Hikmah di Balik Musibah

2 November 2011 | Kategori: Pengalaman Umrah dan Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Subuh menjelang ketika bus yang membawa serta Syarif Tanudjaja mengalami pecah ban. Ban tiba-tiba meletus saat sedang melaju ke Muzdalifah. Rencananya setelah mengambil batu di Muzdalifah rombongan jamaah haji Indonesia itu langsung menuju Mina untuk melempar jumrah.

Karena sebagian besar jamaah sudah berusia lanjut, maka Syarif—Ketua Himpunan Bina Mualaf Indonesia dan Ketua Persatuan Islam Tionghia Indonesia (PITI)—yang saat itu membantu tim kesehatan kloter membawa beberapa jamaah yang membutuhkan bantuan medis ke pos kesehatan terdekat.

Setelah melalui perbaikan, bus pun siap melaju kembali. Menjelang Ashar akhirnya rombongan baru tiba di Muzdalifah. Walau perjalanan sempat tertunda, jamaah dengan sabar menunggu.

Setibanya di Muzdalifah, Syarif bersama rombongan begitu dikagetkan ketika tersiar kabar duka yang terjadi di Mina. Sekitar 300 jamaah meninggal di terowongan karena terinjak-injak saat akan melempar jumrah. Peristiwa itu terjadi saat Dzuhur.

Rasa syukur yang teramat besar Syarif panjatkan pada Allah SWT. Jika ban bus tidak meletus bisa jadi nyawanya sudah tak tertolong. Syarif semakin yakin di balik musibah, Allah SWT memiliki rencana tersendiri. “Musibah tidak boleh disesalkan, apalagi sampai ngambek kepada Allah SWT,” ujarnya.

Kejadian demi kejadian yang dialami di Tanah Suci, bagi Syarif seperti rapor bayangan yang akan diterimanya kelak di akhirat. Apa pun yang terjadi pada dirinya di Tanah Suci akan dia renungkan.

Jika memang ada musibah, Syarif akan beritighfar dan merenunginya lantaran Allah SWT sedang memperingatkan dirinya. Tidak sombong dan pantang mengomentari jamaah.

Di sinilah Syarif berusaha untuk memperbaiki rapor bayangannya. Beruntung selama di Tanah Suci ia tidak mengalami kendala. Semua terasa lancar dan begitu dimudahkan. Tapi bukan berarti ia merasa apa yang ia lakukan selama ini sudah cukup. Ia tetap akan mengubah rapor bayangannya menjadi lebih baik.

“Hal ini tergantung pribadi masing-masing. Jika ingin mengubah rapor bayangan menjadi lebih baik, maka usai haji akan ada perubahan dalam dirinya. Semua tergantung pribadi masing-masing,” ungkapnya.

Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Prima Restri