<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Tempat Ibadah</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/category/galeri-foto/tempat-ibadah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 09:09:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Al-Ji&#8217;ranah Tempat Miqat Utama Warga Makkah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid ji ranah]]></category>
		<category><![CDATA[miqat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7412</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan muslimin dari berbagai penjuru dunia. Al-Ji’ranah, kerap disebut Ji’ranah saja, merupakan sebuah perkampungan di Wadi (lembah) Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah. Beberapa kali, tempat bersejarah ini disebutkan dalam hadis. Di antaranya dalam Sunah Abu Daud yang diriwayatkan dari Abu Thufail RA. Dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/masjid-jiranah/" rel="attachment wp-att-7413"><img class="alignleft size-medium wp-image-7413" title="Masjid-Jiranah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/Masjid-Jiranah-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan muslimin dari berbagai penjuru dunia.</em></span></p>
<p><span>Al-Ji’ranah, kerap disebut Ji’ranah saja, merupakan sebuah perkampungan di Wadi (lembah) Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah. Beberapa kali, tempat bersejarah ini disebutkan dalam hadis.</p>
<p>Di antaranya dalam Sunah Abu Daud yang diriwayatkan dari Abu Thufail RA. Dikatakan Abu Thufail, “Aku pernah melihat Nabi SAW sedang membagikan daging di Ji’ranah, tiba-tiba ada seorang perempuan datang sampai dekat kepada Nabi SAW, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk perempuan itu, lantas ia (perempuan itu) duduk di atasnya. Lantas aku bertanya, ‘Siapakah perempuan itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Ia adalah ibu Beliau yang pernah menyusuinya.’”</p>
<p>Kemudian, dalam Sunah Abu Daud juga, yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, kembali Ji’ranah disebutkan. Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha’, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji Beliau (haji wada’).”</p>
<p>Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadits, Ji’ranah adalah sumur yang berada di antara Thaif dan Makkah al-Mukarramah. Namun, letaknya lebih dekat dengan Makkah. Rasulullah SAW singgah ke tempat ini ketika membagikan harta rampasan Bani Hawazin yang diperoleh dari Perang Hunain dan Thaif. Dari sana (Ji’ranah), Beliau memasuki Tanah Haram. “Al-Ji’ranah, nama ini masih tetap terkenal sampai sekarang,” ujar Syauqi, penulis buku best seller, Atlas Alquran.</p>
<p>Di kampung ini terdapat sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ji’ranah. Masjid ini selalu digunakan penduduk Makkah untuk melakukan ihram saat umrah atau haji. Karena Ji’ranah merupakan tanda batas haram, maka dari sanalah dulu Rasulullah SAW berihram untuk melakukan umrahnya yang ketiga kali. Nah, tempat di mana Rasulullah SAW berihram kemudian dibangun Masjid Ji’ranah.</p>
<p>Menurut pendapat banyak ulama, Ji’ranah merupakan tempat miqat umrah yang paling afdal bagi penduduk Makkah. Tercatat dalam sejarah, Rasulullah pernah bermukim di sana selama 13 hari, kemudian berihram dari sana. <strong></p>
<p>Berkali-kali dipugar </strong><br />
Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan kaum Muslimin, tak hanya bagi mereka yang tinggal di Makkah, tapi juga mereka yang datang dari negeri-negeri yang jauh. Masjid ini telah dipugar berkali-kali dari zaman ke zaman sepanjang sejarah. Kemudian, pada pemerintahan Saudi dibangun masjid besar bersebelahan dengan masjid yang lama yang dibuat tidak terpisahkan. Untuk membangun masjid itu, Raja Fahd menggelontorkan dana tak kurang dua juta riyal. Dengan luas total 439 meter persegi, masjid tersebut dapat menampung sekitar 1.000 jamaah.</p>
<p>Lantas, dari mana asal nama Ji’ranah? Ini adalah nama seorang perempuan yang sehari-harinya bekerja mengabdikan diri untuk menjaga dan membersihkan masjid tersebut. Ia seorang wanita Quraisy dari Bani Tim. Selain dikenal dengan nama Ji’ranah, konon ia pun punya nama lain, yakni Roitoh. Uniknya, meski tekun menjaga kebersihan masjid, Ji’ranah dikenal sebagai perempuan dungu. Allah SWT bahkan menggambarkan perempuan ini dalam surah an-Nahl ayat 92, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali..&#8221;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berdoa di Taman Surga ‘Raudhah’</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/17/berdoa-di-taman-surga-%e2%80%98raudhah%e2%80%99/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/17/berdoa-di-taman-surga-%e2%80%98raudhah%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 06:13:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[raudhah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=5974</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID – Raudhah di Masjid Nabawi di Madinah menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk bermunajat. Demikian menurut hadist Rasul. Secara bahasa, “Raudhah” berarti taman. Raudhah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah. Tempat ini tak pernah sepi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_5975" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.jurnalhaji.com/2011/10/17/berdoa-di-taman-surga-%e2%80%98raudhah%e2%80%99/raudhah-2/" rel="attachment wp-att-5975"><img class="size-medium wp-image-5975" title="raudhah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/raudhah-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a><p class="wp-caption-text">Sejumlah petugas keamanan mengatur jamaah yang akan shalat sunah dan berdoa di Raudhah, sebelah makam nabi Muhammad SAW di Masjidil Nabawi. (Antara)</p></div>
<p>REPUBLIKA.CO.ID – Raudhah di Masjid Nabawi di Madinah menjadi salah satu lokasi yang mustajab untuk bermunajat. Demikian menurut hadist Rasul.</p>
<p>Secara bahasa, “Raudhah” berarti taman. Raudhah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah. Tempat ini tak pernah sepi, menjadi tempat yang paling afdhal untuk memanjatkan doa.</p>
<p>Raudhah dianggap sebagai taman-taman surga, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah. Rasulullah bersabda, &#8220;Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku&#8221;. Para ahli hadits menafsirkan taman surga  sebagai tempat Allah SWT menurunkan rahmat dan kebahagian-Nya karena dilakukan zikir serta pemujaan kepada Allah.</p>
<p>Lokasi &#8216;taman surga&#8217; ini merupakan bagian dari shaf laki-laki, hanya terbuka untuk perempuan di jam tertentu, saat dhuha dan setelah shalat dhuhur. Bukan hal yang mudah untuk bisa memasuki Raudhah. Luasnya yang hanya 144 meter persegi tak sebanding dengan jutaan jamaah yang berebut ingin masuk ke sana.</p>
<p>Agar tertib, petugas masjid mengelompokkan jamaah berdasarkan rumpun bangsanya. Di dekat Raudhah, ada areal terbuka dengan atap berupa payung putih yang dapat dilipat. Di situlah, jamaah wanita menunggu antrean untuk bisa bergantian memasuki Raudhah.</p>
<p>Di lokasi yang ditandai dengan warna putih dan kaligrafi khas ini, beragam wajah berbeda-bangsa, bermacam warna kulit berharap sempat untuk merasakan nikmatnya berdoa. Semua doa yang dipanjatkan di sini Insya Allah dikabulkan.</p>
<p>Jika sudah berhasil masuk setelah berjuang berdesak-desakan, jamaah memanfaatkan kesempatan berada di area ini untuk shalat dua rakaat, berdzikir, berdoa maupun membaca Alquran. Suara takbir, tahmid dan tahlil diiringi dengan shalawat kepada Rasulullah dan lirihnya doa bercampur jadi satu.</p>
<p>Shalat di masjid Nabawi memiliki banyak keistimewaan. Menurut riwayat Ahmad Ibnu Huzaimah dan Hakim, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali shalat daripada masjid lainnya.”</p>
<p>Reporter: Dwi Murdaningsih, dari berbagai sumber<br />
Redaktur: Johar Arief</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/17/berdoa-di-taman-surga-%e2%80%98raudhah%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasul Menyebutnya Masjidku</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/14/rasul-menyebutnya-%e2%80%98masjidku%e2%80%99/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/14/rasul-menyebutnya-%e2%80%98masjidku%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 07:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>johar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=5887</guid>
		<description><![CDATA[REPUBLIKA.CO.ID &#8211; Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rosululloh SAW setelah masjid Quba. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah dari Mekkah pada 622 M. Disebut Masjid Nabawi karena Nabi Muhammad SAW selalu menyebutnya dengan kalimat, &#8220;Masjidku&#8221;. Masjid Nabawi juga merupakan tempat ibadah terpenting kedua setelah Masjidil Haram. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_5888" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.jurnalhaji.com/2011/10/14/rasul-menyebutnya-%e2%80%98masjidku%e2%80%99/masjid-nabawi-2/" rel="attachment wp-att-5888"><img class="size-medium wp-image-5888" title="masjid nabawi" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/masjid-nabawi-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Masjid Nabawi (Republika/Tommy Tamtomo)</p></div>
<p>REPUBLIKA.CO.ID &#8211; Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rosululloh SAW setelah masjid Quba. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah tiba di Madinah setelah hijrah dari Mekkah pada 622 M. Disebut Masjid Nabawi karena Nabi Muhammad SAW selalu menyebutnya dengan kalimat, &#8220;Masjidku&#8221;.</p>
<p>Masjid Nabawi juga merupakan tempat ibadah terpenting kedua setelah Masjidil Haram. Jutaan orang berkunjung setiap tahun, menyaksikan makam Nabi, tempat tinggal Nabi, melihat kota lahirnya peradaban Islam yang menjadi agama rahmat bagi seluruh alam.</p>
<p>Lokasi masjid Nabawi dulunya adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr. Rasulullah membeli tanah ini untuk dibangun masjid dan kediaman Beliau.</p>
<p>Selama sembilan tahun di awal pembangunannya, masjid ini tanpa penerangan di malam hari. Hanya di waktu Isya ada sedikit penerangan dengan membakar jerami. Di salah satu sisi masjid dibangun rumah Nabi SAW. Di sisi lain ada bagian yang digunakan untuk tempat tinggal fakir miskin yang tidak memiliki rumah. Orang-orang ini dikenal sebagai ahlussufah atau para penghuni teras masjid. Masjid Nabawi kini 100 kali lebih besar dibandingkan saat pertama kali dibangun.</p>
<p>Walaupun tak disebutkan dalam Alquran seperti masjid Quba, masjid Nabawi memiliki banyak keistimewaan. Dalam sebuah riwayat, Rasul pernah bersabda &#8220;Sholat di masjidku ini lebih utama daripada sholat seribu kali di masjid lain, kecuali Masjidil Haram&#8221;. Riwayat lain menyebutkan &#8220;Barang siapa sholat di masjidku 40 waktu tanpa terputus, maka ia pasti selamat dari neraka dan segala siksa dan selamat dari sifat munafik&#8221;.</p>
<p>Jamaah tak perlu khawatir akan kepanasan ketika shalat di Masjid Nabawi.  Seluruh ruangannya dingin karena dari 2554 buah tonggaknya terdapat ventilasi AC yang memancarkan udara sejuk.</p>
<p>Berziarah ke masjid Nabawi ini termasuk ibadah. Penyataan ini sesuai dengan sabda Rasul, &#8220;Janganlah kau mementingkan bepergian kecuali kepada tiga masjid, yaitu Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsa”.</p>
<p>Reporter: Dwi Murdaningsih, dari berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/14/rasul-menyebutnya-%e2%80%98masjidku%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Umrah dan Beritikaf di Masjidil Haram</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Oct 2011 05:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siwi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[iktikaf]]></category>
		<category><![CDATA[Masjidil Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=5554</guid>
		<description><![CDATA[MAKKAH &#8211; Jamaah haji dari berbagai Negara saat ini sudah memasuki kota Mekkah. Masjidil Haram pada Jumat (7/10) dini hari tadi, walau pun dibagian luar terasa lenggang, namun tempat tawaf dan sai mulai dipadati oleh jemaah dari berbagai Negara, seperti Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, Cina dan penduduk lokal Arab Saudi sendiri. Hari Kamis dan Jumat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_5555" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/masjidil/" rel="attachment wp-att-5555"><img class="size-medium wp-image-5555" title="masjidil" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2011/10/masjidil-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Masjidil Haram dari arah balkon lantai tiga</p></div>
<p>MAKKAH &#8211; Jamaah haji dari berbagai Negara saat ini sudah memasuki kota Mekkah. Masjidil Haram pada Jumat (7/10) dini hari tadi, walau pun dibagian luar terasa lenggang, namun tempat tawaf dan sai mulai dipadati oleh jemaah dari berbagai Negara, seperti Pakistan, India, Bangladesh, Mesir, Cina dan penduduk lokal Arab Saudi sendiri.</p>
<p>Hari Kamis dan Jumat sebagai hari libur bagi warga Saudi, banyak dimanfaatkan untuk melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram. Banyak warga Saudi membawa keluarga beserta anak-anaknya berada di pelataran Masjidil Haram, usai menunaikan ibadah umrah sambil beritikaf di Masjidil Haram.</p>
<p>Melaksanakan umrah malam hari dan beritikaf di Masjidil Haram, selain menghadirkan kesejukan hati, juga membawa kenikmatan yang mendalam seakan kita bersentuhan dengan-Nya secara langsung. &#8220;Setiap ada kesempatan tugas ke Arab Saudi, saya selalu menyempatkan diri berumrah dan beritikaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi,&#8221; kata Retno seorang expatriate asal Indonesia.</p>
<p>Cerita yang sama juga dikemukakan Budi Prakoso seorang pekerja Indonesia yang telah menetap di Jeddah selama 3 tahun. &#8220;Saya dan keluarga, setiap libur selalu menjadwalkan waktu untuk umrah dan beritikaf di Masjidil Haram,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Budi, kalau kita sengaja melakukan hal ini dari tanah air, kan biayanya tak murah. &#8220;Mumpung kita lagi di Saudi, kita manfaatkanlah untuk itu. Recharge bagi kehidupan spiritual dan ibadah kita,&#8221; tambahnya. (MCH-Kemenag RI)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2011/10/07/nikmatnya-umrah-dan-beritikaf-di-masjidil-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setengah Jam Sebelum Adzan, Halaman Nabawi Terlarang bagi Jamaah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/26/setengah-jam-sebelum-adzan-halaman-nabawi-terlarang-bagi-jamaah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/26/setengah-jam-sebelum-adzan-halaman-nabawi-terlarang-bagi-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 02:36:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Nabawi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=4489</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH&#8211;Meski terbuka untuk umum, jangan pernah berani duduk-duduk santai sambil ngobrol-ngobrol di halaman Masjid Nabawi. Kecuali Anda memang sedang ingin diusir oleh para penjaga dari Haiah Amar maruf Nahi Mungkar. Menurut para penjaga ini, jamaah tidak boleh duduk-duduk di halaman Masjid Nabawi, sejak setengah jam sebelum adzan berkumandang. Karenanya, mereka akan mulai mengusir jamaah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4490" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><img class="size-full wp-image-4490" title="Nabawi" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/11/Nabawi1.jpg" alt="" width="350" height="253" /><p class="wp-caption-text">Halaman masjid Nabawi di Madinah (mch)</p></div>
<p>MADINAH&#8211;Meski terbuka untuk umum, jangan pernah berani duduk-duduk santai sambil ngobrol-ngobrol di halaman Masjid Nabawi. Kecuali Anda memang sedang ingin diusir oleh para penjaga dari Haiah Amar maruf Nahi Mungkar.</p>
<p>Menurut para penjaga ini, jamaah tidak boleh duduk-duduk di halaman Masjid Nabawi, sejak setengah jam sebelum adzan berkumandang. Karenanya, mereka akan mulai mengusir jamaah yang sedang duduk-duduk sejak sepuluh menit sebelum waktunya.</p>
<p>&#8220;Haram-haram. Langsung masuk, tidak boleh duduk-duduk di halaman,&#8221; kata para penjaga sambil membentangkan tali plastik merah putih untuk memberi batasan-batasan areal halaman yang tidak boleh dilewati lagi, sampai saat selesainya sholat berjamaah.</p>
<p>Jika kita tanyakan mengapa? Maka mereka akan berkata, dilarang duduk karena mengganggu jalan orang-orang yang akan lewat menuju masjid. Dan jika kita katakan bahwa posisi kita aman, tidak akan mengganggu orang, maka mereka tidaka akn peduli.</p>
<p>Mereka hanya akan berhenti mengusir jika kita mau beranjak meninggalkan tempat semula. Artinya, kalau pun kita bandel, maka tidak akan ada gunanya. Kalaupun ingin melanjutkan pembicaraan juga sudah tidak lagi bisa tenang.</p>
<p>Kalau sudah begini maka, tidak ada pilihan lain kecuali harus beranjak. Dan sebaiknya Anda memilih untuk masuk ke dalam Masjid, karena sebentar lagi Masjid Nabawi akan segera penuh oleh jamaah. Jika Anda melewatkan sebentar saja, maka barangkali Anda akan segera tidak kebagian tempat di dalam Masjid. mch /Riyanto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/11/26/setengah-jam-sebelum-adzan-halaman-nabawi-terlarang-bagi-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jumatan Gaya Indonesia di Masjid Sabah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/29/jumatan-gaya-indonesia-di-masjid-sabah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/29/jumatan-gaya-indonesia-di-masjid-sabah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Oct 2010 11:10:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=3740</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH-menikmati sholat Jumat di Masjid Sab`ah Madinah serasa menikmati Jumatan di Indonesia saja. Adzan pertama dikumandangkan ketika Masjid belum benar-benar penuh, bahkan jamaah baru kira-kira separuh ruangan dalam saja. Seusai adzan pertama, jamaah pun melakukan sholat Qobliyah Jumat. Memang awalnya agak janggal juga, kok orang-orang berwajah Arab ini hampir semua melaksanakan sholat Qobliyah Jum`at, mengingat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2010/10/shalat-300x225.jpg" alt="" title="shalat" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-3742" /><br />
MADINAH-menikmati sholat Jumat di Masjid Sab`ah Madinah serasa menikmati Jumatan di Indonesia saja. Adzan pertama dikumandangkan ketika Masjid belum benar-benar penuh, bahkan jamaah baru kira-kira separuh ruangan dalam saja.</p>
<p>Seusai adzan pertama, jamaah pun melakukan sholat Qobliyah Jumat. Memang awalnya agak janggal juga, kok orang-orang berwajah Arab ini hampir semua melaksanakan sholat Qobliyah Jum`at, mengingat pemerintah Arab saudi tidak mengajarkan hal ini.</p>
<p>Namun bila kita amati lebih seksama, barangkali penjelasan bahwa penduduk Madinah bukan hanya didominasi oleh orang-orang berkebangsaan Arab Saudi. Meski berwajah Arab, namun banyak sekali pelaku bisnis berbagai level di Arab Saudi khusunya di Madinah adalah orang-orang Mesir dan Yaman. Sehingga mereka tidak memiliki ikatan ideologi dengan pemerintah Arab Saudi.</p>
<p>Seusai sholat Qobliyah Jumat, barulah imam naik ke mimbar dan langsung mengucapkan salam. Mimbar di Masjid Sab ah, lebih mirip jendela besar di sebelah kanan tempat imam (mihrab). Sebuah lobang berbingkai kayu lurus dengan tembok masjid. Khotib masuk dari arah imam sebelah dalam, mungkin di sana ada tangga atau semacam undak. Jamaah tidak pernah tahu, karena semuanya tertutup.</p>
<p>Jamaah hanya melihat bahwa khotib sudah ada di jendela besar, dan mengucapkan salam. Seperti sebuah photo berpigura. Jubah coklat yang membungkus baju putih sang khotib kali ini sangat serasi dengan pernis kayu yang menghiasi tempat khutbah. Imam berdiri menunggu adzan kedua selesai untuk memulai khutbahnya Jumat ini, (29/10).</p>
<p>sementara khotib memulai khutbah, jamaah terus berdatangan dan mulai memenuhi ruangan Masjid. Khotib duduk sebentar untuk memberikan jeda dan menandai bahwa khutbah pertama telah usai. Sesaat kemudian, khotib kembali berdiri dan menyampaikan khutbah keduanya.</p>
<p>Tidak seperti kebanyakan di Indonesia, apalagi di Masjid-masjid NU yang menandai khutbah pertama dan khutbah kedua dengan bacaan-bacaan semisal sholawat. Di sini, seperti juga di Masjid-masjid lainnya, pergantian khutbah hanya berlangsung sunyi.</p>
<p>Khutbah pertama dan khutbah kedua pun berlangsung dalam waktu yang sama-sama panjang. Khutbah kedua juga mengandung isi materi ceramah yang lengkap. berbeda dengan di Indonesia (baca: NU) yang biasanya khutbah kedua hanya merupakan rangkaian ritual ibadah saja. Hanya disampaikan dalam bahasa Arab untuk melengkapi syarat-rukun Sholat Jum`at saja.</p>
<p>Khotib menyampaikan materi khutbahnya dengan tenang dan halus. ia berpesan kepada para jamaah agar turut membantu pemerintah kerajaan dalam malayani dan memuliakan tamu-tamu Allah di Madinah. Diharapkan penduduk kota Madinah turut membantu menciptakan suasana yang nyaman bagi jamaah haji.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2010/10/29/jumatan-gaya-indonesia-di-masjid-sabah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Madinah Kota Bersejarah nan Damai dan Bersahabat</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/madinah-kota-bersejarah-nan-damai-dan-bersahabat/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/madinah-kota-bersejarah-nan-damai-dan-bersahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 02:58:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2344</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH&#8211;Daya tarik utama Kota Madinah adalah keberadaan Masjid Nabawi. Itulah sebabnya, jutaan orang setiap tahunnya mengunjungi Kota Rasul ini. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Muhammad saw. dan sekaligus tempat pergerakan perjuangan menyebarkan Islam. Magnet umat Islam adalah insentif yang diberikan berupa pahala dan keutamaan bagi yang melaksanakan salat di Mesjid Nabawi memiliki pahala [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-2345" title="Madinah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/12/Madinah.jpg" alt="Madinah" width="368" height="245" />MADINAH&#8211;</span>Daya tarik utama Kota Madinah adalah keberadaan Masjid Nabawi. Itulah sebabnya, jutaan orang setiap tahunnya mengunjungi Kota Rasul ini. Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun oleh Muhammad saw. dan sekaligus tempat pergerakan perjuangan menyebarkan Islam. Magnet umat Islam adalah insentif yang diberikan berupa pahala dan keutamaan bagi yang melaksanakan salat di Mesjid Nabawi memiliki pahala 1.000 kali lebih utama dibanding dengan salat di tempat lain, selain Masjidilharam.</p>
<div>
Saat Musim haji, sedikitnya 200.000 jemaah Indonesia mengunjungi Madinah khususnya Mesjid Nabawi, ditambah lagi ratusan jutaan jemaah dari negara lain guna melakukan salat arba`in (salat 40 waktu tanpa terputus). Belum lagi jutaan orang yang silih berganti berdatangan ke Madinah ketika menunaikan umrah baik dari Indonesia maupun dari negara lain. Hal ini menjadikan Madinah menjadi kota yang tidak pernah mati selama 24 jam sepanjang tahun.</p>
<p>Kota yang terletak di sebelah utara Mekkah dengan jarak tempuh sekitar 450 km ini pada masa Muhammad saw. menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Di Madinah pula diletakkan foundasi perpolitikan modern oleh Rasulullah yang termaktub dalam Piagam Madinah. Dari kota yang sebelumnya bernama Yatsrib ini Islam kemudian menyebar ke seluruh jazirah Arab dan kemudian ke seluruh dunia.</p>
<p>Yatsrib sejak dulu merupakan pusat perdagangan. Setelah Rasulullah menetap di kota ini, Yatsrib kemudian diberi nama Madinah dan kemudian menjadi pusat perkembangan Islam. Perjuangan ini dilanjutkan pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan (pada masa Kekhalifahan Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kuffah Irak karena terjadinya pergolakan politik yang menyebabkan Utsman bin Affan terbunuh).</p>
<p>Jejak perjuangan Rasul Muhammad menyebarkan Islam di Madinah masih berbekas hingga kini. Tempat seperti Jabal Uhud, Khondak, dan Mesjid Quba adalah tempat &#8220;wajib&#8221; untuk diziarahi ketika jemaah berada di Madinah selain Mesjid Nabawi.</p>
<p>Peran sebagai pusat perdagangan sejak dulu hingga kini masih terus berlangsung. Kedatangan jutaan orang ke Madinah setiap tahunnya tentu membuat kota ini tidak berhenti terutama aspek perdagangan makanan dan kebutuhan hidup, akomodasi dan transportasi bagi para pengunjungnya. Apalagi di musim haji ini, jutaan jemaah keluar masuk Kota Madinah baik lewat darat maupun udara tanpa mengenal waktu.</p>
<p>Bagi penduduk Madinah (orang) Indonesia bukan asing lagi bagi mereka, para pedagang, petugas hotel, asykar (petugas keamanan) atau yang lainnya terutama di sekitar Masjid Nabawi rata-rata lebih mengenal Indonesia dibanding negara lain. Oleh karena itu, jemaah tidak perlu khawatir saat berada di Madinah tidak bisa melakukan aktivitas belanja, makan atau kegiatan lainnya karena kendala komunikasi bahasa.</p>
<p>Sapaan &#8220;Hajiâ�¦! Mari ke sini, barangnya bagus, murah&#8230;&#8221; adalah hal biasa. Atau ada celetukan, &#8220;Kemahalan ya&#8230;?â�� dari pedagang ketika kita menanyakan harga barang kemudian tidak menawar barang tersebut. Para pedagang Arab juga fasih melafalkan angka-angka rupiah untuk saling tawar manawar.</p>
<p>Bahkan di saat &#8220;peak season&#8221; pada musim haji, pedagang kaki lima di sekitar Masjid Nabawi tidak ubahnya <span>PKL </span>(pedagang kaki lima) di pasar di Indonesia dalam menawarkanbarangnya. &#8220;Lima real, lima real selusin murraaaahâ�¦&#8221; demikian seorang pedagang berulang-ulang menawarkan harga tasbih satu lusin kepada setiap orang yang lalu lalang.</p>
<p>Tidak hanya itu, bagi orang Indonesia juga tidak kesulitan mencari barang-barang khas Indonesia, terutama makanan. Berbagai macam kerupuk bisa dijumpai di toko &#8220;Nusantara&#8221; di kawasan Ijabah. Atau ingin makan bakso, tersedia &#8220;Bakso Solo&#8221; dan &#8220;Warung Si Doel Anak Madinah&#8221; di kawasan Markaziah.</p>
<p>Madinah menjadi kota damai karena hampir tidak terdengar perselisihan antar penduduk Madinah, atau penduduk Madinah dengan warga asing, juga warga asing dengan warga asing. Kalau ada perselisihan di jalan mengenai lalu lintas misalnya, yang dilakukan pengemudi hanyalah &#8220;main&#8221; klakson, tidak lebih dari itu. Kalau terjadi kecelakaan fatal tentu ada hukum yang mengaturnya. Prinsipnya siapa yang memulai melakukan kekerasan dia yang akan terkena hukuman lebih berat.</p>
<p>Pun tidak pernah ada paksaan untuk memilih, atau membeli atau tidak terhadap sesuatu yang kadang menjadi sumber perselisihan karena tidak ada preman yang sok berkuasa di daerah tertentu. Tidak ada tukang parkir, Pak Ogah atau timer yang mengatur-atur kendaraan kemudian meminta imbalan lebih seperti di Jakarta. Karena di Madinah memang tidak ada pungutan parkir. Mobil pun diparkir di depan rumah, di pinggir jalan atau di tanah lapang tanpa takut akan dicuri pencuri yang setiap saat mengintai pemilik mobil yang lengah.</p>
<p>Kedamaian itu tercipta karena setiap orang yang ada di Tanah Suci ini bersahabat. Penduduk lokal tidak merasa lebih baik dari warga asing yang datang ke Madinah. Tidak ada yang merasa lebih hebat karena di negaranya adalah dia seorang pejabat. Hitam, kuning maupun putih kulitnya, besar-kecil postur tubuhnya semua sama.</p>
<p>Apabila berjumpa, mereka mengucapkan &#8220;Salamun alaik&#8221; yang diberi salam akan menyambutnya dengan penuh persahabatan. Kemudian dilanjutkan dengan menyebut negara-masing-masing. Setelah itu dilanjutkan obrolan yang sama-sama tidak paham karena menggunakan bahasa mereka sendiri-sendiri. Umpamanya, setelah saya tegur sapa dengan menyebut asal negara, seering kemudian saya bilang, &#8220;Asif, lam a`rif kalamuka&#8221; atau &#8220;Sorry, Don`t Understand what you talking about,&#8221; tapi lawan bicara tetap saja bicara. Jurus ampuh yang saya gunakan kemudian adalah bahasa Tarzan atau kabur dengan mengucap &#8220;Ma`assalamah&#8221;.  mch/yto</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/madinah-kota-bersejarah-nan-damai-dan-bersahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengunjungi Masjid Baiat di Jamarat Mina</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/12/mengunjungi-masjid-baiat-di-jamarat-mina/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/12/mengunjungi-masjid-baiat-di-jamarat-mina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 23:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2331</guid>
		<description><![CDATA[MINA&#8211;Tempat melontar jumrah di Mina yang dikenal dengan Jamarat saat ini dibangun amat sangat megah. Dilihat dari jauh tampak seperti bendungan raksasa yang dihiasi kilauan sinar lampu yang terang benderang. Kalau dilihat dari jarak dekat, Jamarat mirip kapal pesiar yang mampu menampung ratusan ribu orag dalam satu waktu. Dengan membuat Jamarat bertingkat lima dengan areal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><img class="alignleft size-full wp-image-2332" title="Masjid-Baiat" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/12/Masjid-Baiat.jpg" alt="Masjid-Baiat" width="325" height="244" />MINA&#8211;</span>Tempat melontar jumrah di Mina yang dikenal dengan Jamarat saat ini dibangun amat sangat megah. Dilihat dari jauh tampak seperti bendungan raksasa yang dihiasi kilauan sinar lampu yang terang benderang. Kalau dilihat dari jarak dekat, Jamarat mirip kapal pesiar yang mampu menampung ratusan ribu orag dalam satu waktu. Dengan membuat Jamarat bertingkat lima dengan areal melontar yang semakin luas, ditambah dengan penggantian tugu Jamarat menjadi tembok, peluang terjadinya peristiwa desak-desakan saat lontar jumrah dapat dihindarkan.</p>
<div>
<p>Di antara areal bangunan Jamarat yang megah, terdapat masjid kecil yang jelek dan kuno di belakang Jumrah Aqabah. Jaraknya tak lebih dari 50 meter dari seluruh bangunan Jamarat yang megah itu, terdapat masjid kuno. Masjidnya dicat warna krem, tidak beratap, berukuran sekitar 7 X 10 meter , tapi tidak ada jemaah di dalamnya. Bagaimana mungkin ada jemaah, pagar besi yang mengelilinginya selalu dikunci siang malam. Lagi pula tak ada tempat berwudhu dan toilet sebagaimana lazimnya masjid. Meski demikian, pengunjung bisa melihat isi dalamnya masjid. Sebab, pintu dari sayap kanan tak berpintu.</p>
<p>Inilah Masjid Baiat, masjid yang dibangun oleh Dinasti Abbasiah untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas adalah paman Rasulullah saw, yang anak keturunannya kemudian membangun Dinasti Abbasiah. Sebagian orang menganggap bahwa masjid ini dibangun oleh jin saat mereka melakukan baiat kepada Rasulullah. Namun anggapan ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena Masjid Jin memang ada di Kota Mekah sebagai penanda terjadinya baiat para jin yang beriman kepada Rasulullah.</p>
<p>Masjid ini konon sempat terkubur tanah. Namun dalam proses pembangunan besar-besaran Jamarat, budozer yang melakukan pengerukan tanah terantuk batu yang sangat keras. Setelah diteliti, ternyata batu keras tersebut merupakan masjid. Maka, masjid itu dibiarkan seperti apa adanya. Meski demikian, masjid ini tidak difungsikan sebagaimana masjid pada umumnya, hanya sebagai tempat berziarah.</p>
<p>Mezki demikian, bentuk masjid dipelihara. Misalnya tempat imam salat diberi sajadah. Demikian pula dua saf di belakang imam. Semua sajadah dibiarkan kotor dan berdebu, karena memang tidak digunakan. Di tempat imam juga terdapat tempat menaruk microphone sehingga terkesan masjid ini aktif digunakan. Di beberapa sudut terdapat tempat Alquran.</p>
<p>Karena masjid terbuka tanpa atap, maka dalamnya masjid tak ubahnya pelataran. Tak ada tegel yang bagus apalagi marmer sebagaimana Masjidilharam. Tapi inilah peninggalan sejarah yang dihargai pemerintah Arab Saudi. Padahal, biasanya kerajaan ini biasanya membangun sesuatu secara fungsional, meskipun harus mengabaikan nilai sejarah yang sangat besar. Meski demikian, kali ini, Masjid Baiat dibiarkan apa adanya. Itulah sebabnya, di luar musim haji, masyarakat Arab juga suka mengunjungi masjid ini.</p>
<p><strong>Menghormati Abbas</strong></p>
<p>Masjid Baiat dibangun oleh Dinasti Abbasiah untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Masjid ini dibangun sebagai penghormatan atas terjadinya Baiat Aqabah, karena di tempat inilah kaum Yatsrib (masyarakat Madinah) melakukan baiat kepada Rasulullah untuk taat dan tidak melakukan syirik. Ketika itu, Rasulullah saw. ditemani pamannya Abbas bin Abdul Muthalib yang belum beriman. Meski demikian, ia sangat memperhatikan kepada keponakannya dan sangat menjaga keselamatannya.</p>
<p>Wikipedia menjelaskan, baiat di Aqabah terjadi dua kali. Baiat Aqabah pertama yang terjadi tahun 621 M, yaitu perjanjian antara Rasulullah dengan 12 orang dari Yatsrib yang kemudian mereka memeluk Islam. Baiat Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Muhammad. Adapun isi baiat itu, penduduk Yatsrib tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun; Mereka akan melaksanakan apa yang Allah perintahkan; Dan ketiga, mereka akan meninggalkan larangan Allah .</p>
<p>Setahun kemudian, tahun 622 M, Rasulullah kembali melakukan baiat di Aqabah. Kali ini perjanjian dilakukan Rasulullah terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib. Wanita itu adalah Nusaibah bintu Ka`ab dan Asma` bintu `Amr bin `Adiy. Perjanjian ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Mushâ��ab bin â��Umair yang ikut berbaiat pada Baiat Aqabah pertama kembali ikut bersamanya beserta dengan penduduk Yatsrib yang sudah terlebih dahulu masuk Islam.</p>
<p>Mereka menjumpai Rasulullah di Aqabah pada suatu malam. Muhammad datang bersama pamannya Abbas bin Abdil Muthallib. Meskipun saat itu Abbas masih musyrik, namun ia ingin meminta jaminan keamanan keponakannya Muhammad, kepada orang-orang Yatsrib itu. Ketika itu, Abbas menjadi orang pertama yang angkat bicara kemudian disusul oleh Muhammad yang membacakan beberapa ayat Alquran dan menyerukan tentang Islam.</p>
<p>Kemudian orang-orang Yatsrib itu membaiat Muhammad. Isi baiatnya adalah, mereka akan mendengar dan taat, baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang mereka benci; Mereka akan berinfak, baik dalam keadaan sempit maupun lapang; Mereka akan beramar maâ��ruf dan nahi munkar. Mereka juga berjanji agar mereka tidak terpengaruh celaan orang-orang yang mencela di jalan Allah; Dan mereka berjanji akan melindungi Muhammad sebagaimana mereka melindungi para wanita dan anak mereka sendiri.</p>
<p>Setelah baiat itu, Muhammad kembali ke Mekah untuk meneruskan dakwah. Kemudian ia mendapatkan gangguan dari kaum musyrikin kepada kaum muslimin yang dirasa semakin keras. Maka Muhammad memberikan perintah kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Yatsrib. Baik secara sendiri-sendiri, maupun berkelompok. Mereka berhijrah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kaum musyrikin tidak mengetahui kepindahan mereka.  mch/yto</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/12/mengunjungi-masjid-baiat-di-jamarat-mina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mina Menjadi Projek Terpadu</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/mina-menjadi-projek-terpadu/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/mina-menjadi-projek-terpadu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 03:02:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2019</guid>
		<description><![CDATA[MINA&#8211;Kawasan Mina, yang kini sudah megah dengan berdirinya gedung melempar jumrah, masih akan dikembangkan lagi. Kelak jemaah haji tak perlu tidur berdesak-desakan di tenda. Di sana akan dibangun ratusan tower yang menampung satu juta jemaah. Tahap petama sudah terealisasi dengan berdirinya enam tower yang mampu menampung 12.000 jemaah. Enam tower tersebut dibangun di atas lahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2020" title="mina-malam-hari" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/mina-malam-hari.jpg" alt="mina-malam-hari" width="325" height="211" />MINA&#8211;Kawasan Mina, yang kini sudah megah dengan berdirinya gedung melempar jumrah, masih akan dikembangkan lagi. Kelak jemaah haji tak perlu tidur berdesak-desakan di tenda. Di sana akan dibangun ratusan tower yang menampung satu juta jemaah. Tahap petama sudah terealisasi dengan berdirinya enam tower yang mampu menampung 12.000 jemaah.</p>
<p>Enam tower tersebut dibangun di atas lahan 2,5 hektare. Lokasinya dekat Jamarat. Jemaah haji bisa melihatnya di sebelah kanan ketika hendak melempar jumrah. Masing-masing tower terdiri atas 12 lantai. Penginapan itu didisain setingkat hotel berbintang.</p>
<p>Seperti halnya Masjidilharam, kawasan Mina nanti juga akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu. Tempat bermalam dan melempar jumrah setelah wukuf di Arafah itu akan dilengkapi tempat perbelanjaan, restoran, pelayanan kesehatan, dan lainnya. Nantinya kamar mandi dan WC-nya juga tidak seperti sekarang yang kecil-kecil, sederhana dan berserakan di mana-mana. Semuanya akan dibikin modern.</p>
<p>Fasilitas kesehatan yang dikembangkan antara lain rumah sakit Mina Wadi. Rekonstruksinya sudah dilakukan tahun ini. Rumah sakit itu berkapasitas l94 tempat tidur. Disediakan pula 25 ruang untuk pasien sengatan panas matahari, 25 ruang perawatan intensif, 24 ruang observasi, serta dua ruang operasi.</p>
<p>Sekarang di kompleks tersebut juga sudah ada rumah sakit Mina Al-Jisr. Rumah sakit ini memiliki 140 tempat tidur, 28 ruang perawatan intensif, 4 ruang operasi dan sejumlah klinik rawat jalan. Yang lebih kecil juga ada yaitu Mina New Road Hospital yang memiliki 50 tempat tidur.</p>
<p>Projek Mina terpadu tersebut meliputi lahan sekitar 650 hektare. Awalnya berupa lembah di sela-sela bukit batu. Amparan padang pasir itu telah dimanfaatkan untuk mendirikan tenda bagi jemaah haji yang tahun ini mencapai 2,5 juta.</p>
<p>Mina yang berjarak 20 kilometer dari Mekah oleh bangsa Arab disebut Muna atau Pengharapan. Ritual di sana meriwayatkan saat Nabi Adam dibisiki mengenai harapan bertemu dengan Siti Hawa yang berpisah selama 200 tahun. Keduanya diusir dari Taman Firdaus karena melanggar larangan Allah memakan buah Khuldi.</p>
<p>Mina yang sempit itu sudah beberapa kali diperluas. Terakhir dengan mengolor lokasi ke wilayah Muzdalifah. Namun masih belum cukup juga. Kini bukit di kanan-kiri Mina dipotong seperti halnya bukit-bukit di sekitar Masjidilharam. Di bekas bukit itulah nanti tower akomodasi, pusat perbelanjaan, dan sarana sosial dibangun. Semua itu untuk mendukung projek Jamarat yang memakan lahan 20 hektare.</p>
<p>Jamarat lima lantai yang dioperasikan kali pertama saat melempar jumrah nanti masih akan dikembangkan lagi. Pemerintah Arab Saudi berobsesi meninggikannya lagi hingga menjadi 12 lantai. Konstruksi dasar sudah disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Sehingga kelak akan menampung lima juta jemaah.</p>
<p>Tahun ini sebagian Jamarat sudah dilengkapi eskalator. Sehingga jemaah merasa sangat nyaman. Apalagi suhu udara dikondisikan maksimum 29 derajat celsiun di semua lantai. Kini untuk naik ke lantai tiga ke atas harus naik tangga.</p>
<p>Projek Mina dilengkapi pula delapan rumah jagal yang dibangun oleh Bank Pembangunan Islam. Kelak akan menampung l,5 juta hewan kurban. Lokasinya di lembah Muaishim, timur Mina. Sebelumnya, hewan kurban disembelih di dekat Jamarat sehingga mengganggu kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Untuk mencapai Mina, kini telah dibangun 25 terowongan yang menghubungkan Mekah, termasuk 41 jembatan, jembatan layang (flyover) dan jalan sepanjang 70 km. Akses akan semakin nyaman kelak kalau projek monorel sudah selesai. Tiang- jalan monorel itu sudah kelihatan berdiri di Mina. Tahun depan sudah dioperasikan. mch/yto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/mina-menjadi-projek-terpadu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makam Rasulullah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/16/makam-rasulullah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/16/makam-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 03:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=1899</guid>
		<description><![CDATA[MADINAH&#8211;Untuk saat-saat ini jemaah calon haji yang berziarah ke makam Rasulullah dapat melihatnya langsung karena kisi-kisi yang menutupinya dibuka oleh aparat yang menjaga makam nabi itu. Selain makam Rasullullah juga bisa pula dilihat makam Abu Bakar Ass-siddiq dan Umar Bin Khottab yang berada di sisi makam nabi. Alamsyah Hanafiah, jemaah Indonesia yang berkesmpatan melihat langsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1900" title="makam-rosulullah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/makam-rosulullah.jpg" alt="makam-rosulullah" width="325" height="219" />MADINAH&#8211;Untuk saat-saat ini jemaah calon haji yang berziarah ke makam Rasulullah dapat melihatnya langsung karena kisi-kisi yang menutupinya dibuka oleh aparat yang menjaga makam nabi itu. Selain makam Rasullullah juga bisa pula dilihat makam Abu Bakar Ass-siddiq dan Umar Bin Khottab yang berada di sisi makam nabi.</p>
<p>Alamsyah Hanafiah, jemaah Indonesia yang berkesmpatan melihat langsung makam pembawa ajaran Islam tersebut menandaskan, dengan melihat langsung makam Rasulullah semakin mendekatkan secara psikologis antara nabi dan umatnya.</p>
<p>Makam tersebut lanjut Alamsyah menjadi bukti konkrit bagi dirinya akan kebenaran nabi dan ajaran yang dibawanya. Karena selama ini yang dia dengar hanyalah cerita dari masa lalu. Dengan melihat langsung makam nabi, ada gambaran baginya tentang sosok nabi tersebut sehingga menambah keyakinan tentang ajaran yang dibawanya.</p>
<p>Makam rasululloh ini, terletak dibagian sebelah kiri masjid, dan dahulunya merupakan kamar pribadi Rasulullah SAW dan isterinya. Rasulullah SAW dimakamkan di dalam kamar yang tetap dalam kondisinya seperti semula, sampai pada tahun 90 H, kamar tersebut dijadikan sebagai bagian dari masjid.</p>
<p>Kemudian di sekeliling makam yang itu dibangun tembok berbentuk segi lima pada masa Khalifah al Walid dari Dinasti Umayyah, agar tidak serupa dengan kabah yang berbentuk persegi empat, sehingga tidak dikhawatirkan untuk dijadikan sebagai qiblat shalat.</p>
<p>Orang pertama kali membuatkan penutup bagi makam itu adalah Abdullah ibn Abi al Haija, salah seorang pemimpin Dinasti Fathimiyah dari Mesir. Pada tahun 557 H, dibuatkan penutup dari logam yang ditanam disekitar Makam Nabi SAW, agar tidak terjadi pencurian atas jasad nabi. Tahun 668 H, dibangun kisi-kisi penutup disekitar makam, dan termasuk rumah. Fathimah , juga dimasukkan didalamnya. Kisi-kisi tersebut memiliki empat pintu, yang keadaannya tidak ada perubahan sampai saat ini. mch/yto</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/16/makam-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

