<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jurnalhaji.com</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalhaji.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalhaji.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 13:18:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Al-Ji&#8217;ranah Tempat Miqat Utama Warga Makkah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[masjid ji ranah]]></category>
		<category><![CDATA[miqat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7412</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan muslimin dari berbagai penjuru dunia. Al-Ji’ranah, kerap disebut Ji’ranah saja, merupakan sebuah perkampungan di Wadi (lembah) Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah. Beberapa kali, tempat bersejarah ini disebutkan dalam hadis. Di antaranya dalam Sunah Abu Daud yang diriwayatkan dari Abu Thufail RA. Dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/masjid-jiranah/" rel="attachment wp-att-7413"><img class="alignleft size-medium wp-image-7413" title="Masjid-Jiranah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/Masjid-Jiranah-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan muslimin dari berbagai penjuru dunia.</em></span></p>
<p><span>Al-Ji’ranah, kerap disebut Ji’ranah saja, merupakan sebuah perkampungan di Wadi (lembah) Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Haram, Makkah al- Mukarramah. Beberapa kali, tempat bersejarah ini disebutkan dalam hadis.</p>
<p>Di antaranya dalam Sunah Abu Daud yang diriwayatkan dari Abu Thufail RA. Dikatakan Abu Thufail, “Aku pernah melihat Nabi SAW sedang membagikan daging di Ji’ranah, tiba-tiba ada seorang perempuan datang sampai dekat kepada Nabi SAW, lalu beliau menghamparkan mantelnya untuk perempuan itu, lantas ia (perempuan itu) duduk di atasnya. Lantas aku bertanya, ‘Siapakah perempuan itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Ia adalah ibu Beliau yang pernah menyusuinya.’”</p>
<p>Kemudian, dalam Sunah Abu Daud juga, yang diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, kembali Ji’ranah disebutkan. Ibnu ‘Abbas berkata, “Rasulullah mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha’, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji Beliau (haji wada’).”</p>
<p>Menurut Dr Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadits, Ji’ranah adalah sumur yang berada di antara Thaif dan Makkah al-Mukarramah. Namun, letaknya lebih dekat dengan Makkah. Rasulullah SAW singgah ke tempat ini ketika membagikan harta rampasan Bani Hawazin yang diperoleh dari Perang Hunain dan Thaif. Dari sana (Ji’ranah), Beliau memasuki Tanah Haram. “Al-Ji’ranah, nama ini masih tetap terkenal sampai sekarang,” ujar Syauqi, penulis buku best seller, Atlas Alquran.</p>
<p>Di kampung ini terdapat sebuah masjid yang dikenal dengan nama Masjid Ji’ranah. Masjid ini selalu digunakan penduduk Makkah untuk melakukan ihram saat umrah atau haji. Karena Ji’ranah merupakan tanda batas haram, maka dari sanalah dulu Rasulullah SAW berihram untuk melakukan umrahnya yang ketiga kali. Nah, tempat di mana Rasulullah SAW berihram kemudian dibangun Masjid Ji’ranah.</p>
<p>Menurut pendapat banyak ulama, Ji’ranah merupakan tempat miqat umrah yang paling afdal bagi penduduk Makkah. Tercatat dalam sejarah, Rasulullah pernah bermukim di sana selama 13 hari, kemudian berihram dari sana. <strong></p>
<p>Berkali-kali dipugar </strong><br />
Masjid Ji’ranah sangat populer di kalangan kaum Muslimin, tak hanya bagi mereka yang tinggal di Makkah, tapi juga mereka yang datang dari negeri-negeri yang jauh. Masjid ini telah dipugar berkali-kali dari zaman ke zaman sepanjang sejarah. Kemudian, pada pemerintahan Saudi dibangun masjid besar bersebelahan dengan masjid yang lama yang dibuat tidak terpisahkan. Untuk membangun masjid itu, Raja Fahd menggelontorkan dana tak kurang dua juta riyal. Dengan luas total 439 meter persegi, masjid tersebut dapat menampung sekitar 1.000 jamaah.</p>
<p>Lantas, dari mana asal nama Ji’ranah? Ini adalah nama seorang perempuan yang sehari-harinya bekerja mengabdikan diri untuk menjaga dan membersihkan masjid tersebut. Ia seorang wanita Quraisy dari Bani Tim. Selain dikenal dengan nama Ji’ranah, konon ia pun punya nama lain, yakni Roitoh. Uniknya, meski tekun menjaga kebersihan masjid, Ji’ranah dikenal sebagai perempuan dungu. Allah SWT bahkan menggambarkan perempuan ini dalam surah an-Nahl ayat 92, “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi cerai-berai kembali..&#8221;</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/al-jiranah-tempat-miqat-utama-warga-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hudaibiyah, Pintu Kemenangan Umat Islam</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 13:09:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[hudaibiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7405</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Yasmina Hasni Dengan perjanjian ini, Rasulullah bisa melakukan dakwah dengan leluasa. Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah. Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Yasmina Hasni</p>
<p><span><span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/hudaibiyah-2/" rel="attachment wp-att-7407"><img class="alignleft size-medium wp-image-7407" title="hudaibiyah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/hudaibiyah1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dengan perjanjian ini, Rasulullah bisa melakukan dakwah dengan leluasa. </em></span></span></p>
<p><span>Hudaibiyah merupakan kota yang berada di sekitar 26 kilometer dari Masjidil Haram. Saat ini, kawasan tersebut juga dikenal sebagai daerah perbatasan Tanah Haram sehingga sering dijadikan tempat miqat umat Islam yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.</span></p>
<p>Nama Hudaibiyah sebenarnya diambil dari nama telaga, yang juga dikenal dengan sebutan telaga Asy-Syumaisi. Sejarah Islam menyebutkan, Hudaibiyah menjadi pintu masuk kecemerlangan kaum Muslimin dalam menaklukkan Kota Makkah (Fathul Makkah). Di kota ini, Rasulullah SAW dan kaum Quraisy Makkah membuat perjanjian untuk saling tidak menyerang, yang kemudian membuka peluang umat Islam Madinah untuk mengislamkan pendudukan Kota Makkah.</p>
<p>Kisah tersebut berlangsung pada bulan Dzulqaidah tahun 6 Hijriah saat umat Islam Madinah yang terdiri atas kaum Muhajirin dan Anshar berencana akan melakukan umrah di Baitullah. Keputusan melakukan umrah ini diawali dari mimpi Rasulullah SAW yang menggambarkan beliau serta sahabat-sahabatnya bisa masuk ke Masjidil Haram dan melakukan umrah dengan aman.</p>
<p>Hal ini kemudian tertuang dalam Alquran yang menyebutkan, Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, mencukur rambut dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (QS Al-Fath: 27)</p>
<p>Mendapat wahyu ini, Rasulullah kemudian memerintahkan umat Islam Madinah bersiap-siap pergi ke Makkah untuk melakukan umrah. Bukan untuk menantang kaum Quraisy berperang. Umat Islam Madinah pun menyambut perintah Rasulullah dengan sukacita  karena sudah enam tahun mereka tidak bisa melepaskan kerinduan bersimpuh di Baitullah.</p>
<p>Saat itu, kaum Muslimin yang berjumlah 1.500 orang itu berangkat tanpa membawa persiapan untuk perang, kecuali perbekalan dan senjata yang biasa dibawa kafilah dagang untuk melindungi diri dari perampok.</p>
<p>Namun, ketika rombongan Rasulullah sampai di Asfan, mereka didatangi seseorang yang mengabarkan kaum Quraisy sudah menyiapkan pasukan untuk berperang. Mendapat informasi tersebut, Nabi Muhammad SAW mencoba menghindari pertumpahan darah dengan menempuh jalur diplomasi.</p>
<p>Nabi SAW kemudian mengutus Usman Bin Affan untuk berunding dengan kaum Quraisy. Namun ternyata, Usman ditahan pihak Quraisy tidak bisa kembali ke rombongan. Kabar ini membuat para sahabat bersumpah untuk memerangi kaum kafir Quraisy sampai titik darah penghabisan.</p>
<p>Sumpah ini diikrarkan pada sahabat Nabi di hadapan Rasulullah di bawah sebuah pohon di tepi telaga. Salah satu dahan pohonnya dipegangi oleh Ma’qil bin Yasir, sedangkan Umar Bin Khattab memegangi tangan Rasulullah. Bai’at ini dikenal sebagai Bai’at Ar Ridhwan, seperti tertulis dalam Alquran Surat Al Fath: Bahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah…” (QS Al Fath: 10) dan  Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mu’min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon…” (QS Al Fath:18).</p>
<p>Sumpah setia tersebut rupanya membuat kaum Quraisy gentar dan akhirnya melepaskan Usman. Bahkan, kaum Quraisy akhirnya bersedia berunding sehingga Rasulullah mengirim Suhail bin Amar sebagai utusan.</p>
<p>Dalam perundingan tersebut, kedua belah pihak mencapai beberapa kesepakatan yang kemudian disebut sebagai perjanjian Hudaibiyah. Isi perjanjian, antara lain, kaum Muslimin bersedia menunda umrah ke Baitullah hingga tahun depan. Dan saat umrah dilakukan, kaum Muslim hanya diizinkan membawa senjata yang biasa dibawa seorang musafir, yaitu sebatang tombak dan sebilah pedang yang disarungkan.</p>
<p>Selain itu, antarkedua belah pihak juga sepakat melakukan perdamaian melalui gencatan senjata selama 10 tahun. Sementara itu, jika kaum Muslimin datang ke Makkah, pihak Quraisy tidak berkewajiban mengembalikan orang itu ke Madinah. Sedangkan jika penduduk Makkah datang kepada Rasulullah di Madinah, kaum Muslimin harus mengembalikan orang tersebut ke Makkah.</p>
<p>Rasulullah dapat menyetujui syarat-syarat dan ketentuan itu, tetapi para sahabat sempat menyatakan keberatan. Di antara sahabat Nabi  yang tidak bisa menerima kesepakatan itu adalah Umar bin Khattab. Mendapat penolakan itu Rasulullah bersabda, Aku ini adalah Rasulullah dan tentu Dia tidak akan membinasakanku.”</p>
<p>Kendati perjanjian Hudaibiyah sepertinya merugikan kaum Muslim, namun dari perjanjian inilah Rasulullah SAW dapat mengembangkan dakwah hingga ke Hudaibiyah. Bahkan, selama masa gencatan senjata, Nabi bisa melakukan dakwah dengan leluasa, bahkan menyampaikan pesan Islam pada Kaisar Romawi, Raja Habsyah (Ethiopia), Raja Mesir, dan Raja Parsi.</p>
<p>Peristiwa ini disebut oleh Alquran dengan istilah Fathun Mubiinun (kemenangan nyata), sebagaimana termaktub dalam surat Al-Fath ayat 1 sampai 3. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu ke jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kokoh (banyak).” (QS. Al-Fath 1-3).</p>
<p>Selama perjanjian Hudaibiyah, kaum Muslim juga bisa membangun masjid yang disebut Masjid Bai’ah Ar Ridhwan. Masjid ini terletak sekitar 2 kilometer dari pintu masuk Kota Makkah. Sekarang, masjid tersebut sudah tinggal puing, hanya menyisakan pondasi masjid. Namun di sampingnya, berdiri masjid baru bernama Masjid Asy-Syumaisi. Pemerintah Arab Saudi tidak melestarikan peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut karena dikhawatirkan berkembang menjadi bid’ah dan syirik.</p>
<p>Selain itu, kawasan Hudaibiyah kini juga sudah berkembang menjadi kawasan permukiman. Di sepanjang jalan dari Makkah ke Hudaibiyah, akan terlihat peternakan onta dan domba, di sela-sela pegunungan dan bukit pasir. Pemerintah Arab Saudi sedang intensif mengembangkan daerah ini sebagai kawasan peternakan onta dan kibas (kambing).</p>
<p>Di Hudaibiyah ini, jamaah haji yang melakukan ziarah, juga bisa melihat pemerahan susu unta sekaligus mencicipinya. Lokasi pemerahan berada di sisi kiri jalan, di areal padang pasir. Di padang pasir ini, ada beberapa peternak di mana masing-masing peternak memelihara  8-10 ekor unta, yang biasanya terdiri atas 7 ekor unta betina dan 4 anak unta.</p>
<p>Di setiap peternakan ini, biasanya sudah disiapkan meja yang di atasnya sudah diletakkan jejeran botol berisi susu unta murni. Harga per botolnya relatif murah, hanya 5 riyal (satu riyal sekitar Rp 2.700). Pekerja peternakan yang biasanya berasal dari Sudan biasanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/hudaibiyah-pintu-kemenangan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Olah Raga Sebelum Berangkat Umrah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[joging]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga ringan]]></category>
		<category><![CDATA[Umrah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7387</guid>
		<description><![CDATA[oleh: Prima Resti Kebugaran didapat dengan cukup makan dan istirahat. Penyesuaian kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas umrah dan haji selama di Arab Saudi mutlak diperlukan. Sebelum berangkat, calon jamaah sangat dianjurkan melakukan aktivitas olahraga rutin yang ringan atau aklimatisasi. Jenis olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki cepat atau melakukan joging ringan. Ini agar kondisi tumbuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh: Prima Resti<br />
<span><em><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/joging/" rel="attachment wp-att-7388"><img class="alignleft size-medium wp-image-7388" title="joging" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/joging-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Kebugaran didapat dengan cukup makan dan istirahat.</em></span></p>
<p><span>Penyesuaian kemampuan fisik untuk melakukan aktivitas umrah dan haji selama di Arab Saudi mutlak diperlukan. Sebelum berangkat, calon jamaah sangat dianjurkan melakukan aktivitas olahraga rutin yang ringan atau aklimatisasi.<br />
Jenis olahraga ringan seperti rutin berjalan kaki cepat atau melakukan joging ringan. Ini agar kondisi tumbuh lebih mudah mengalami penyesuaian saat melaksanakan ibadah haji.<br />
Tapi, jangan sampai tubuh kelelahan menjelang keberangkatan. &#8220;Yang perlu diingat, kondisi tubuh dijaga agar tidak terlalu lelah menjelang hari keberangkatan ke Tanah Suci,&#8221; ujar Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama.</span></p>
<p>Untuk mendapatkan aktivitas yang optimal, kata dia, kegiatan yang dilakukan sebelum berangkat agar disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Calon jamaah harus menyusun rencana waktu dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Selain itu, sangat dianjurkan mengenal proses perjalanan ibadahselama di Tanah Suci dan kondisi alam di Arab Saudi.</p>
<p>Satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan, menurut Tjandra Yoga, adalah melakukan pemeriksaan kesehatan di pelayanan kesehatan. Pemeriksaan bisa dilakukan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) atau dokter keluarga.</p>
<p>Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan calon jamaah secara cermat. &#8220;Apabila ternyata jamaah sakit menjelang keberangkatan harus segera diobati,&#8221; dia menuturkan.</p>
<p>Untuk jamaah yang sakit menetap, misalnya menderita sakit gula, kata Tjandra Yoga, dokter akan memberikan bekal obat dan cara-cara mengelola sakitnya selama dalam perjalanan. Yang tak kalah pentingnya, &#8220;Konsultasikan kondisi kesehatan sebelum berangkat.&#8221;<br />
Dia mengatakan, kebugaran fisik bisa dipertahankan selama berada di Tanah Suci dengan mengonsumsi cukup makan dan juga cukup istirahat. Hal ini dilakukan sambil melaksanakan ibadah yang tepat, baik pagi, sore, maupun malam.<br />
Kegiatan yang kurang bermanfaat untuk pelaksanaan ibadah sebaiknya dikurangi. &#8220;Jangan terlalu banyak berjalan-jalan seperti berbelanja. Jaga stamina dan kesehatan untuk menjalankan ibadah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Tjandra Yiga juga mengingatkan agar menjaga kamar tidur. Kamar tidur diusahakan tetap lapang dan tidak berdesak-desakan oleh orang atau barang. Sirkulasi udara dan sinar matahari yang cukup dapat mengurangi kuman-kuman penyakit yang ada di dalam kamar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/olah-raga-sebelum-berangkat-umrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tina Rustina Gondokusumo &#8211; Teguran Membawa Berkah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/tina-rustina-gondokusumo-teguran-membawa-berkah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/tina-rustina-gondokusumo-teguran-membawa-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:32:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Umroh dan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7385</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Damanhuri Zuhri &#8220;Ya Allah, ya Allah, ya Allah.&#8221; Kalimat itu saja yang berulang-ulang terucap dari bibir Tina Rustina Gondokusumo yang terbaring sakit. Saat itu, ia merasa tak punya daya. Badannya lemah, lunglai, dan hanya bisa tergolek di tempat tidur. Ia bahkan merasa seperti sudah saatnya meninggalkan dunia fana ini. &#8220;Di situ baru saya menyadari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Damanhuri Zuhri</p>
<p><span>&#8220;Ya Allah, ya Allah, ya Allah.&#8221; Kalimat itu saja yang berulang-ulang terucap dari bibir Tina Rustina Gondokusumo yang terbaring sakit. Saat itu, ia merasa tak punya daya. Badannya lemah, lunglai, dan hanya bisa tergolek di tempat tidur. Ia bahkan merasa seperti sudah saatnya meninggalkan dunia fana ini.</p>
<p>&#8220;Di situ baru saya menyadari, apa pun yang saya punya tidak ada artinya. Benar-benar tak ada artinya. Sungguh sebuah teguran yang saya rasakan waktu itu,&#8221; kenang Tina kepada Republika, beberapa waktu lalu, di Denpasar, Bali.<br />
Nyatanya, teguran itu membawa hikmah bagi wanita yang kini dikenal sebagai pegiat dunia dakwah di Bali ini. Peristiwa itu menyadarkannya untuk sujud lima waktu sehari kepada Sang Pencipta. &#8220;Tiba-tiba saja, saya mulai ingin shalat,&#8221; ungkap pendiri Majelis Taklim Al-Istikomah ini.</p>
<p>Untuk shalat, ia minta diajari oleh pembantunya di rumah. &#8220;Pembantu saya mengajarkan saya shalat sampai dia menangis. Selain diajari shalat, saya diajari mengaji,&#8221; papar Tina yang lama belajar mendesain busana di Italia. Desainer kondang Itang Yunaz adalah teman dekat yang selalu mengingatkannya untuk shalat.</p>
<p>Beruntung, saat itu mulai muncul program pendidikan agama di pagi hari yang disiarkan beberapa stasiun televisi swasta. Lewat layar kaca inilah, Tina mengaku banyak belajar agama dari Prof Arif Rahman, Ustaz Mawardi Labay,  dan KH Quraish Shihab. &#8220;Saya tidak bisa bergerak, hanya di tempat tidur mendengar ceramah tiap pagi dari beliau-beliau sampai akhirnya saya mulai mengerti Islam,&#8221; tutur wanita yang aktif di Khalifah Club Bali ini.</p>
<p>Melalui parabola, Tina pun akhirnya bisa menyimak siaran agama dari Brunei Darussalam. Ia mengaku sangat menikmati siaran agama dari layar televisi yang selama ini tak pernah ia lakukan. &#8220;Terus terang, saya benar-benar menikmati acara agama dari layar TV. Saya di Bali nggak tahu mau panggil siapa. Saya ingin belajar, ingin tahu Islam. Jadi, saya mendambakan ingin bertemu Prof Arif Rahman, tapi saya nggak tahu mau meneleponnya ke mana. Saya kepingin ketemu Prof Quraish Shihab, ingin sekali bertemu Ustaz Mawardi Labay, tapi bagaimana caranya?&#8221; tanyanya waktu itu.</p>
<p>Melalui bimbingan agama yang didapat dari layar kaca, Tina mengaku mengenal jalan Tuhan. &#8220;Sejak itu, saya mulai banyak tanya tentang Islam. Saya mulai belajar membaca Alquran. Saya tanya ke Jakarta, Departemen Agama di Bali di mana?&#8221; katanya penuh semangat. Dari informasi yang didapat, Tina akhirnya dipertemukan dengan Ustaz Raihan. Ini terjadi pada 1993. Sang ustaz banyak memberi nasihat dan bimbingan. &#8220;Beliau datang ke rumah ngobrol-ngobrol, bukan mendakwah atau menggurui. Setelah itu, perlahan-lahan, dia mengajarkan saya mengaji. Saya bukan tidak bisa, tapi karena sudah lama tidak membaca Alquran, jadi nggak bisa.&#8221;</p>
<p>Dari sang ustaz pula, Tina mengetahui arti pentingnya sedekah. Ustaz Raihan mengatakan, jika kita ingin sembuh, menjadi lebih baik, hati lebih tenang, jangan lupa sedekah. &#8220;Saya mulai mengerti macam-macam sedekah, zakat, infak.&#8221;</p>
<p>Terkait sedekah ini, ia kemudian tertarik untuk berguru kepada Ustaz Yusuf Mansur, dai muda yang dikenal dengan tema-tema ceramahnya yang sangat menyentuh tentang sedekah.  &#8220;Alhamdulillah, beliau jadi teman. Haji Zainal Sania yang membawa Ustaz Yusuf Mansur ke sini.&#8221;</p>
<p><strong>Ke Tanah Suci</strong><br />
Berangsur-angsur kesehatan Tina membaik. Ia mencoba berobat ke luar negeri. Ketika pulang, ia sudah bisa jalan. Betapa bahagianya ia.</p>
<p>Setelah membaik, sang ibunda mengajaknya menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci. Tina sempat menolak ajakan itu. Ia merasa dosanya terlalu banyak sehingga takut pergi ke Tanah Suci. Namun, ibundanya terus mendesak. &#8220;Kamu punya uang, melangkahlah sekarang ke Rumah Allah,&#8221; ujar Tina menirukan ucapan ibundanya waktu itu. Tina pun luluh. Akhirnya, ia berangkat ke Tanah Suci bersama keluarga.</p>
<p>Saat umrah, Tina mengaku merasakan nikmat luar biasa. Ia bisa berjalan, lancar. Badannya pun fit, segar bugar. &#8220;Kami 15 hari di sana, dan waktu saya mau pulang saya takut nggak bisa jalan lagi. Karena waktu mau berangkat umrah, baru lima kali melangkahkan kaki sudah capai. &#8220;Ketakutan Tina tak terbukti. Sepulang umrah, tiba di Tanah Air, bahkan hingga saat ini, ia bisa berjalan tanpa hambatan, tanpa rasa lelah. Syukur, Alhamdulillah.</p>
<p>Kini, istri dari Wolfgang Pikal, mantan asisten Alfred Riedl, pelatih timnas PSSI, ini semakin bahagia karena setiap bulan di rumahnya yang cukup luas di Denpasar selalu digelar pengajian. Seperti yang terjadi pada pekan pertama, Juni lalu, tak kurang dari 100 jamaah Majelis Taklim Al-Istikomah, mulai dari para ibu, bapak, dan anak-anak memenuhi kediamannya untuk mendengarkan tausiah yang disampaikan Ustaz Bachtiar Nasir, pimpinan Ar-Rahman Qur&#8217;anic Learning (AQL) Center.</p>
<p>Menurut Tina, pengajian ini sudah lima tahun berjalan sejak 2006. Sebenarnya, ide penyelenggaraan pengajian ini dicetuskan oleh beberapa keluarga &#8216;campuran&#8217;. &#8220;Dalam arti,  campuran kewarganegaraan, bukan campuran agama. Suami-istri Muslim tetapi kewarganegaraannya beda-beda.&#8221;</p>
<p>Karena itu, cerita Tina, sering terjadi anak-anak dari keluarga campuran itu bertanya kepada guru ngajinya, &#8220;Do you speak English?&#8221; Kalau guru mengajinya tak bisa berbahasa Inggris, biasanya mereka minta kepada orang tuanya untuk ganti guru mengaji. &#8220;Karena ini keluarga campuran sehingga bahasa yang dipakai dalam rumah tangga kebanyakan bahasa Inggris.&#8221;</p>
<p>Setelah berjalan sekian lama, frekuensi pengajian ditambah. Dari semula sebulan dua kali menjadi sebulan tiga kali setiap Jumat malam. Materi yang dibahas awalnya lebih kepada persoalan-persoalan umum, seperti shalat, wudhu, zakat, dan masalah yang terkait umrah atau haji. Tapi kini, pengajian ini mulai fokus mempelajari dan mendalami Alquran.</p>
<p>Tina bahagia melihat perkembangan pengajian ini. Ia berharap, hal ini akan membawanya menjadi Muslimah yang berilmu dan berakhlak Alquran.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/tina-rustina-gondokusumo-teguran-membawa-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vaksin Meningitis</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/vaksin-meningitis/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/vaksin-meningitis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:27:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin m]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7381</guid>
		<description><![CDATA[oleh: dr Flora Eka Sari Sp P Kepala Klinik Paru Lakespra Saryanto TNI AU Ibadah umrah dan  haji tidak lepas dari kepentingan ekonomi dan politik. Beberapa hal terkait dengan jumlah kuota, pelayanan haji, sampai kewajiban yang harus dipenuhi calon jamaah, termasuk vaksinasi meningitis. Sebagai tempat berkumpulnya jutaan orang, pelaksanaan ibadah umrah dan  haji dikhawatirkan memudahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>oleh: dr Flora Eka Sari Sp P</strong><br />
Kepala Klinik Paru Lakespra Saryanto TNI AU</p>
<p><span><span><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/vaksin-meningitis/meningitis/" rel="attachment wp-att-7382"><img class="alignleft size-medium wp-image-7382" title="meningitis" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/meningitis-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Ibadah umrah dan  haji tidak lepas dari kepentingan ekonomi dan politik. Beberapa hal terkait dengan jumlah kuota, pelayanan haji, sampai kewajiban yang harus dipenuhi calon jamaah, termasuk vaksinasi meningitis. Sebagai tempat berkumpulnya jutaan orang, pelaksanaan ibadah umrah dan  haji dikhawatirkan memudahkan transmisi beberapa penyakit termasuk meningitis yang umumnya dibawa oleh jamaah asal epidemi meningitis di Afrika yang membentang sepanjang 600 km di Sub Sahara, meliputi Mauritania, Gambia, sampai Ethiopia.</p>
<p>Disinyalir setidaknya dua kali terjadi epidemi penyakit meningokok selama musim haji dan umrah terkait dengan kedatangan jamaah haji, baik pada saat pelaksanaan ibadah haji maupun kepulangannya ke beberapa negara asal. Selama ini, usaha mengatasi dan mencegah epidemi adalah dengan pemberian vaksin. Walaupun sampai saat ini belum terbukti vaksin berhasil mengatasi epidemi meningitis di Afrika.</p>
<p>Penyakit meningokok di Arab Saudi lebih banyak publikasinya, termasuk oleh WHO setelah pada 1987 terjadi epidemi meningokok grup A yang dianggap terkait ibadah haji. Pemerintah Saudi Arabia akhirnya mewajibkan seluruh calon jamaah haji dan umrah untuk mendapatkan vaksin meningokok A dan C (vaksin bivalent A/C).</p>
<p>Pada tahun tersebut epidemi meningokok di daerah sabuk meningitis adalah meningokok grup A dengan usaha mengatasinya lewat pemberian vaksin meningokok rutin dan massal. Dalam waktu hampir 13 tahun, yaitu 2000 sampai 2002 terjadi lagi epidemi meningokok selama masa ibadah haji yang ternyata lebih didominasi oleh meningokok grup W. Pada 2000 di Saudi, dari 253 kasus yang diidentifikasi 161 (64 persen) dapat diidentifikasi serogrupnya, untuk serogrup W-135 sebanyak 93 kasus (37 persen), A 60 kasus (24 persen), dan pada tahun itu adalah outbreak W-135 yang terbesar.</p>
<p>Dalam waktu yang besamaan secara global terjadi juga peningkatan kejadian penyakit meningokok grup W. Kasus tersebut berasal dari jamaah yang baru pulang haji dan menularkan kepada orang sekelilingnya, bahkan di Burkina Faso 2002 terjadi epidemi W-135 pertama kali di Afrika Barat dengan kematian sekitar 1.060 orang dari 8.850 kasus.</p>
<p>Setelah kejadian tersebut, maka sejak tahun 2002 dinas kesehatan kerajaan Saudi Arabia mewajibkan para jamaah haji dan umrah untuk mendapatkan vaksinasi tetravalent polisakarida ACYW135 yang diberikan juga kepada semua anak sekolah di sana. Ternyata setelah tahun 2002, epidemi mayor W-135 tidak terjadi lagi, berbeda dengan meningokok grup A yang sangat sering muncul sebagai penyebab epidemi mayor terutama di daerah Afrika.</p>
<p>Terkait dengan kewajiban pemberian vaksin bagi calon jamaah haji  timbul pertanyaan, mengapa ada keyakinan munculnya galur W-135 kelak bisa mempunyai sifat seperti grup A, baik sebagai penyebab karier (seseorang sebagai pembawa kuman, tetapi tidak sakit) maupun epidemi penyakit sehingga pemberian vaksin ACYW135 massal tanpa penelitian memadai dan tanpa evaluasi tetap dilakukan sampai sekarang. Konsekuensinya, diperlukan penjelasan ilmiah mengapa galur W-135 ini bisa muncul menjadi epidemi, berubah dari sifatnya semula. Diperlukan pula data dan fakta masuk akal yang telah dilakukan WHO dan CDC sebagai respons cepat dalam memprediksi epidemi terkait program wajibnya vaksinasi W-135.</p>
<p>Wabah di Arab Saudi sebaiknya ada kejelasan kondisi karier dan kemungkinan kuman yang sudah dibawa. Hal ini karena melihat dinamika penyakit dan fakta penyebaran luas yang justru terjadi pada daerah asal jamaah tertentu seperti Burkina Faso. Sedangkan Afrika sebagai daerah epidemi meningitis harus dilihat usaha preventif  lain di luar vaksinasi serta kelayakan dan keamanan pelaksanaan program vaksinasinya. Setidaknya, pertanyaan di atas bisa menggambarkan masih ada ketidakadilan dan ketidakjelasan dasar ilmiah program wajib vaksinasi meningitis bagi calon jamaah haji dan umrah.</p>
<p>Sebenarnya, epidemi meningokok W-135 tidak pernah diduga seperti tahun 2000 karena selama ini lebih pada orang yang menderita gangguan komplemen. Perubahan sifat ini menunjukkan kemungkinan munculnya galur-galur baru penyebab epidemi. Kasus emergensi W-135 penyebab outbreak disebabkan penyebaran W-135 ET-37(ST-11) strain yang berhubungan dekat dengan ET-37(ST-11) serogrup C yang merupakan penyebab invasif pada dewasa .<br />
<strong><br />
Vaksin jamaah</strong><br />
Pemberian vaksinasi meningitis ditujukan untuk menghentikan penyebaran penyakit meningokok. Uji coba pertama kali vaksin dilakukan di Sudan tahun 1915, kemudian dikembangkan untuk mengekstraksi dan memurnikan polisakarida A dan C. Pada 1969, penelitian menunjukkan immunogenisiti polisakarida ini sehingga dilakukan uji coba vaksin ini di Mesir tahun 1972.</p>
<p>Umur vaksin meningitis sudah lebih dari 40 tahun, tapi belum bisa menjamin dunia bebas dari meningits meningokok, bahkan untuk memprediksi serogrup penyebab epidemi pun sulit. Perkembangan vaksin meningokok agak lambat karena faktor biologis yang dimiliki kuman. Bakteri N Meningitidis dapat secara alami bertukar gen, mampu menerima DNA, melakukan encoding dari antigen utama (switch) seperti yang disinyalir terjadi pada grup W-135 sehingga bisa lolos dari proteksi imunitas alami dan vaksin.</p>
<p>Keadaan ini membingungkan usaha membuat vaksin secara komprehensif. Sehingga, tidaklah berlebihan jika ada kekhawatiran bahwa usaha pemberian vaksin ini (apa pun) secara terus-menerus dapat memengaruhi kerentanan tubuh terhadap infeksi. Bahkan, mengubah patogenitas kuman dengan cara yang lain. Beberapa kuman komensal lain seperti N Lactamica justru bisa memproteksi patogenitas N Meningitidis. Prevalensi kolonisasi dipengaruhi banyak hal, termasuk vaksin dan kemoprofilaksis sehingga dinamika penyakit sangat dinamis dan kompleks.</p>
<p>Pola karier meningokok pada daerah Sub Sahara belum jelas meskipun banyak penelitian dilakukan sebelum pemberian vaksin konjugat. Dalam waktu yang lama, penelitian menunjukkan bahwa vaksin grup A tidak secara substansial memengaruhi karier serogrup A satu tahun setelah vaksinasi. Maka, yang terjadi adalah karier akan tetap karier. Bagaimanakah halnya dengan vaksin baru W-135?</p>
<p>Jika epidemi disebabkan perluasan endemi karier, maka dapat dipastikan vaksinasi belum bisa menekan epidemi meningokok dan juga tidak memberikan imunitas kelompok seperti tujuan vaksin. Hal ini diperburuk jika tidak dilakukan pelaporan variabel serogrup, tipe sekuensingnya dan kolonisasi terkait epidemi  karena respons vaksin dan pemilihan vaksin tergantung kecepatan dan reliabilitas deteksi epidemi.</p>
<p>Yang sering diabaikan adalah polimorfisme genetik yang memengaruhi kerentanan tubuh terhadap setiap infeksi, termasuk kerentanan terhadap efek samping vaksin. Aspek negatifnya, beberapa makalah ilmiah menuliskan proses inflamasi vaksin bisa sampai ke otak, terutama pada orang tua sehingga menimbulkan gangguan di saraf dan otak. Beberapa kasus pernah terjadi di Indonesia.</p>
<p>Untuk hal yang penting pun sampai sejauh ini belum jelas. Angka kepastian penderita meningokok di Indonesia belum jelas mana orang yang rentan, karier, atau imun. Bisa saja memang orang itu tak butuh vaksin. Bukan vaksin yang melindungi dari kondisi karier atau penyakit. Kewajiban vaksinasi jamaah khususnya Indonesia perlu kajian ulang secara ilmiah. Sebagai Muslim, kita wajib mempunyai ilmu sebelum beramal.</p>
<p>Dari sisi politik, setiap negara Muslim harus saling bantu menyelamatkan umat dari kemungkinan pasar kapitalis. Bahkan, untuk sekadar mengingatkan Pemerintah Arab, bukankah lebih baik membawa gelas sendiri untuk minum air zam zam?</p>
<p>Untuk mencegah infeksi saluran napas, air zam zam pun dapat digunakan untuk membersihkan hidung terkait penelitian Dr Masaru Emoto tentang beberapa keajaiban air zam zam termasuk manfaat antikuman karena kandungan fluor dan mineral lainnya. Bagi Muslim harus pula dipastikan halal haramnya.<br />
<strong></strong></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/vaksin-meningitis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Hari Pertama Dzulhijjah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:18:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rukun Haji]]></category>
		<category><![CDATA[10 hari dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7378</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Satori Ismail Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah &#8216;Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Satori Ismail</p>
<p><span><span>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Tidak ada hari di mana amal saleh pada hari itu lebih dicintai Allah &#8216;Azza wa Jalla daripada hari-hari ini -yakni 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, &#8216;Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?&#8217; Beliau menjawab, &#8216;Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa, raga, dan hartanya, kemudian tidak bersisa lagi&#8217;.&#8221; (HR Bukhari).</p>
<p>Kalau pada Ramadan ada 10 hari terakhir yang mulia, karena menanti lailatul qadar, maka pada bulan Dzulhijjah ada 10 hari pertama yang utama, di mana amal saleh yang dikerjakan pada hari-hari itu sangat dicintai Allah, bahkan melebihi jihad fi sabilillah.  Mengingat keutamaan hari-hari tersebut Allah bersumpah dengannya dalam Alquran, &#8220;Demi waktu fajar. Dan malam yang sepuluh.&#8221; (Al Fajr: 1-2).</p>
<p>Di antara 10 hari ini yang paling utama adalah hari haji akbar yaitu hari <em>nahar</em> (10 Dzulhijjah). &#8220;Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah SWT adalah hari <em>nahar,</em> lalu hari tasyrik (setelah hari <em>nahar</em>).&#8221; (HR Abu Dawud, disahihkan oleh Hakim).</p>
<p>Di antara amal saleh yang disyariatkan pada 10 hari pertama Dzulhijjah, pertama, melaksanakan ibadah haji dan umrah. &#8220;Dan haji mabrur, tidak ada balasan untuknya selain surga.&#8221; (HR Muslim). Kedua, memperbanyak shalat sunah. &#8220;Hendaknya kamu memperbanyak sujud <em>lillah</em>, karena tidaklah kamu bersujud kepada Allah sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat derajatmu karenanya dan menggugurkan dosamu karenanya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Ketiga, berpuasa selama sembilan hari, terutama hari Arafah. &#8220;Bahwa Rasulullah SAW biasa berpuasa sembilan hari bulan Dzulhijjjah, hari &#8216;Asyura serta tiga hari dalam setiap bulan.&#8221; (HR Ahmad dan Nasa&#8217;I dari Hafshah RA). Imam Nawawi menjelaskan bahwa puasa pada hari-hari tersebut sangat dianjurkan. Terutama pada tanggal sembilan (yakni hari Arafah) bagi yang tidak berada di Arafah. &#8220;Berpuasa pada hari &#8216;Arafah dapat menghapuskan dosa di tahun yang lalu dan setelahnya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Keempat, bertakbir dan berzikir. &#8220;Dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.&#8221;(QS Al-Hajj: 28). Kelima, berkurban pada hari <em>nahar </em>(sepuluh Dzulhijjah) atau pada hari-hari tasyrik (11, 12 dan 13 Dzulhijjah). &#8220;Barang siapa yang memiliki kemampuan, namun tidak berkurban, maka janganlah sekali-kali mendekati tempat shalat kami.&#8221; <em>(Shahih At-Targhiib). </em></p>
<p>Keenam, memperbanyak amal saleh, seperti sedekah, membaca Alquran, <em>birrul </em>waalidain, silaturahim  memenuhi kebutuhan kaum Muslimin, menghibur orang yang tertimpa musibah, dan lainnya. Ketujuh, bertaubat dari dosa dan maksiat serta menjauhi larangan Allah. &#8220;Sesungguhnya Allah cemburu, orang mukmin pun cemburu, dan kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin mengerjakan larangan-Nya.&#8221; (HR Muslim).</p>
<p>Kedelapan, melaksanakan shalat Idul Adha. Di saat bangsa kita diterpa berbagai problema yang menggurita dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa, seharusnyalah kita memperkokoh <em>tazkiyatun nafs</em>(kesucian jiwa) melalui ibadah agar mendapat pertolongan Allah SWT.  Amin.</span></span></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/10-hari-pertama-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslim Rusia Mimpi Naik Haji</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:16:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Umroh dan Haji]]></category>
		<category><![CDATA[Haji]]></category>
		<category><![CDATA[muslim rusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7376</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: M Aji Surya Diplomat di KBRI Moskow, lulusan PM Gontor, (ajimoscovic@gmail.com Wanita desa setengah baya ini bernama Nailya Mukharmetova. Pada 3 Desember 2009, Ilya begitu ia disapa menangis sesenggukan karena akhirnya ia bisa terbang dari Bandara Seremetevo di Moskow menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji. Wajahnya yang putih, tiba-tiba merona kemerahan. Demi Allah, inilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7402" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-7402" title="masjid-kul-sharif-kazan-rusia" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/masjid-kul-sharif-kazan-rusia-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /><p class="wp-caption-text">Masjid kul sharif, kazan. rusia.</p></div>
<p><strong>Oleh: M Aji Surya</strong><br />
Diplomat di KBRI Moskow,<br />
lulusan PM Gontor, (ajimoscovic@gmail.com</p>
<p><span>Wanita desa setengah baya ini bernama Nailya Mukharmetova. Pada 3 Desember 2009, Ilya begitu ia disapa menangis sesenggukan karena akhirnya ia bisa terbang dari Bandara Seremetevo di Moskow menuju Jeddah untuk menunaikan ibadah haji. Wajahnya yang putih, tiba-tiba merona kemerahan. Demi Allah, inilah perjalanan paling penting dalam hidup saya di dunia,¡± katanya lirih.</span></p>
<p>Perempuan kampung tersebut rupanya telah menunggu hampir 10 tahun sampai kesempatan itu tiba. Mimpi indah akhirnya dikabulkan Tuhan setelah ada uluran tangan seorang dermawan. Baginya, haji bukan sekadar menjatuhkan kewajiban rukun Islam kelima, namun lebih merupakan cara memaknai hidup karena ia telah paham semua mantra suci yang keluar dari mulut dan hatinya. Ibadah haji juga merupakan pertemuan berbagai bangsa bagaikan aliran sungai Muslim menuju lautan surga.</p>
<p>Menyebut labbaika allahumma labbaik, tidak sekadar lafal pemenuhan panggilan Ilahi ke Tanah Suci, tetapi sebuah proses untuk meningkatkan kualitas hidup di dunia. Dalam haji, hati saya sangat gembira dan jiwa saya begitu emosional. Saya benar-benar telah bertatap muka dengan Allah SWT dan Nabi Muhammad, kenang wanita berjilbab putih ini.</p>
<p>Itulah sekelumit cerita tentang lamunan dan pengalaman haji seorang Muslimah dari sebuah desa di Rusia. Sejak dulu hingga kini, setiap tahun terdapat ribuan Muslim Rusia yang memiliki lamunan dan mimpi yang sama. Dalam bayangan mereka, naik haji adalah sebuah tangga menuju perbaikan hidup dan kendaraan untuk bisa memasuki surga yang dijanjikan. Tidak perduli kesulitan yang mesti ditempuh.</p>
<p>Menurut Vaiulla Khazrat Yakoupov, pascamasuknya Islam di wilayah Rusia pada tahun 22 Hijriah muncullah banyak kekhalifahan di Rusia, seperti Volgian Bulgaria, Golden Horde, Kazan, Astrakhan, Nogai Horde, dan beberapa di wilayah Kaukasus. Tidak pelak, sejak saat itu mulailah orang menunaikan rukun Islam kelima walau hanya dari kalangan kerajaan, ilmuan, dan para pebisnis.</p>
<p>Dalam sebuah catatan sejarah, seorang ratu dari Kazan bernama Nursultan, berhaji pada tahun 1494 melalui Laut Hitam dan Kairo. Setelah pulang, semua komunikasinya di Rusia menggunakan sebutan Ratu Azi (Ratu Haji). Bahkan, dikala umurnya 70 tahun (1517), ia kembali naik haji untuk kedua kalinya. Pada 1524, Raja Kazan Khan Sakhipgerey, bahkan bersedia menyerahkan tampuk kekuasaannya kepada keponakannya, Safagerey, hanya karena akan menunaikan ibadah haji via Istanbul.</p>
<p>Abad ke-19 diwarnai adanya kelompok agama tertentu yang merayu pemerintah agar haji dihentikan. Saat itu, isu yang diembuskan bahwa haji hanya memberikan keuntungan materi bagi Turki yang kemudian digunakan untuk pembelian peralatan perang. Rupanya Pemerintah Rusia mengabaikannya dan haji tetap bisa dijalankan melalui tiga jalur, yakni Kaukasus-Turki-Bagdad-Makkah, Smarkand-Afghanistan-Kabul-Jeddah, serta Laut Hitam-Istambul-Suez-Jeddah.</p>
<p>Rute ketiga merupakan jalur paling disukai (2.500 jamaah) karena mudah dan lebih pendek jaraknya. Waktu itu, perjalanan melalui jalur pertama menelan biaya 100 rubel sedangkan kedua dan ketiga sebesar 300-an rubel. Pada 1894, sebuah survei yang dilakukan oleh Konsulat Rusia di Jeddah menunjukkan bahwa pada tahun itu terdapat 3.400 orang Rusia yang menunaikan haji.</p>
<p>Semasa partai komunis merajai Rusia, terjadi fluktuasi orang yang naik haji. Mulai 1930-an, jumlah haji Rusia melorot tajam. Menurut pihak penguasa, hal ini lebih disebabkan oleh dampak perang yang terus berkecamuk. Jamaah haji Rusia yang umumnya menggunakan kapal tidak bisa melewati Selat Bosporus dan Konstantinopel karena keduanya dikuasai oleh Inggris dan Prancis. Dengan berbagai cara, haji dari Rusia dimulai lagi pada 1945 yang sampai 1990-an hanya berjumlah 900 orang.</p>
<p>Di balik itu semua, rezim komunis memang terkenal sangat antiagama. Baik Kristen Ortodoks maupun Islam mendapatkan tekanan sangat kuat. Banyak gereja dan masjid dihancurkan, buku-buku agama juga dienyahkan. Tidak boleh ada pengajaran agama apa pun. Dan, dakwah Islamiyah hanya bisa dilakukan melalui bisik-bisik dan di dalam keluarga. Berhaji juga pasti bukan perkara mudah.<br />
<strong><br />
Pasca- perestroikadan glasnost </strong><br />
Era kebebasan beragama menjadi terang benderang ketika Gorbachev berhasil menggulirkan perestroikadan glasnostpada awal 1990. Inilah titik balik kegiatan keagamaan, termasuk haji di Rusia. Di Moskow, didirikan kembali gereja putih Khramkhrista Spasitelya dan di Kremlin Kazan dibangun masjid paling cantik dan terbesar di Eropa, Kul Syarif.</p>
<p>Pada waktu komunis tumbang, jumlah masjid di Rusia hanya tinggal 100. Namun, seiring dengan kemeriahan beragama, kini jumlahnya telah mencapai 7.000 masjid. Madrasah dan universitas Islam terus meningkat dari waktu ke waktu sejalan dengan kebutuhan masyarakat Muslim yang saat ini mencapai 18 persen dari seluruh populasi (142 juta). Bersamaan dengan itu, kegiatan haji juga semakin marak.</p>
<p>Kuota haji yang tahun lalu hanya 20.500 lebih mendasarkan pada angka resmi jumlah Muslim di Rusia sebanyak 20-an juta. Menurut Mufti Besar Rusia Ravil Gaynutdin, saat ini kuota yang tepat bagi Rusia sebesar 25 ribu orang. Kuota yang ada tersebut dibagi oleh Dewan Haji kepada beberapa daerah dan organisasi. Wilayah Dagestan, misalnya, mendapatkan 6.000, Russian Mufties Council 3.500, Tatarstan 3.000, Bashkortostan 2.000, Ingushetia 1.500 dan sisanya disebar ke beberapa wilayah. Jumlah tersebut kemudian diberikan kepada tour operator untuk mengelolanya. Di Tatarstan, misalnya, diwakili oleh Idil Hajj dan di Dagestan oleh Bartakat dan Arafat tour operator.</p>
<p>Dewan Haji yang diisi oleh wakil Pemerintah Pusat dan para mufti ini setiap tahun bertemu untuk membicarakan soal haji, termasuk melakukan evaluasi pelaksanaan haji oleh para operator yang ditunjuk tahun sebelumnya. Operator yang dinilai bagus akan dipertahankan, sedangkan yang buruk, bisa dikurangi jatahnya atau dihapus dari daftar.</p>
<p>Mengingat tidak adanya Kementerian Agama, maka kontrol terhadap tour operator bagi haji juga menjadi relatif lemah. Menurut Ildar, seorang periset haji dari Rusia, berhaji dari Rusia tergolong mahal. Untuk yang paling murah dan bermukim di Tanah Suci selama sebulan ongkosnya pada kisaran 3.000 dolar AS, sedangkan yang menggunakan fasilitas mewah maka harus merogoh kocek sampai 8.000 ribu dolar AS. ¡°Untuk yang terakhir ini, akomodasi dekat Ka¡¯bah, makanan berlimpah, dan disiapkan mobil khusus,¡± ujarnya. Bagi jamaah yang merasa tidak mampu, maka cara yang bisa ditempuh adalah menggunakan angkutan darat. Yang paling dekat adalah dari wilayah Dagestan (selatan barat Rusia) yang hanya menempuh waktu 2-3 hari hingga Makkah.</p>
<p>Sedangkan dari tengah Rusia seperti Kazan, memerlukan waktu seminggu dengan melewati empat hingga lima negara. Sampai tahun lalu, kegiatan haji via darat ini masih marak karena banyak jamaah yang membawa dagangan untuk dijual di Saudi dan ketika pulang menggotong aneka dagangan untuk dipasarkan di desanya.</p>
<p>Tahun ini kegiatan haji darat sudah dihentikan karena banyak negara yang dilewati sedang mengalami pergolakan politik, ujar Rustem R Gataulin, dirut Idil Hajj sambil menerangkan bahwa perjalanan darat sarat dengan kesulitan. Mulai dari kesehatan kendaraan hingga ancaman nyawa di tengah jalan.</p>
<p>Khusus bagi mereka yang benar-benar papa, impian menjadi haji tetap bisa digantungkan. Di Rusia, beberapa miliuner Muslim tidak segan-segan untuk bersedakah dalam bentuk pembiayaan haji. Pengusaha minyak Suleman Kerimov, misalnya, hampir setiap tahun memberikan haji gratis kepada 2.500-3.000 orang miskin (dengan biaya 2.800 dolar AS per orang). Agar efisien maka jamaah terbang dengan pesawat pribadinya.</p>
<p>Seorang miliuner lain, Abusupian Kharkharov, juga pernah bercerita tentang haji orang sedesanya. Ketika melaksanakan ibadah haji, ia merasa mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan yang luar biasa. Untuk pertama kali dalam hidup, ia merasa tenteram dan dekat dengan Tuhan. Karenanya, ketika pulang saya hajikan orang sekampung dengan pesawat khusus, ujarnya kepada saya suatu saat.</p>
<p>Lalu, mengapa Muslim Rusia yang baru saja bangkit dari tidur panjangnya terus bermimpi-mimpi untuk menunaikan ibadah haji? Menurut Marat Salimov yang sempat mencium Ka¡¯bah pada bulan Ramadhan, umrah dan haji adalah sebuah liburan religi yang membuat hati lebih dekat dengan Sang Khalik. Melalui kegiatan ini jiwa manusia bisa menjadi baru dan sehat. ¡°Kita mesti berterima kasih kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad yang memberikan pencerahan kepada manusia melalui haji dan umrah. ed: subroto</p>
<p><strong></strong><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/muslim-rusia-mimpi-naik-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunung-gunung Bersejarah di Makkah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tempat Bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[gunung bersejarah]]></category>
		<category><![CDATA[jabal rahmah]]></category>
		<category><![CDATA[makkah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7368</guid>
		<description><![CDATA[Seluruh umat Islam di seluruh dunia tentunya mengetahui Kota Makkah. Kota suci umat Islam ini selalu menjadi dambaan umat Islam untuk mengunjunginya, terutama dengan Baitullah (Ka’bah) dan Masjidil Haram. Ka’bah merupakan kiblat umat Islam saat mendirikan shalat lima waktu. Secara geografis, Kota Makkah terletak antara 39–40 derajat Bujur Timur (BT). Kota Makkah dalam Alquran disebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seluruh umat Islam di seluruh dunia tentunya mengetahui Kota Makkah. Kota suci umat Islam ini selalu menjadi dambaan umat Islam untuk mengunjunginya, terutama dengan Baitullah (Ka’bah) dan Masjidil Haram. Ka’bah merupakan kiblat umat Islam saat mendirikan shalat lima waktu.<br />
Secara geografis, Kota Makkah terletak antara 39–40 derajat Bujur Timur (BT). Kota Makkah dalam Alquran disebut dalam surah Ali Imran [3] ayat 96 dengan kata ‘Bakkah’. Julukan lainnya yang diberikan kepada Kota Makkah adalah Haramun Aaminatau kota suci yang aman (QS al-Qashash [28]:57). Ia juga diberi nama Kota Haram(suci) karena di sini terdapat tapal batas yang melingkari Makkah. Dengan pembatas ini, orang kafir tidak diperkenankan memasuki kawasan Tanah Haram ini.<br />
Makkah juga disebut dengan nama al-Balad, negeri (QS al-Balad [90]: 1-2, Ibrahim [14] : 35), Ummu al-Qura, induk atau ibu negeri-negeri (QS al-An’am [6]: 92), al-Balad al-Amin,negara yang aman (QS at-Tin [95]: 4), dan al-Qaryah, negeri (QS an-Nahl [16]: 112), Bakkah yang artinya menyobek, membalas kekejaman, memisahkan orang kafir dan mukmin (QS Ali Imran [3]: 96), Waadin Ghairu Dzi Zar’in, yaitu lembah yang tidak mempunyai tanaman (QS Ibrahim [14] : 37).<br />
Kota Makkah disebut Ummu al-Qura karena ia merupakan kota atau negeri tertua di dunia. Namun, di antara nama-nama itu, yang paling terkenal adalah Makkah yang berarti “mendesak”, yakni mendesak orangorang yang maksiat kepada Allah SWT untuk keluar dari kawasan itu.</p>
<p>Kota Makkah terletak kira-kira 330 meter di atas permukaan laut (dpl) dan berada pada lembah yang sangat kering. Di sekitarnya merupakan bukit-bukit atau gunung-gunung tandus dan yang membentang dari ujung barat hingga timur sekitar tiga kilometer dan dari utara ke selatan sekitar 1,5 kilometer. Sedangkan, jarak antara kota-kota di sekitarnya, seperti Jeddah sekitar 74 kilometer, Thaif (80 km), Madinah (470 km), dan Riyadh (990 km).</p>
<p>Sebagai kota yang terletak di lembah, sudah pasti di sekelilingnya terdapat banyak pegunungan. Sedikitnya ada lima buah gunung yang terkenal dan paling bersejarah dalam kehidupan umat Islam, seperti Gunung (Jabal) Rahmah, Jabal Nur, Jabal Tsur, Jabal Qubais, dan Jabal Qurban. Kelima gunung tersebut menjadi saksi sejarah para nabi, terutama Nabi Adam as, Nabi Ibrahim dan Ismail as, serta Rasulullah SAW saat menyebarkan Islam.</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/jabal-rahmah-3/" rel="attachment wp-att-7369"><img class="alignleft size-medium wp-image-7369" title="jabal rahmah" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/jabal-rahmah-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" /></a>Jabal Rahmah<br />
Bagi jamaah haji dan umrah, rasanya tak lengkap ketika berkunjung ke Tanah Suci bila tidak mampir ke Jabal Rahmah (gunung kasih sayang). Mengapa? Karena Jabal Rahmah merupakan salah satu tempat paling mengesankan dan menarik untuk didatangi. Pertama, dinamakan Jabal Rahmah (gunung kasih sayang) karena di tempat inilah manusia pertama, yakni Adam dan Hawa, bertemu setelah sekian puluh (ada yang menyebut ratusan) tahun terpisah sejak dikeluarkan dari surga. Keduanya bertemu di Jabal Rahmah.</p>
<p>Gunung atau bukit ini terletak di Arafah, sekitar 25 kilometer sebelah tenggara Kota Makkah. Bahkan, lokasi pertemuan nenek moyang umat manusia itu kini ditandai dengan sebuah tugu (monumen) berwarna putih. Bahkan, menurut sejumlah kalangan, pertemuan antara Nabi Adam dan Hawa itu senantiasa diperingati oleh Nabi Adam sendiri dan kemudian diteruskan oleh keturunannya sampai sekarang ini. Dan, pada musim haji, lokasi pertemuan Nabi Adam dan Hawa ini senantiasa dikunjungi para jamaah haji.</p>
<p>Kedua, di lokasi ini pula (Arafah), menurut sejumlah kalangan, diturunkannya wahyu terakhir kepada Rasulullah SAW, yakni surah al-Maidah [5] ayat 3. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu.”</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/jabalnur/" rel="attachment wp-att-7370"><img class="alignleft size-medium wp-image-7370" title="jabalnur" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/jabalnur-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Jabal Nur<br />
Gunung ini menjadi salah satu favorit umat Islam yang datang ke Makkah sebab di pegunungan (Jabal Nur) inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama (QS al-Alaq [96]: 1–5). Ayat ini diterima Rasulullah SAW saat sedang bertafakur di sebuah gua kecil yang dinamakan Gua Hira. Dengan turunnya ayat tersebut, sekaligus mengukuhkan diri Rasulullah SAW sebagai utusan Allah untuk memperbaiki akhlak manusia dan membawanya ke jalan yang lurus (shiratal mustaqim).</p>
<p>Jabal Nur terletak sekitar lima kilometer di utara Makkah atau di sebelah kiri perjalanan saat menuju Arafah. Tinggi puncak Jabal Nur kira-kira 200 meter. Perjalanan mendaki puncak Gua Hira membutuhkan waktu sekitar dua jam.<br />
Di sekelilingnya terdapat sejumlah perbukitan batu dan jurang. Di kawasan Jabal Nur dan Gua Hira ini tidak terdapat tanaman apa pun juga. Seluruhnya terdiri atas bebatuan yang besar dan gersang. Dan, Gua Hira terletak di belakang dua buah batu besar yang sangat dalam dan sempit. Tinggi gua sekitar dua meter dan luasnya hanya cukup untuk tidur tiga orang berdampingan.</p>
<p><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/jabaltsur/" rel="attachment wp-att-7371"><img class="alignleft size-medium wp-image-7371" title="jabaltsur" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/jabaltsur-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Jabal Tsur<br />
Jabal Tsur terdiri atas bebatuan yang sangat terjal. Waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Jabal Tsur mencapai satu jam 45 menit. Dan, Gua Tsur terletak di salah satu puncak Jabal Tsur. Struktur dan bentuk gunung yang demikian terjal itu menyulitkan para peziarah. Bila kurang hatihati maka akan membahayakan diri peziarah.</p>
<p>Seperti halnya Gua Hira, tinggi ruangan Gua Tsur hanya mencapai 1,25 meter. Adapun panjang gua 3,5 meter dan lebar sekitar 3,5 meter. Gua Tsur memiliki dua pintu masuk yang terletak di bagian timur dan barat. Pintu gua sebelah barat digunakan Rasulullah untuk masuk ke dalamnya. Ketinggian pintu bagian barat ini sekitar satu meter. Dan, bagian timur lebih luas sedikit. Pintu bagian timur inilah yang biasa dipergunakan untuk keluar masuk gua.</p>
<p>Jabal Tsur ini menjadi saksi sejarah perjalanan Rasulullah SAW bersama Abu Bakar saat berhijrah ke Madinah. Menurut para ahli sejarah, peristiwa hijrah Rasulullah SAW bersama Abu Bakar itu terjadi pada 16 Juli 622 Masehi. Dan, usia Rasulullah SAW ketika itu sekitar 53 tahun. (Sami bin Abdullah Al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan Rasul, 2008, hlm 190).</p>
<p>Peristiwa hijrah ini dilakukan karena kekejaman kafir Quraisy semakin menjadijadi ditujukan pada umat Islam di Makkah. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Rasulullah menyuruh umat Islam untuk berhijrah ke Madinah. Sedangkan, Rasulullah SAW akan menyusul kemudian.</p>
<p>Orang-orang kafir Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Mereka melakukan musyawarah di Darun Nadwah untuk menghentikan dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW. Di antara mereka, ada yang mengusulkan supaya menahan Rasulullah sampai mati atau membuangnya dari bumi kaum Quraisy dan mengikatnya di atas unta, lalu kemudian melepaskannya di padang pasir. (Lihat penjelasan Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Al-Qur&#8217;an).</p>
<p>Jabal Qurban<br />
Jabal Qurban adalah sebuah bukit yang terletak di Kota Mina. Tempat ini dipercaya sebagai salah satu saksi sejarah ketika Nabi Ismail as akan dikurbankan oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as. Namun, atas kepatuhan keduanya menjalankan perintah Allah, penyembelihan Ismail tak jadi dilangsungkan dan diganti dengan seekor domba (kibas). Dan, karena itu pula, nama bukit tersebut diberi nama Jabal Qurban.</p>
<p>Jabal Qubais<br />
Secara umum, Kota Makkah terletak di perut lembah yang dikelilingi oleh bukitbukit dari segala arah, dari sebelah timur membentang bukit (Jabal) Abu Qubais dan dari barat dibatasi oleh dua bukit (gunung) Qa&#8217;aiqa&#8217; dan keduanya berbentuk bulan sabit mengelilingi perkampungan Makkah.</p>
<p>Daerah ini dikenal sebagai bagian yang rendah dari lembah tersebut. Bagian yang tinggi dikenal dengan nama Al-Mu&#8217;alaah dan pada bagian ujung-ujung kedua bukit yang berbentuk bulan sabit tersebut dibangun rumah-rumah sederhana milik orang-orang pedalaman (A&#8217;rab). (Lihat As-Sirah an-Nabawiyah Ash-Shahihaholeh Akram Dhiya Al-Umary, 1:77).</p>
<p>Menurut Iwan Gayo dalam bukunya Buku Pintar Haji dan Umrah, dulunya di atas bukit Abu Qubais merupakan perkampungan kumuh. Namun, sekarang dibangun istana Raja Saudi yang megah dan mewah. Istana ini menjulang tinggi melebihi menara Masjidil Haram. Di kakikakinya terdapat banyak terowongan untuk jalan keluar masuk menembus bukit batu yang kokoh. Dengan istana tersebut, pemandangan dari arah Masjidil Haram ke bukit batu yang memberi kesan gersang Kota Makkah menjadi hilang.</p>
<p>Sejumlah pendapat menerangkan, di bukit inilah Siti Hawa dimakamkan. Namun, kebenarannya diragukan karena banyak jamaah justru mengunjungi kuburan Hawa di Jeddah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/gunung-gunung-bersejarah-di-makkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haji dalam Kilasan Sejarah</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/haji-dalam-kilasan-sejarah/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/haji-dalam-kilasan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rukun Haji]]></category>
		<category><![CDATA[nabi adam]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7364</guid>
		<description><![CDATA[Setiap tahun puluhan juta umat Islam mendambakan dirinya pergi ke Tanah Suci (Makkah) untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan, saat ini sekitar empat hingga lima juta umat Islam dari berbagai negara di dunia sedang bersiap diri melaksanakan ibadah haji. Pelaksanaan ibadah haji telah diperintahkan oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><a href="http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/haji-dalam-kilasan-sejarah/mecca/" rel="attachment wp-att-7365"><img class="alignleft size-medium wp-image-7365" title="mecca" src="http://www.jurnalhaji.com/wp-content/uploads/2012/02/mecca-300x239.jpg" alt="" width="300" height="239" /></a></span></p>
<p><span>Setiap tahun puluhan juta umat Islam mendambakan dirinya pergi ke Tanah Suci (Makkah) untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan, saat ini sekitar empat hingga lima juta umat Islam dari berbagai negara di dunia sedang bersiap diri melaksanakan ibadah haji.</p>
<p>Pelaksanaan ibadah haji telah diperintahkan oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Dan, ibadah haji merupakan sebuah perjalanan ritual dalam menghayati hakikat hidup dan keimanan kepada Allah SWT. Demikian dikemukakan intelektual Muslim asal Iran, Ali Syariati, dalam bukunya, Al-Hajj.</p>
<p>Menurut Ali Syariati, ibadah haji adalah sebuah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya adalah sebuah pertunjukan akbar tentang hakikat penciptaan, sejarah, keesaan, ideologi islam, dan ummah.</p>
<p>“Allah adalah sutradaranya. Sedangkan, skenario atau temanya adalah tentang perbuatan orang-orang yang terlibat dan para tokoh utamanya adalah Adam, Ibrahim, Siti Hajar, Ismail, dan iblis. Adapun lokasinya di Masjidil Haram (Ka’bah), Mas’a (tempat sai), Arafah, Masy’ar, dan Mina. Simbolnya adalah Ka’bah, Safa, Marwa, siang, malam, matahari terbit, matahari tenggelam, berhala, dan upacara kurban. Pakaiannya adalah ihram dan aktor dari peran-peran dalam pertunjukan itu adalah umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji,” kata Ali Syariati.</p>
<p>Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai literatur mengenai ibadah haji dan umrah, pelaksanaan ibadah haji telah disyariatkan sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara ibadah haji yang disyariatkan kepada para nabi dan rasul itu umumnya lebih banyak berkisar pada pelaksanaan tawaf atau mengelilingi Ka’bah. Berikut sejumlah tata cara ibadah haji yang dilaksanakan sejak zaman Nabi Adam AS hingga sekarang ini.<br />
<strong><br />
Nabi Adam AS</strong><br />
Setelah beberapa waktu sejak diturunkan ke bumi, Nabi Adam diperintahkan oleh Allah SWT pergi ke Baitullah di Makkah untuk melaksanakan ibadah haji.<br />
Menurut sejumlah riwayat, Ka’bah dibangun oleh para malaikat. Dan selama lebih dari 2.000 tahun, malaikat sudah melaksanakan tawaf (mengelilingi Ka’bah). Nabi Adam AS kemudian mengikuti apa yang dilakukan malaikat.</p>
<p>Ka’bah awalnya telah dibangun oleh malaikat. Kemudian, Nabi Adam AS diperintahkan untuk membangun kembali Ka’bah. “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96).<br />
<strong><br />
Nabi Hud dan Saleh</strong><br />
Para nabi setelah Adam AS juga melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Ibnu Katsir dalam kitabnya, Bidayah wa an-Nihayah, menyebutkan sebuah riwayat Imam Ahmad bin Hanbal ra, Ibnu Abbas ra berkata, “Ketika Nabi SAW sedang lewat di Lembah Usfan pada waktu berhaji, beliau berkata, ‘Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Lembah Usfan.’ Nabi Bersabda, ‘Hud dan Saleh AS pernah melewati tempat ini dengan mengendarai unta-unta muda yang tali kekangnya dari anyaman serabut. Sarung mereka adalah jubah dan baju mereka adalah pakaian bergaris. Mereka mengucapkan talbiyah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah’.”<br />
<strong><br />
Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS</strong><br />
“Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di Baitullah (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang bertawaf dan orang-orang yang beribadah, dan orang yang ruku dan sujud. Dan, serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan’.” (QS al-Hajj [22]: 26-28).</p>
<p>Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk mengajak umat manusia mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. Selanjutnya, nabi-nabi lainnya mengerjakan hal serupa.<br />
<strong><br />
Nabi Muhammad SAW</strong><br />
Ibadah haji disyariatkan pertama kali pada tahun keenam Hijriah. Sedangkan, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji pada tahun kesembilan Hijriah.<br />
Banyak ayat Alquran yang memerintahkan Nabi SAW dan umat Islam untuk melaksanakan haji, sebagaimana tuntunan Allah dalam Alquran (QS 3: 97, 22: 27, 2: 196, 9: 2-3, 9: 17, 9: 28, dan 22: 27).</p>
<p>Adapun tuntunan yang mesti dilaksanakan adalah tawaf (QS 22: 29 dan 2: 125), sai antara Safa dan Marwa (QS 2: 158), wukuf (QS 85: 3, 89: 2, dan 2: 198-199), berkurban (QS 89: 2, 22: 28, dan 22: 36), dan tahalul atau mencukur rambut (QS 48: 27, 2: 196, dan 22: 29).</p>
<p>Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka, barang siapa yang beribadah haji. (syahruddin el fikrie)<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/haji-dalam-kilasan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas Ala Tukang Parkir</title>
		<link>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/ikhlas-ala-tukang-parkir/</link>
		<comments>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/ikhlas-ala-tukang-parkir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 07:42:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>one</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman Umroh dan Haji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalhaji.com/?p=7362</guid>
		<description><![CDATA[Untuk memberi rasa aman saat berhaji, Eva Indriyati (39 tahun) dan suaminya, Kelik Hari Purwanto (39), memutuskan berangkat bersama dua tahun yang lalu. Kehadiran suami sebagai pendamping dan pelindung saat berada di Tanah Suci membuatnya lebih mantap. &#8220;Kan sebaiknya kita di sana ada mahramnya,&#8221; kata Eva. Keputusan tidak diambil dengan mudah. Saat itu, ia sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Untuk memberi rasa aman saat berhaji, Eva Indriyati (39 tahun) dan suaminya, Kelik Hari Purwanto (39), memutuskan berangkat bersama dua tahun yang lalu. Kehadiran suami sebagai pendamping dan pelindung saat berada di Tanah Suci membuatnya lebih mantap. &#8220;Kan sebaiknya kita di sana ada mahramnya,&#8221; kata Eva.</p>
<p>Keputusan tidak diambil dengan mudah. Saat itu, ia sebenarnya merasa berat meninggalkan anak semata wayangnya, Riva Rizki Ramadhani, yang sedang duduk di kelas 6 SD.</p>
<p>Masih lekat di benak Eva dan Kelik pengalaman tak mengenakkan saat mereka berumrah dua tahun sebelumnya. Menjelang keberangkatan umrah waktu itu, Rama masuk rumah sakit karena terkena usus buntu. Ketika mereka berangkat, si buyung yang duduk di kelas empat SD itu sudah dioperasi dan keadaannya membaik.</p>
<p>Eva berangkat dengan tenang karena Rama telah dijaga oleh omanya. &#8220;Lagi pula sudah prepare sejak lama,&#8221; katanya tentang keberangkatan mereka berdua. Ternyata, setelah sehari di rumah, Rama sakit lagi. &#8220;Kena infeksi di bekas operasinya itu,&#8221; ujarnya. Padahal, Eva dan suaminya sudah berada di Tanah Suci.</p>
<p>Kendati Rama ditemani dan diurusi secara maksimal oleh omanya, Eva tetap saja panik. Keadaan Rama tak lepas dari benaknya, telepon tak lepas dari genggamannya. Tak henti-hentinya Eva berdoa dari jarak jauh sambil memantau kabar dari Tanah Air. Ia bertambah panik saat mendengar kabar infeksi pada Rama ternyata sudah menyebar dan parah. &#8220;Harus dilakukan operasi besar, perut dari ujung ke ujung dibuka semua,&#8221; kenangnya. &#8220;Rasanya ingin langsung pulang saat itu juga.&#8221;</p>
<p>Ia ingin mendampingi Rama dalam keadaan kritis itu. Kepanikannya ia ceritakan kepada pimpinan rombongan umrahnya, Aa Gym. Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid itu bisa menenangkannya.</p>
<p>&#8220;Memangnya apa yang bisa kita lakukan kalau kita ada di sebelah anak kita?&#8221; kata Eva menirukan ucapan Aa Gym. &#8220;Di sana dia kan sudah ada di tangan  yang ahli, ada dokter dan rumah sakit yang menolong.&#8221;</p>
<p>Aa Gym pun banyak memberikan nasihat. &#8220;Kita sedang di rumah Allah, lebih baik berdoa dari sini saja, insya Allah dikabulkan.&#8221; Benar juga, menurut Eva, setelah ditenangkan seperti itu, ia pun menjadi lebih khusyuk beribadah. Ia banyak berdoa untuk kesembuhan anaknya. &#8220;Pasti Allah menunjukkan jalan yang terbaik,&#8221; ujar Eva, sebagai penguat keyakinannya.</p>
<p>Setelah tertunda 24 jam, Eva sampai juga ke pelukan anaknya. Rama masih di ICU, tapi selang, oksigen, dan kateternya sudah tidak lagi terpasang.</p>
<p>Saat memutuskan berangkat haji, pengalaman umrah itu kembali menghantui. &#8220;Masih kepikiran,&#8221; katanya. Apalagi, ternyata, proses pemberangkatan hajinya ini cepat. &#8220;Daftarnya itu Januari, eh Julinya sudah dapat tempat,&#8221; ujar perempuan yang tinggal di daerah Pulo Gadung ini.</p>
<p>Setelah banyak memantapkan diri, akhirnya Eva pun siap dengan satu keputusan, tetap berangkat haji. &#8220;Pokoknya ikhlaskan semua, itu yang saya tekankan pada diri saya.&#8221;</p>
<p>Ketika memberi kabar ia dan suaminya akan berangkat haji, keluarganya setuju, termasuk Rama. Bahkan, si belia berjanji untuk menjaga kesehatan dan tak akan membuat bundanya khawatir.</p>
<p>Untuk lebih mengikhlaskan lagi perasaannya sebelum ia berangkat, Eva menganut prin sip ala tukang parkir. Baginya, semua harta, juga anak, hanya titipan dari Allah SWT.</p>
<p>Seperti halnya tukang par kir, ketika ada mobil bagus atau mobil jelek da tang, di syukurinya. Ketika sang pe milik mobil datang un tuk mengambil, tukang parkir pun ikhlas membiarkan ba rang yang dititipkan kepadanya itu pergi, katanya.<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalhaji.com/2012/02/02/ikhlas-ala-tukang-parkir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

