<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Tentang Haji</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/category/haji/tentang-haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 02:27:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dikebut, Penyiapan Sarana dan Prasarana di Armina</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/19/dikebut-penyiapan-sarana-dan-prasarana-di-armina/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/19/dikebut-penyiapan-sarana-dan-prasarana-di-armina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Nov 2009 12:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Tentang Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=1970</guid>
		<description><![CDATA[MINA&#8211;Prasarana dan sarana ibadah di kawasan Padang Arafah,Muzdalifah dan Mina (Armina) terus dibenahi menjelang acara puncak ritual haji yang diawali dengan Wukuf pada 9 Zulhijah atau Kamis pekan depan (26/11). Di Padang Arafah, Kamis, ribuan pekerja masih terlihat sibuk menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan jamaah seperti tenda-tenda, toilet dan kamar mandi umum beserta jaringan airnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1971" class="wp-caption alignleft" style="width: 335px"><img class="size-full wp-image-1971" title="jamarat1" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/11/jamarat1.jpg" alt="Suasana Jamarat selepas subuh pada musim haji 1429 H (2008)" width="325" height="245" /><p class="wp-caption-text">Suasana Jamarat selepas subuh pada musim haji 1429 H (2008)</p></div>
<p>MINA&#8211;Prasarana dan sarana ibadah di kawasan Padang Arafah,Muzdalifah dan Mina (Armina) terus dibenahi menjelang acara puncak ritual haji yang diawali dengan Wukuf pada 9 Zulhijah atau Kamis pekan depan (26/11).</p>
<p>Di Padang Arafah, Kamis, ribuan pekerja masih terlihat sibuk menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan jamaah seperti tenda-tenda, toilet dan kamar mandi umum beserta jaringan airnya, kran-kran air minum, akses jalan dan gang-gang menuju ataukeluar tenda.</p>
<p>Di kawasan ini, para pekerja mulai memasang tenda-tenda, mencoba aliran listrik dan alat pendingin serta merenovasi bangunan toilet-kamar mandi yang sudah digunakan pada musim haji tahun-tahun sebelumnya. Di kawasan Armina, disiapkan tidak kurang dari 68.500 toilet.</p>
<p>Terlihat pula para teknisi mencoba alat penyemprot uap air yang akan digunakan untuk melembabkan udara agar para jemaah terhindar dari sengatan matahari saat wukuf nanti. Sengatan panas matahari pada siang hari di kawasan Padang Arafah saat ini dengan suhu udara antara 31 sampai 33 derajat Celcius, tidak terlalu terasa karena diiringi dengan hembusan angin sepoi-sepoi.</p>
<p>Sekitar 12.000 anggota satuan pengaman yang berseragam coklat-coklat tampak sedang melakukan gladi resik. Mereka nantinya akan menjadi pagar pengaman, ditempatkan di akses jalan di seputar kawasan tenda jemaah berjarak sekitar 100 meter antara petugas satu dan lainnya.</p>
<p>Diharapkan tragedi Jamarat, Mina pada pada musim haji Februari 2004 (1426H) yang merenggut lebih 300 jiwa termasuk 56 jemaah haji Indonesia saat berdesak-desakan saat melontar,tidak terulang lagi dengan tersedianya prasarana dan pengaturan lebih lebih baik pada musim-musim haji setelah itu.</p>
<p>Dari sisi prasarana, penambahan jembatan jamarat (tempat melontar jumrah) menjadi lima tingkat serta penambahan terowongan serta akses jalan di seputar Armina juga diharapkan dapat menjamin keamanan dan kelancaran ibadah haji.</p>
<p>Jembatan Jamarat di kawasan Mina juga sudah dibangun hingga lima tingkat. Dinding jamarat (tempat melontar jumrah) yang tingginya sekitar 1,5 meter juga dilapisi dengan bantalan spons, sehingga kalau ada jemaah yang terhimpit saat berdesak-desakan tidak mengalami luka atau lecet.</p>
<p>Dari sisi pengaturan, petugas akan mengatur agar setiap pelontaran jumrah dilakukan bergelombang, tiap gelombang tidak lebih dari 300.000 jemaah sesuai kapasitas jamarat. Petugas akan menghentikan sementara rombongan berikutnya, sampai rombongan sebelumnya yang sedang melontar jumrah rampung.</p>
<p>Untuk mencegah kebakaran di tenda-tenda yang pernah terjadi pada beberapa tahun lalu,disiapkan pula pemadam kebakaran bergerak, yakni sepeda motor gede (moge) buatan China yang dilengkapi dengan alat (tabung) pemadam kebakaran.</p>
<p>Jamaah dapat menggunakan tangga darurat atau lift untuk memilih tingkat mana yang tidak terlalu padat saat melontar jumrah di ketiga lokasi, Aqaba, Ula dan Wustha yang satu dan lainnya berjarak antara 150-190 meter. mch/tar</p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/11/19/dikebut-penyiapan-sarana-dan-prasarana-di-armina/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/19/dikebut-penyiapan-sarana-dan-prasarana-di-armina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengetahuan Tentang Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/13/370/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/13/370/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 05:26:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tentang Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menunaikan ibadah Haji, ada baiknya perlu pengetahuan tentang haji dan berbagai persiapan yang diperlukan selama perjalanan ibadah Haji. Jamaah juga perlu mengetahui Kota-kota tempat prosesi ibadah Haji. Berbagai Pengetahuan Tentang Haji Pengertian Haji dan Umroh Rangkaian Ibadah Haji Jenis-jenis Haji Rangkaian Ibdah Umroh Rukun dan Wajib Haji Lokasi Ibadah Haji dan Umroh Persiapan Perjalanan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-378" title="h-119" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2009/05/h-119-150x150.jpg" alt="h-119" width="138" height="135" />Sebelum menunaikan ibadah Haji, ada baiknya perlu pengetahuan tentang haji dan berbagai persiapan yang diperlukan selama perjalanan ibadah Haji. Jamaah juga perlu mengetahui Kota-kota tempat prosesi ibadah Haji.</p>
<p><span class="style10">Berbagai Pengetahuan Tentang Haji <a id="MenuTop" name="MenuTop"></a> </span></p>
<table border="0" width="568">
<tbody>
<tr>
<td class="style6"><a title="Pengertian Haji dan Umroh" href="#PengertianHaji">Pengertian Haji dan Umroh </a></td>
<td class="style6" width="276"><a title="Rangkaian Ibadah Haji" href="#RangkaianHaji">Rangkaian Ibadah Haji </a></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><a title="Jenis-jenis Haji" href="#JenisHaji">Jenis-jenis Haji</a></td>
<td class="style6"><a title="Rangkaian Ibadah Umroh" href="#RangkaianUmroh">Rangkaian Ibdah Umroh </a></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><a title="Rukun dan Wajib Haji" href="#RukunHaji">Rukun dan Wajib Haji</a></td>
<td class="style6"><a title="Lokasi Ibadah Haji dan Umroh" href="#LokasiHaji">Lokasi Ibadah Haji dan Umroh </a></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><a title="Persiapan Perjalanan Haji" href="#PersiapanHaji">Persiapan Perjalanan Haji </a></td>
<td class="style6"></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><a title="Mewakilkan seseorang untuk Haji" href="#MewakilkanHaji">Mewakilkan Seseorang untuk Haji </a></td>
<td class="style6"></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><a title="Haji Bagi Anak-anak" href="#HajiAnak">Haji Bagi Anak-anak yang Belum Baligh </a></td>
<td class="style6"></td>
</tr>
<tr>
<td class="style6"><strong></strong></td>
<td class="style6"><strong></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="style8"><strong>Pengertian Haji dan Umroh<a id="PengertianHaji" name="PengertianHaji"></a></strong></p>
<p class="style6"><strong>Pengertian Haji</strong></p>
<p class="style6">Haji adalah salah satu rukun Islam yang lima. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah.</p>
<p class="style6">Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara’ berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka&#8217;bah dan Mas&#8217;a (tempat sa&#8217;i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh).</p>
<p class="style6">Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa&#8217;i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.</p>
<p class="style7"><strong>Pengertian Umroh</strong></p>
<p class="style6">Umrah adalah berkunjung ke Ka&#8217;bah untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Umroh disunahkan bagi muslim yang mampu. Umroh dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada hari Arafah yaitu tgl 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik yaitu tgl 11,12,13 Zulhijah. Melaksanakan Umroh pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan melakukan Ibadah Haji (Hadits Muslim) [<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style7">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Jenis-jenis Haji<a id="JenisHaji" name="JenisHaji"></a></strong></p>
<p class="style6"><strong>Haji Ifrad, artinya menyendiri</strong></p>
<p>Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.</p>
<p class="style6"><strong>Haji Tamattu&#8217;, artinya bersenang-senang</strong></p>
<p>Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu&#8217; jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh. Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji.</p>
<p class="style6">Tamattu&#8217; dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.</p>
<p class="style6"><strong>Haji Qiran, artinya menggabungkan</strong></p>
<p>Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama.  [<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style8">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Rukun dan Wajib Haji<a id="RukunHaji" name="RukunHaji"></a></strong></p>
<p class="style6"><strong>Rukun haji :</strong></p>
<ol>
<li>Ihram</li>
<li>Thawaf  Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah)</li>
<li>Sa’ie</li>
<li>Wuquf di padang Arafah</li>
</ol>
<p class="style6">Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa’I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa’I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi’ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa’ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).(Kitabul Fiqh Ala Madzhabil Arba’ah 1/578).</p>
<p class="style7"><strong>Wajib Haji</strong></p>
<ol>
<li>Iharam dimulai dari miqat yang telah ditentukan</li>
<li>Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam</li>
<li>Mabit di Mina</li>
<li>Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam</li>
<li>Melempar jumrah</li>
<li>Mencukur rambut</li>
<li>Tawaf Wada’</li>
</ol>
<p class="style7"><strong>Syarat-syarat Wajib Haji</strong></p>
<ol>
<li>Islam</li>
<li>Berakal</li>
<li>Baligh</li>
<li>Mampu</li>
</ol>
<p>[<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style8">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Mewakilkan Seseorang Untuk Berhaji<a id="MewakilkanHaji" name="MewakilkanHaji"></a></strong></p>
<p class="style6">Tidak boleh bagi seseorang berhaji untuk orang lain kecuali setelah ia berhaji untuk dirinya sendiri. Rasulullah bersabda: Berhajilah untuk dirimu sendiri, kemudian engkau berhaji untuknya.  [<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style6">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Haji Bagi Anak-anak yang belum Baligh<a id="HajiAnak" name="HajiAnak"></a></strong></p>
<p class="style6">Tidaklah wajib bagi anak-anak untuk berhaji kecuali ia telah baligh. Namun jika ia telah berhaji maka hajinya sah sebagaimana yang telah diriwayatkan Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah r berjumpa dengan seorang berkendaraan dikawasan Ar-Rauha beliau bersabda: Siapakah kalian? Mereka menjawab: Kami orang-orang muslim, mereka balik bertanya: Siapa anda? Beliau menjawab: Saya Rasul Allah. Lalu ada seorang anak gadis yang masih kecil bertanya: Apakh ini yang disebut haji? Beliau menjawab: Ya dan bagimu pahala (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan An Nasa dishahihkan oleh At Tirmidzi).  [<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style6">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Rangkaian Ibadah Haji dan Umroh:<a id="RangkaianHaji" name="RangkaianHaji"></a></strong></p>
<p class="style7"><strong>Rangkaian kegiatan ibadah Haji</strong></p>
<ol>
<li>Sebelum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.</li>
<li>Calon jamaah haji memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni&#8217;mata laka wal mulk laa syarika laka..</li>
<li>Tanggal 9 Dzulhijjah, pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang.</li>
<li>Tanggal 9 Dzulhijjah malam, jamaah menuju ke Muzdalifah untuk mabbit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya.</li>
<li>Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabbit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh</li>
<li>Tanggal 10 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqobah sebagai simbolisasi mengusir setan. Dilanjutkan dengan tahalul yaitu mencukur rambut atau sebagian rambut.</li>
<li>Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Tawaf Haji (menyelesaikan Haji)</li>
<li>Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).</li>
<li>Tanggal 11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.</li>
<li>Tanggal 12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.</li>
<li>Jamaah haji kembali ke Makkah untuk melaksanakan Thawaf Wada&#8217; (Thawaf perpisahan) sebelum pulang ke negara masing-masing</li>
</ol>
<p>[<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style6">
<p class="style6"><strong><span class="style9">Rangkaian Kegiatan Ibadah Umrah<a id="RangkaianUmroh" name="RangkaianUmroh"></a></span></strong></p>
<ol>
<li>Diawali dengan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.</li>
<li>mengenakan pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.</li>
<li>Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika &#8216;umrotan atau Labbaikallahumma bi&#8217;umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni&#8217;mata laka wal mulk laa syarika laka.</li>
<li>Sesampai Masjidil Haram menuju ka&#8217;bah, lakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran.3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka&#8217;bah dijadikan berada di sebelah kiri. Setiap putaran menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.</li>
<li>Shalat 2 raka&#8217;at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka&#8217;at pertama dan Al-Ikhlas pada raka&#8217;at kedua.</li>
<li>Selanjutnya Sa&#8217;i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya&#8217;aairillah. Abda&#8217;u bima bada&#8217;allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa &#8216;alaa kulli syai&#8217;in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa&#8217;dahu wa shodaqo &#8216;abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya. Sa&#8217;i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.</li>
<li>Mencukur rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.</li>
<li>Ibadah Umroh selesai</li>
</ol>
<p>[<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style6">
<p class="style6">
<p class="style6"><strong><span class="style9">Persiapan Ibadah Haji<a id="PersiapanHaji" name="PersiapanHaji"></a></span></strong></p>
<p>Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menunaikan ibadah Haji</p>
<ol>
<li>Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.</li>
<li>Karena ibadah Haji adalah ibadah fisik, maka perlu mempersiapkan mental untuk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan stamina tinggi, keikhlasan dan kepasrahan kepada Allah SWT.</li>
<li>Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarg yang ditinggalkan.</li>
<li>Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.</li>
<li>Melaksanakan janji yang pernah diucapkan.</li>
<li>Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga yang akan ditinggalkan.7. Memohon do&#8217;a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)</li>
<li>Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, dan mengikuti kegiatan manasik haji.</li>
<li>Mempersiapkan obat-obatan pribadi selama menjalankan ibadah haji.</li>
<li>Mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk keperluan selama perjalanan ibadah Haji:</li>
</ol>
<p class="style6">
<p class="style6"><strong>Perlengkapan Pria</strong></p>
<ol>
<li>Kain Ihram dua stel</li>
<li>Baju sehari-hari secukupnya</li>
<li>Ikat pinggang</li>
<li>Keperluan mandi</li>
</ol>
<p><strong>Perlengkapan Wanita</strong></p>
<ol>
<li>Mukena minimal 2 buah</li>
<li>Pakaian ihram (rok putih dan mukena atas putih) 2 set</li>
<li>Pakaian sehari-hari secukupnya</li>
<li>Kaos kaki secukupnya</li>
</ol>
<p class="style6"><strong>Perlengkapan untuk Pria dan Wanita</strong></p>
<ol>
<li>Pakaian penghangat</li>
<li>Selimut</li>
<li>Sandal jepit</li>
<li>Sepatu sandal atau sendal gunung</li>
<li>Obat-obatan pribadi</li>
<li>Gunting kecil utk Tahallul</li>
<li>Payung</li>
<li>Senter kecil (untuk penerangan saat mengambil batu di Musdalifah)</li>
<li>Kantong kecil untuk menyimpan batu kerikil persiapan melempar jumroh</li>
<li>Kantong sandal untuk tempat sandal saat di Masjid</li>
<li>Pelembab atau cream, gunakan untuk tangan dan kaki</li>
<li>Biaya untuk dam, kurban dsb.</li>
</ol>
<p>[<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p class="style6">
<p class="style8">
<p class="style8"><strong>Lokasi Utama Ibadah Haji dan Umroh <a id="LokasiHaji" name="LokasiHaji"></a></strong></p>
<p class="style6"><strong>Makkah Al Mukaromah</strong></p>
<p>Di kota Makkah Al-Mukaromah inilah terdapat Masjidil Haram yang didalamnya terdapat Ka&#8217;bah yang merupakan kiblat ibadah umat Islam sedunia. Dalam rangkaian perjalanan ibadah haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah haji.</p>
<p class="style6"><strong>Padang Arafah</strong></p>
<p>Padang Arafah terdapat di sebelah timur Kota Makkah. Padang Arafah dikenal sebagai tempat pusatnya haji, sebagai tempat pelaksanaan ibadah wukuf yang merupakan rukun haji. Di Padang Arafah juga terdapat Jabal Rahmah tempat pertama kali pertemuan Nabi Adam dan Hawa. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.</p>
<p class="style6"><strong>Kota Muzdalifah</strong></p>
<p>Kota ini tidak jauh dari kota Mina dan Arafah Mota Muzdalifah merupakan tempat jamaah calon haji melakukan Mabit (bermalam) dan mengambil batu untuk melontar Jumroh di Kota Mina.</p>
<p class="style6"><strong>Kota Mina</strong></p>
<p>Kota Mina merupakan tempat berdirinya tugu (jumrah), yaitu tempat pelaksanaan  melontarkan batu ke tugu (jumrah) sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Disana terdapat tiga jumrah yaitu jumrah Aqabah, Jumrah Ula, dan Jumrah Wustha. [<a title="Kembali ke Menu " href="#MenuTop">Kembali ke Menu</a>]</p>
<p><em>(S.Riyanto)</em></p>
<p class="fbconnect_share"><fb:share-button class="url" href="http://www.jurnalhaji.com/2009/05/13/370/" /></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/13/370/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
