Menunaikan Haji Ketika Mempunyai Hutang

10 December 2010 | Kategori: Konsultasi

Assalamu’alaikuum Pak ustadz

Apa hukumnya jika kita menunaikan ibadah haji sementara kita mempunyai hutang berupa cicilan kendaraan atau rumah yang waktunya cukup lama 10-15 tahun)? sedangkan dalam hutang tersebut kita dilindungi dengan asuransi yagng menyatakan jika kita meninggal, maka sisa hutang yang harus dibayar menjadi tanggung jawab pihak ausuransi sepenuhnya.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Anoa_Engine_Conxxxx@premier-oil.com

Jawaban :

Pada dasarnya tidak ada kewajiban bagi seorang yang berutang untuk pergi menunaikan ibadah haji sebelum dia melunasinya terlebih dahulu, sebagaimana firman Allah swt :

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

Artinya :  “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (QS. Al Aimron : 97)

Haji adalah hak Allah yang tegak diatas toleransi sedangkan utang adalah hak manusia yang tidak tegak diatas toleransi. Dengan demikian tidak dibolehkan bagi orang yang berutang pergi menunaikan ibadah haji sebelum melunasi utangnya itu. Akan tetapi apabila orang yang memberikan utang memberikan toleransi kepadanya dan rela atas penundaan pembayaran utangnya tersebut hingga selesai ibadah haji maka ia dibolehkan pergi menunaikan ibadah haji.

Dari masalah anda, saya kira tidak ada keterangan yang menghalangi anda untuk bisa berhaji, apalagi hutang anda sudah mendapat jaminan dari pihak asuransi. Semoga niat anda dimudahkan oleh Allah Swt.  Amiin.

Ust. Ahmad Ahidin
Manager MOZA CENTER Trainer Motivator Zakat Nasional