<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="0.92">
<channel>
	<title>Jurnalhaji.com &#187; Pengalaman Haji</title>
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Sep 2010 08:42:02 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	<!-- generator="WordPress/3.0" -->

	<item>
		<title>Ki H Anom Suroto, Serba Jalan Kaki</title>
		<description><![CDATA[Beragam cara dilakukan orang ketika menunaikan ibadah haji. Apa yang dilakukan setiap jamaah berbeda antara satu dan lainnya. Bahkan, boleh dibilang, sesuatu yang ganjil juga dilakukan saat berada di Tanah Suci, Makkah Al Mukarramah. Seperti yang dilakukan Ki Anom Suroto (59). Dalang wayang kulit kondang asal Solo, Jawa Tengah, ini boleh dibilang langka. Entah mengapa, [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/27/ki-h-anom-suroto-serba-jalan-kaki/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Hajah &#8216;Walang Kekek&#8217; Waldjinah: Berbagi Suka Bersama Mukim</title>
		<description><![CDATA[Ini konsekuensi sebagai publik figur, ke mana pun ia pergi, selalu saja orang menyapa. Bahkan, acap kali berlanjut saling berebut salaman. Malah mendaulat menyanyi garingan (menyanyi tanpa iringan musik) di tempat itu juga. Inilah yang dialami Hajah Waldjinah. Penyanyi Keroncong asli Solo, ini, meski sudah berusia 64 tahun, masih tampak cantik dan berkulit kencang. Ia [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/26/hajah-walang-kekek-waldjinahl-berbagi-suka-bersama-mukim/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Gumilar Rusliwa Somantri Ujian Kepasrahan dan Kemantapan Hati</title>
		<description><![CDATA[Oleh  EH Ismail Lazarde Kata orang, mereka yang bisa melaksanakan ibadah haji adalah orang-orang yang memang &#8221;dipanggil&#8221; Allah SWT. Betapapun, kemampuan fisik dan biaya untuk menunaikan rukun Islam kelima tersebut tidaklah tercapai bila Allah SWT belum memperkenankannya. Ada saja kendala dan rintangan untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Inilah yang dialami Rektor Universitas Indonesia, Gumilar [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/16/gumilar-rusliwa-somantri-ujian-kepasrahan-dan-kemantapan-hati/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ismi Azis Belajar Bersedekah dari Tanah Suci</title>
		<description><![CDATA[Oleh Lilis Sri Handayani Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Begitulah Rasulullah SAW mengajarkan umatnya agar suka menyedekahkan rezeki yang dianugerahkan Allah SWT. Bersedekah tidak hanya mendatangkan balasan berlipat ganda bagi pemberi, namun juga memberikan kebahagiaan bagi si penerima. Selain itu, bersedekah juga akan menjaga ukhuwah antara si kaya dan si miskin. [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/13/ismi-azis-belajar-bersedekah-dari-tanah-suci/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ikang Fawzi Berhaji di Usia Muda</title>
		<description><![CDATA[oleh Lilis Sri Handayani Salah satu pesan Rasulullah SAW, agar umatnya menggunakan masa mudanya sebelum masa tua, bagi Ikang Fawzi benar-benar membawa hikmah bagi dirinya. Bahkan, pesan tersebut mampu mengubah kehidupannya sebagai seorang rocker. Di usianya yang baru 33 tahun, pria kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1959 tersebut, pada saat popularitasnya tengah naik  &#8221;terpaksa&#8221; menunaikan ibadah [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/11/11/ikang-fawzi-berhaji-di-usia-muda/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Azyumardi Azra: Terbayang Perjuangan Nabi</title>
		<description><![CDATA[Nabi Muhammad SAW telah berhasil menyebarkan Islam hingga ke seluruh dunia. Untuk mencapainya, tentu itu tidak mudah. Pengorbanan dan perjuangan tak kenal putus, cobaan silih berganti, hingga akhirnya tertancap dan berkibarlah &#8221;bendera&#8221; Islam di seluruh belahan dunia. Demi menegakkan Islam di muka bumi, Nabi SAW harus bersusah payah berperang melawan kaum kafir. Meski hinaan dan [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/30/azyumardi-azra-terbayang-perjuangan-nabi/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Giring &#8221;Nidji&#8221; Merinding Ketika Berhadapan dengan Ka&#8221;bah</title>
		<description><![CDATA[Giring, vokalis grup band Nidji mengaku merinding sekujur tubuhnya, dari ubun-ubun hingga telapak kaki, ketika pertama kali melihat Ka&#8221;bah di Tanah Suci Makkah. Bahkan, pria kelahiran Jakarta, 14 Juli 1983, ini mengaku sempat menitikkan air mata. &#8221;&#8221;Saat itu saya merasa begitu kecil dan merasa tidak ada apa-apanya di mata Allah,&#8221;&#8221; akunya. Lelaki yang menunaikan ibadah [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/22/giring-nidji-merinding-ketika-berhadapan-dengan-kabah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Nyaris tak Berangkat Haji</title>
		<description><![CDATA[Naik haji merupakan impian setiap Muslim, demikian pula dengan saya. Setelah melalui penantian panjang, akhirnya saya bisa menunaikan ibadah haji. Bahkan, keberangkatan saya ke Tanah Suci ketika itu atas undangan Raja Arab Saudi, melalui kantor di mana saya bekerja. Setelah melalui proses seleksi, biasanya ada ratusan orang dari Indonesia diberangkatkan ke Tanah Suci dengan fasilitas [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/10/20/nyaris-tak-berangkat-haji/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Yusuf Mansur: Berangkat Haji Berkat Sedekah</title>
		<description><![CDATA[Subhanallah walhamdulilla, karena saya sering menyuruh orang untuk bersedekah, saya diuji bertubi-tubi.&#8217; Pendiri Daarul Qurían Internasional School, Ustadz Yusuf Mansur, mengaku pernah lupa bahwa manusia tak boleh memastikan sesuatu yang belum terjadi. Yusuf berkisah, pada 1990 lalu, ia yakin dan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menunaikan ibadah haji. Namun, menjelang hari pemberangkatan ia memliliki masalah [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/08/yusuf-mansur-berangkat-haji-berkat-sedekah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Irene Handono:  Menyaksikan ‘Film’ Dirinya Saat Masih Non-Muslim</title>
		<description><![CDATA[‘Itu bukan sebuah pikiran. Tapi sebuah film di depan mata saya tentang hidup saya sendiri. Semua lengkap, sangat jelas.’ Ketika menjadi mualaf pada 1983 lalu, mantan biarawati Irene Handono, menyimpan perasaan bahwa Allah tidak adil terhadap dirinya. Ia terus bertanya dan berusaha mencari jawaban mengapa ia dilahirkan sebagai non-Muslim. ‘’Kenapa saya tidak dilahirkan dari keluarga [...]]]></description>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2009/05/08/irene-handono-menyaksikan-%e2%80%98film%e2%80%99-dirinya-saat-masih-non-muslim/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
