<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Tempat Wisata</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/category/galeri-foto/tempat-wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 02:27:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ironi di Jabal Tsur</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 23:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2364</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada temannya: &#8221;Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita&#8221;. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong><img class="alignleft size-full wp-image-2365" title="Tsur" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/12/Tsur.jpg" alt="Tsur" width="325" height="216" />&#8220;Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada temannya: &#8221;Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita&#8221;. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS At-taubah [9]: 40)</p>
<p>Hari itu, kaum kafir menduga Rasulullah SAW dan ajarannya bakal &#8220;habis&#8221;. Sebagian telah berangkat ke Madinah, tinggal dia dan sabahatnya, Abu Bakar, yang tersisa. Keduanya merupakan <em>most wanted</em> saat itu, dan tekad kaum kafir Quraisy hanya satu: Membunuhnya.</p>
<p>Jabal Tsur diyakini bakal menjadi ladang pembantaian bersejarah bagi pria yang dianggap mengganggu karena menyebarkan ajaran tauhid itu. Keduanya ditengarai lari ke atas bukit curam itu. Makin mudah bagi mereka untuk menangkap hidup-hidup atau menghabisinya dengan satu ayunan pedang.</p>
<p>Namun, seperti ditegaskan Allah dalam ayat itu, Dia berkehendak lain. Seekor laba-laba membuat sarang dengan begitu cepat di mulut gua. Sepasang merpati sigap membuat sarang di tempat yang tidak jauh berbeda.</p>
<p>Kaum kafir terkecoh. Tak mungkin keduanya berada di sana, jika mulut gua tertutup sarang laba-laba. Rasul dan Abu Bakar pun selamat.</p>
<p>Namun, mereka belum cepat-cepat keluar dari gua begitu kaum kafir meninggalkan mereka. Tiga malam mereka habiskan waktu di gua pengap itu.</p>
<p>Abu Bakar berkorban dengan caranya. Saat tubuh letih dan lemah, ia mempersilakan Rasulullah SAW tidur di pangkuannya. Terdengar desis ular keluar dari sebuah lubang. Abu Bakar menghalaunya dengan jari kaki sehingga terpatuk ular berbisa. Tubuh Abu Bakar menggigil karena sengatan bisa. Hingga keringat dingin bercucuran dari dagunya dan menetes di pipi Rasulullah SAW yang tengah terlelap tidur.</p>
<p>Di sinilah, pegorbanan lain dilakukan Asma binti Abu Bakar RA. Dia sembunyi-sembunyi menyelinap ke atas bukit untuk menyuplai makanan dengan risiko diketahui kaum kafir dan dihabisi.</p>
<p>Maka, inilah Jabal Tsur yang menjadi bukti dari pengorbanan seorang Muslim demi membela dan menyebarkan ajaran Islam. Tidak peduli, meski nyawa menjadi taruhannya. Bukit terjal yang memiliki tiga puncak yang bersambungan ini berada 7 km dari Masjidil Haram ke arah Thaif. Ke sanalah, kami menuju.</p>
<p>Berangkat dini hari pukul 02.30 waktu Arab Saudi, saya bersama sembilan teman wartawan dari Jakarta memulai perjalanan ke Jabal Tsur. Tulisan &#8220;Mad Carok&#8221; di batu besar menuju pintu masuk menyambut kami. Ah, ini pasti ulah iseng jamaah kita.</p>
<p>Sepuluh menit pertama, saya melewati dengan napas tersengal-sengal. Jalan terus menanjak. Persiapan saya sangat kurang untuk memulai pendakian itu: Hanya sempat tidur 1,5 jam sebelum berangkat.</p>
<p>Di seperlima jarak menuju puncaknya, saya menyerah. Saya gagal mengatur ritme napas. Kepala berkunang-kunang dan muntah hebat. Sempat berpikir untuk menyudahi misi kunjungan kami ke Jabal Tsur itu, tapi saya malu pada Rasulullah. Jangankan untuk berjuang seperti beliau, menapak tilas sebagian kecil saja fragmen hidupnya, saya tak mampu.</p>
<p>Dua orang teman dari <em>TV One</em> dan kantor berita <em>Antara</em> menyemangati langkah saya. &#8220;Muntahkan saja semua, kami menunggu,&#8221; ujar mereka. Sepuluh menit berhenti, kami kembali meneruskan perjalanan.</p>
<p>Kali ini, saya menemukan cara mengatur napas. Tarik dari hidung, embuskan melalui mulut. Jangan terlalu terburu-buru melangkah, dan pilih pijakan yang tak terlalu tinggi. Sukses. Satu jam kemudian, kami telah berada di puncaknya.</p>
<p>Puluhan jamaah Turki telah berada di sana. Sebagian telah lanjut usia. Ya, stamina mereka memang luar biasa. Kami bergabung untuk shalat Tahajud di pelataran datar yang telah ditutup karpet seadanya. Juga shalat Subuh berjamaah.</p>
<p>Bagaimana Gua Tsur yang bersejarah itu? Luasnya tak seberapa, pintu masuknya hanya cukup untuk satu orang dan setengah membungkuk untuk memasukinya. Di dalam goa, kita tak bisa berdiri. Saya duduk di bagian datar gua itu, tempat dulu Abu Bakar duduk dan Rasulullah merebahkan kepala di pangkuannya.</p>
<p>Keluar dari sisi lain gua, saya disambut hal yang sungguh merusak pemandangan: Penjual minuman yang tendanya menutupi mulut gua. Terpal biru yang menutupnya sungguh kumal.</p>
<p>Namun, saya tak begitu kaget. Saat berkunjung ke Jabal Rahmah beberapa hari setelah tiba di Makkah, saya sudah cukup terkaget-kaget dengan 15 menit pendakian saya berakhir dengan pemandangan puncak bukit yang ganjil: Tugu peringatan pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa dan barisan pedagang tasbih yang menggelar dagangannya di bawah tugu itu!</p>
<p>Menurut saya, dalam soal pelestarian objek-objek bersejarah, pemerintah Makkah agak teledor. Jabal Tsur, Jabal Rahmah, dan Jabal Nur, dipenuhi aksi vandalisme; coretan di sana-sini. Sampah bertebaran dan menghiasi cekungan sepanjang bukit.</p>
<p>Puluhan pria &#8211;rata-rata berasal dari India&#8211; dengan sekop pura-pura meratakan batu dan ujung-ujungnya meminta uang satu riyal dari jamaah. Mirip oknum yang pura-pura mengerjakan perbaikan jalan rusak di pinggiran Jakarta dan meminta uang dari pengguna jalan.</p>
<p>Banyak tempat bersejarah juga berubah dari kondisi aslinya. Masjid Jin, misalnya, bangunan hasil renovasi tak lagi sama dengan bentuk aslinya. Dinding ditutup keramik dan ornamen arsitektur modern tampil di sana-sini. Di masjid itu, susah saya menemukan &#8220;penjiwaan&#8221; saat utusan jin mendatangi Rasulullah dan melakukan bai&#8221;at serta bersyahadat.</p>
<p>Sekarang di Jabal Tsur, tempat yang sungguh penting dalam sejarah penyebaran <em>dienullah</em>, kondisinya lebih memprihatinkan lagi. Bayangkan, mulut gua dipersandingkan dengan tenda kumal seadanya pedagang minuman yang melayani pembeli dengan lupa tersenyum pula. Ironis sekali. Sayang sungguh sayang. mch/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/12/14/ironi-di-jabal-tsur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jabal Tsur, Pelindung Rasulullah dari Kafir Quraisy</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 02:50:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=2012</guid>
		<description><![CDATA[Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah. Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2013" title="gua-tsur" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/gua-tsur.jpg" alt="gua-tsur" width="325" height="216" />Memandang ke arah selatan dari Masjidil Haram di Kota Makkah, akan tampak barisan bukit batu terhampar memanjang. Berjarak lima kilometer dari Kota Makkah, barisan bukit batu tersebut adalah Jabal Tsur, perbukitan tertinggi di Makkah Al-Mukarromah.</p>
<p>Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur.Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraiys.</p>
<p>Kala itu, tahun 622 Masehi, Rasulullah Muhammad SAW berniat hijrah ke Kota Madinah untuk mencari tempat penyebaran Islam yang lebih kondusif. Namun, kaum kafir Quraisy yang tak menginginkan ajaran Muhammad menyebar ke luar Makkah, melakukan pengejaran untuk menghalangi niat Rasulullah.</p>
<p>Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam.</p>
<p>Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua.</p>
<p>Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.</p>
<p>Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: &#8221;&#8221;Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya.</p>
<p>Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, &#8221;Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.&#8221; Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.&#8221;&#8221;</p>
<p>Dulu, saat musim haji banyak jamaah yang berupaya naik ke Jabal Tsur dan melihat Gua Tsur. Namun, kondisi medan bukit yang terjal serta waktu tempuh yang cukup lama, sekitar 2-3 jam untuk mencapai gua, membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan larangan naik ke Jabal Tsur.</p>
<p>Jamaah kini hanya bisa menyaksikan Jabal Tsur dari bawah bukit. Bila jamaah kebetulah ikut rombongan yang melakukan rangkaian ziarah di Kota Makkah, maka bus pembawa rombongan akan berhenti di bawah bukit Jabal Tsur. Pemandu ziarah biasanya akan menceritakan sejarah peristiwa di zaman Rasulullah yang terjadi di Jabal Tsur.</p>
<p>Sambil mendengarkan penjelasan pemandu ziarah, jamaah bisa mendokumentasikan momentum berada di Jabal Tsur dengan latar belakang puncak bukit Jabal Tsur. Ada pula unta-unta yang bisa disewa untuk sekadar berkeliling dan berfoto di areal kaki bukit Jabal Tsur. Sayang, jamaah tak bisa naik melongok lokasi Gua Tsur. Kalau dulu, jamaah yang berfisik kuat biasanya memaksakan naik ke Gua Tsur dan melakukan shalat sunah di dalam gua. ismail ed:m as&#8221;adi/yto</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/23/jabal-tsur-pelindung-rasulullah-dari-kafir-quraisy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Ziarah/Wisata</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/05/jabal-rahmah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/05/jabal-rahmah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 10:27:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>afif</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Jamaah yang telah selesai menunaikaan ibadah haji, sebagian menggunakan waktu luangnya untuk berziarah ke beberapa tempat bersejarah, seperti gua hira, jabal rahmah, bahkan yang sudah sampai di Jeddah bisa berwisata ke air mancur tertinggi di dunia. Gua Hira terletak di lereng Jabal Nur, bukit ini adalah salah satu dari deretan gunung berbatu yang mengelilingi kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1207" title="Jabal Rahmah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/05/jabal-rahmah-300x201.jpg" alt="Jabal Rahmah" width="300" height="201" />Jamaah yang telah selesai menunaikaan ibadah haji, sebagian menggunakan waktu luangnya untuk berziarah ke beberapa tempat bersejarah, seperti gua hira, jabal rahmah, bahkan yang sudah sampai di Jeddah bisa berwisata ke air mancur tertinggi di dunia.</p>
<p>Gua Hira terletak di lereng Jabal Nur, bukit ini adalah salah satu dari deretan gunung berbatu yang mengelilingi kota Makkah. Letaknya di Timur Laut kota Makkah dengan jarak sekitar 6 kilometer dari Ka’bah.</p>
<p>Untuk mendaki bukit yang sepenuhnya terdiri atas susunan batu-batu tajam dan licin itu diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam. Itu tergantung pada kepadatan jamaah yang ikut mendaki bukit dengan sudut kemiringannya antara 60-70 derajat, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama.</p>
<p>Di Gua Hira para peziarah ada yang antri untuk shalat sunnah di dalam Gua. Gua Hira adalah tempat berkhalwat atau menyendiri Rasulullah SAW dan di gua inilah Rasulullah SAW mendapatkan wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril, yaitu Surat Al Alaq.  Ada juga peziarah yang membaca kitab suci al qur&#8221;an diatas batu cadas di puncak bukit Nur yang dipenuhi tulisan kaligrafi di dekat lokasi gua hira di kota Mekkah.</p>
<p>Alternatif lain adalah mengunjungi jabal rahmah di Arafah. Di lokasi Arafah terdapat bukit/gunung bernama jabal rahmah (gunung kasih sayang) dimana diatasnya terdapat tugu sebagai tanda tempat pertemuan  antara manusia pertama Adam dan Hawa. /yto</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-8-68">


	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-17" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/gua-hira-1.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="gua-hira-1.jpg" alt="gua-hira-1.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_gua-hira-1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-18" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/jabal-rahmah-1.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="jabal-rahmah-1.jpg" alt="jabal-rahmah-1.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_jabal-rahmah-1.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-19" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/jabal-rahmah-jauh.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="jabal-rahmah-jauh.jpg" alt="jabal-rahmah-jauh.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_jabal-rahmah-jauh.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-20" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/jabal-rahmah-kemah.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="jabal-rahmah-kemah.jpg" alt="jabal-rahmah-kemah.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_jabal-rahmah-kemah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-21" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/jabal-rahmah-onta.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="jabal-rahmah-onta.jpg" alt="jabal-rahmah-onta.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_jabal-rahmah-onta.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-22" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/jabal-rahmah.jpg" title=" " class="shutterset_set_8"  rel="lightbox[68]">
								<img title="jabal-rahmah.jpg" alt="jabal-rahmah.jpg" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/gallery/tempat-wisata/thumbs/thumbs_jabal-rahmah.jpg" width="100" height="75" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/05/05/jabal-rahmah/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/05/jabal-rahmah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
