Raudhah, Tempat Mustajab untuk Panjatkan Doa

5 October 2011 | Kategori: Pengalaman Umrah dan Haji

Raudhah

JEDDAH – Jamaah haji yang berada di Madinah, biasanya akan menyemparkan berdoa di Raudhah, bilik kecil di samping makam Rasulullah SAW.

Perjuangan untuk berada di Raudah tidak ringan. Pasalnya, jamaah yang jumlahnya ratusan ribu akan memperebutkan tempat tersebut. Jadi, untuk mencapai tempat yang dicirikan dengan karpet warna beda di Masjid Nabawi ini, memang sedikit ‘penuh perjuangan’.

Syaifullah Hadmar, seorang jamaah, mendapat kesempatan itu secara tak terduga. Sungguh suatu keberuntungan karena setelah berjamaah shalat Maghrib, ia tidak langsung pulang melainkan menunggu datangnya waktu Isya.

Saat menunggu datangnya Isya ini, ia berbaur dengan jamaah asal India, menuju Raudhah.Letaknya Raudah adalah sebelah kiri dari panggung kecil yang biasa dipakai muadzin mengumandangkan adzan. Ia terus berjalan, hingga tak sadar kakinya sampai di alat karpet berwarna beda. “Ini sudah masuk di area Raudah,” kata Ustadz Helmi dari Kementerian Agama, mengingatkannya.

Betapa hatinyabangga dan lega, katanya, karena Allah telah memberikan kemudahan mengantar sampai tempat yang mustajab. Pasalnya, untuk mencapai tempat tersebut memerlukan tenaga dan fisik yang prima. Namun, ada hal yang lebih penting lagi dan perlu diperhatikan yakni kekuatan tekad untuk mendatangi dan keikhlasan hati dalam melangkah menuju Raudhah.

Dalam raudhah sambil menunggu salat Isya, ia membaca Alquran. Seorang jamah lain membisikinya, “Lakukan salat sunat dan berdoalah supaya dikuatkan iman dan Islamnya, serta mohon ampun dan hajat lainnya.” Ia mengikuti.

Seorang mukinin asal Madura bernama Amin menyatakan, rugi besar jika sudah sampai di Masjid Nabawi tidak berusaha mendatangi Raudhah sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa. Jutaan jamaah, kata Amin, terus merebutkan tempat tersebut. Bahkan, jamaah asal Malaysia siap memberikan bayaran kalau ada yang bisa membantu mendapatkan tempat di Raudhah.

Amin berbagi kiat menjangkau Raudhah. Caranya, kalau sudah berada di dalam masjid jam berapa pun jangan tergoda dengan rasa ingin pulang.

Selain itu, lanjutnya, jika sudah sampai dalam masjid, masuk terus ke dalam dan mengambil posisi yang dekat dengan tempat tujuan. Dengan demikian, bila ada kesempatan bergeser, tidak akan mengalami kesulitan. “Ingat, niatkan hati dengan sungguh-sungguh dan terus berdoa, Insya Allah akan diberi kemudahan meski berdesak-desakan,” tutur Amin.

Upaya lainnya adalah usahakan datang ke mesjid pada awal pintu mesjid dibuka. Dengan demikian mempunyai waktu cukup untuk melaksanakan salat Tahajud, salat Tasbih, dan salat Fajar serta melakukan zikir atau membaca Alquran.

Raudah ini adalah bekas masjid Rasullah dan berada disamping makam Rasullah, Abubakar Sidiq, dan Umar bin Khatab. Pada pukul 09.00 sampai dengan 30 menit sebelum waktu Zhuhur Raudhah dikhususkan untuk kaum perempuan. Karena itu, jamaah perempuan disarankan untuk mendapatkan tempat ini, sebaiknya sejak pagi hari cari tempat di dekat Raudah jadi akan memudahkan untuk mencapai Raudhah ketika penyekatnya dibuka.