Memberangkatkan Haji Ortu dengan Berhutang

21 October 2011 | Kategori: Konsultasi

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Afwan Ustadz, sebelmnya saya sudah pernah membaca penjelasan Ustadz seputar berangkat Haji dengan berutang di Bank Konvensional melalui surat pembaca, Namun afwan, saya mohon penjelasan lebih rinci untuk menenangkan pikiran saya..karena pinjaman itu sudah terlanjur saya lakukan.

Saya adalah seorang PNS, belum menikah..dari dulu saya dan kakak-kakak saya sangat ingin memberangkatkan haji ibu saya, namun tidak ada cukup uang untuk di tabung. Karena sekarang saya sudah memiliki penghasilan tetap, kami sepakat untuk berutang di bank konvensional untuk menyetor haji plus ibu saya (kebetulan ibu saya sudah berumur 65 tahun sekarang, untung menabung haji reguler kami pikir terlalu lama dan kasihan ibu sudah terlalu tua).

Sebelum uang itu kami setor ke Travel Haji (sekarang tinggal menunggu tahun keberangakatan, tahun ini atau tahun depan), terlebih dahulu kami keluarkan zakat sebesar 2,5% dari jumlah uang yang kami terima dan telah kami bagikan kepada yang berhak menerimanya.

Yang ingin saya tanyakan, bagaimana hukumnya uang setoran tersebut, apakah haram karena bukan berutang dari bank syari’ah..apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan kembali ridho Allah SWT dan Ibu saya berangkat dengan Rahmatan Lil’alamin…

Mohon penjelasannya Ustadz,,
Syukron Katsir..

Wasalamu’alaikum Wr. Wb.

Waty

 

Jawaban :


Waalaikum Salam Wr Wb
Semoga Allah memberikan rahmat untuk kita semua

1. Kondisi sudah terjadi , dan saudara pasti sudah mafhum bermuamalat dengan bank konvensional. Dimana letak yang dibolehkan dan dimana letak yang tidak dibolehkan

2. Ada jalan keluarnya adalah menggunakn pendapat sebagian ulama’ yang mengatakan haji dengan uang diragukan kehalalannya tetap syah tetapi pelakukanya dianggap melakukan perbuatan dosa.

3. Jadi insyaalah haji ibunda tetap dapat dijalankan dan tetap syah.

4. Untuk perbuatan dosanya tadi solusinya menggunakan taubat. Bertaubatlah kepada Allah dan tidak mengulangi lagi. Dan semoga Allah menerima taubat saudara semua, ter lebih karena keinginan dan kemuliaan saudara untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

5. Kedepan jika ada maksud semualia ini selama masih dapat difasilitasi bank syariah gunakan bank sayriah. Lain halnya jika transakasi transaksi atau kebutuhan-kebutuhan mendesak yang belum dapat difasilitasi bank syariah maka hukumnya bisa berbeda