000 jamaah haji Indonesia musim haji tahun 1430 H (2009) ini, Garuda Indonesia Airways (GIA) menurut Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Airways, Pujobroto, mengoperasikan 15 pesawat untuk 10 embarkasi. Pesawat yang digunakan ada yang Boeing 747, 767 dan Air Bus 330. Pesawat pesawat itu relatif usianya muda. &#8220;Kita juga punya salah satu pesawat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-959" title="Pesawat Garuda Siap Menerbangkan Calon Jamaah Haji" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/08/haji-pesawat1.jpg" alt="Pesawat Garuda Siap Menerbangkan Calon Jamaah Haji" width="298" height="183" />JAKARTA&#8211; Untuk menerbangkan 109.000 jamaah haji Indonesia musim haji tahun 1430 H (2009) ini, Garuda Indonesia Airways (GIA) menurut Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia Airways, Pujobroto, mengoperasikan 15 pesawat untuk 10 embarkasi. Pesawat yang digunakan ada yang Boeing 747, 767 dan Air Bus 330. Pesawat pesawat itu relatif usianya muda.</p>
<p>&#8220;Kita juga punya salah satu pesawat keluaran tahun 2009&#8243;, terang Pujobroto, sembari menjelaskan dari 15 pesawat berbadan lebar yang dioperasikan Garuda, sebanyak 13 buah diantaranya merupakan pesawat sewa. Sedangkan yang 2 buah lagi merupakan pesawat Garuda Indonesia sendiri.</p>
<p>Seperti diketahui, selain armada Garuda Indonesia Airways, 209.000 jamhaj Indonesia juga diangkut oleh armada penerbangan Saudi Airlines.</p>
<p>700 LEBIH PRAMUGARI</p>
<p>Untuk memberikan pelayanan prima kepada para jamaah haji Garuda menurunkan tidak kurang dari 700 lebih pramugari. Mereka, sebagian besar dari pramugara/pramugari yang berasal dari berbagai daerah embarkasi.</p>
<p>&#8220;Hal ini dimaksudkan untuk membantu jamaah haji yang dalam berkomunikasi tidak menggunakan bahasa Indonesia tetapi bahasa daerah&#8221; terangnya. Dengan demikian mudah untuk memberikan penjelasan kepada jamaah haji.</p>
<p>Jamaah haji Indonesia dari 10 embarkasi sejak Kamis (3/12) mulai berdatangan. Gelombang kedatangan jamaah haji ini ditandai dengan datangnya Menteri Agama yang didampingi Ibu Indah Suryadharma Ali di tanah air bersama 448 jamaah haji Emabrkasi (JKG) 1, dengan menumpang pesawat GIA JKG 01. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/04/garuda-siapkan-15-pesawat-untuk-mengangkut-jamaah-haji/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/04/garuda-siapkan-15-pesawat-untuk-mengangkut-jamaah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jemaah Haji Kloter I Sumut Tiba di Tanah Air</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/jemaah-haji-kloter-i-sumut-tiba-di-tanah-air/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/jemaah-haji-kloter-i-sumut-tiba-di-tanah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2168</guid>
		<description><![CDATA[Medan, 3/12 (ANTARA) &#8211; Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Sumatera Utara (Sumut) debarkasi Medan telah tiba di Bandara Internasional Polonia Medan, Kamis, pada pukul 00:40 WIB dengan menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia. Humas Kanwil Departemen Agama Sumut, Solehuddin di Medan, Kamis, mengatakan, pesawat yang mengangkut 455 orang jemaah kloter 1 itu mendarat di Bandara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Medan, 3/12 (ANTARA) &#8211; Jemaah haji kelompok terbang (kloter) 1 Sumatera Utara (Sumut) debarkasi Medan telah tiba di Bandara Internasional Polonia Medan, Kamis, pada pukul 00:40 WIB dengan menggunakan pesawat maskapai Garuda Indonesia.</p>
<p>Humas Kanwil Departemen Agama Sumut, Solehuddin di Medan, Kamis, mengatakan, pesawat yang mengangkut 455 orang jemaah kloter 1 itu mendarat di Bandara Polonia, Medan, pukul 00:40 WIB dari jadwal seharusnya pukul 23.45 WIB.</p>
<p>Ia menyatakan keterlambatan terjadi karena pemulangan jemaah haji di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah cukup tinggi. &#8220;Pemulangan kloter 1 ini mengalami penundaan satu jam atau tiba pukul 00:40 WIB di Medan karena terjadinya kepadatan di bandara King Abdul Aziz. Tapi syukur Alhamdulillah keterlambatan itu bisa diatasi dan semua jemaah tiba dengan selamat,&#8221; katanya.</p>
<p>Jemaah haji kloter 1 debarkasi Medan merupakan jemaah haji Sumut yang berasal dari Kabupaten Labuhan Batu sebanyak 452 orang dan Kota Medan sebanyak 3 orang. Sedangkan selebihnya merupakan petugas haji dari pusat dan daerah.</p>
<p>Dengan tibanya kloter 1 itu, Solehuddin mengharapkan agar para jemaah yang baru saja menunaikan ibadah haji dapat menjaga diri dari perbuatan yang dilarang agama. &#8220;Senantiasa dalam keadaan ihram artinya makna ihram tidak hanya sewaktu berada di tanah suci melainkan juga tanah air,&#8221; katanya sambil berpesan kepada jamaah agar selalu meningkatkan kualitas dalam &#8220;hablum minallah&#8221; atau berhubungan dengan Allah dan &#8220;hablum minannas&#8221; atau berhubungan sesama manusia, sehingga menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>Sebelumnya dikabarkan bahwa jemaah haji kloter itu akan diperiksa kondisi kesehatannya guna mengantisipasi penyebaran penyakit menular dari Tanah Suci. Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kanwil Departemen Agama Sumut, Abdul Rahman Harahap, menambahkan, begitu tiba di Bandara Polonia Medan jemaah haji akan diangkut dengan bus menuju Asrama Haji Medan.</p>
<p>Setelah dilakukan pemeriksaan berkas dan barang-barang bawaan, mereka akan dilepas ke daerah masing-masing. Ant/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/jemaah-haji-kloter-i-sumut-tiba-di-tanah-air/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/jemaah-haji-kloter-i-sumut-tiba-di-tanah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kloter Pertama Debarkasi Batam Delay 5 Jam</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/kloter-pertama-debarkasi-batam-delay-5-jam/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/kloter-pertama-debarkasi-batam-delay-5-jam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 02:07:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2165</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA&#8211; Padatnya jadwal penerbangan jamaah haji di Bandar Udara (Bandara) King Abdul Azzis (KAA), Jeddah, Arab Saudi, pada hari pertama pemulangan jamaah membuat krodit jadwal penerbangan. Akibatnya sejumlah jadwal pemulangan kelompok terbang (kloter) haji Indonesia mengalami keterlambatan. Keterlambatan ini dialami oleh kloter I jamaah haji debarkasi Batam, dimana kloter ini mengalami ketrlmbatan hingga 5 jam. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA&#8211; Padatnya jadwal penerbangan jamaah haji di Bandar Udara (Bandara) King Abdul Azzis (KAA), Jeddah, Arab Saudi, pada hari pertama pemulangan jamaah membuat krodit jadwal penerbangan. Akibatnya sejumlah jadwal pemulangan kelompok terbang (kloter) haji Indonesia mengalami keterlambatan. Keterlambatan ini dialami oleh kloter I jamaah haji debarkasi Batam, dimana kloter ini mengalami ketrlmbatan hingga 5 jam. Semula kloter I debarkasi Batam di jadwalkan akan tiba di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) akan tiba pada pukul 08.00 wib, namun akibat keterlambatan ini pesawat Saudia Arabian Airlines (SAA) dengan nomor penerbangan SV5538 yang mengangkut jamaah debarkasi Batam/BTH 1 direncanakan akan tiba pada pukul 12.56 wib.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan informasi dari pihak Maskapai Penerbangan SAA terjadinya keterlambatan atau delay tersebut karena adanya krodit akibat padatnya jadwal penerbangan pemulangan jamaah haji pada hari pertama ini, di Bandara KAA, Jeddah. Jadwal yang diberikan kepada kami, jamaah akan sampai di Bandara Hang Nadiem, Batam, Kepri pada pukul 13.16 wib, namun kita sudah konfirmasi ke pihak Bandara, mereka menyatakan pesawat BTH 1 yang mengangkut jamaah itu akan masuk pada pukul 12.56 wib,&#8221; ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Kepri Razali Jaya per telepon kepada MCH-Jakarta, Kamis (3/12).</p>
<p>keterlambatan ini, menurut Razali, tidak menjadi kendala bagi pihaknya. &#8220;Jadi dengan keterlambatan ini, kami dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam akan memperbaiki schedule lagi, mengingat keterlambatan ini mencapai hampir 5 jam. Yang akan kita perbaiki, pertama, kita akan memperbaiki jamuan makan siang untuk jamaah saat di tiba asrama debarkasi. Kedua, panitia-panitia juga sudah kita informasikan tentang keterlambatan ini, termasuk pihak keamanan dan kesehatan di debarkasi. Jadi kami harapkan, panitia akan tetap standby untuk memantau informasi keterlambatan ini dari pihak penerbangan. &#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Secara umum, bagi kami pihak panitia debarkasi, hal ini tidak ada masalah. Karena jamaah kloter I ini adalah jamaah dari Provinsi Jambi, dan mereka baru akan berangkat kembali ke daerahnya besok menggunakan pesawat domestik. Sehingga tidak ada pengaruh dengan keberangkatan mereka,&#8221; tandas Razali. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/kloter-pertama-debarkasi-batam-delay-5-jam/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/03/kloter-pertama-debarkasi-batam-delay-5-jam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Debarkasi Batam Siap Sambut Kloter Pertama</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/02/debarkasi-batam-siap-sambut-kloter-pertama/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/02/debarkasi-batam-siap-sambut-kloter-pertama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 09:55:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Angkutan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2154</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta&#8211;Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Razali Jaya menyatakan, telah siap menyambut kedatangan kelompok terbang (kloter) I debarkasi Batam. Kesiapan menyambut kedatangan Jamaah debarkasi Batam, kami Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam telah melakukan rapat terakhir pada Selasa (1/12). Dalam rapat itu sudah ditetapkan berbagai persiapan baik persiapan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1141" title="hang-nadim-batam" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/10/hang-nadim-batam.jpg" alt="hang-nadim-batam" width="325" height="216" />Jakarta&#8211;Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Razali Jaya menyatakan, telah siap menyambut kedatangan kelompok terbang (kloter) I debarkasi Batam.</p>
<p>Kesiapan menyambut kedatangan Jamaah debarkasi Batam, kami Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam telah melakukan rapat terakhir pada Selasa (1/12).</p>
<p>Dalam rapat itu sudah ditetapkan berbagai persiapan baik persiapan yang menyangkut di Bandar Udara (Bandara) Hang Nadiem, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), transportasi dari Bandara menuju ke Debarkasi, persiapan di Asrama Haji debarkasi, persiapan konsumsi, dan persiapan akomodasi termasuk didalamnya yang tidak kalah penting adalah tim kesehatan. &#8220;Jadi kita sudah melakukan rapat dan seluruh panitia yang menangani bidang-bidang ini sudah mempersiapkan persiapan-persiapan masing-masing termasuk juga kesehatan,&#8221; ujar Razali kepada MCH Jakarta memalui telepon, di Jakarta, Rabu (2/12).</p>
<p>Khusus untuk kedatangan kelompok terbang (Kloter) I, Razali menjelaskan, karena itu jamaah dari Provinsi Jambi, maka kedatangan jamaah ini akan disambut Gubernur Jambi yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Biro Kesra Pemprov Jambi. &#8220;Kemudian dari kita, sebagai tuan rumah debarkasi kami telah mengundang Walikota dan Puspida Batam untuk turut menyambut kedatangan jamaah haji kloter I ini,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Untuk penyambutan yang akan dilakukan Gubernur Kepri sendiri, Razali mangatakan, baru akan mengundang Gubernur pada saat kedatangan kloter 4. &#8220;Kita baru akan mengundang Gubernur Kepri Ismeth Abdullah nanti pada saat kedangan jamaah kloter 4, karena baru pada kloter ini berisi jamaah dari Kepri dan akan tiba di Batam pada Minggu (6/12). Pada kloter ini nanti berisi jamaah dari Prov Kepri dalam hal ini Batam dan Natuna,&#8221; katanya. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/02/debarkasi-batam-siap-sambut-kloter-pertama/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/02/debarkasi-batam-siap-sambut-kloter-pertama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
