Saat Soeharto dan Ibu Tien Masuk Kabah

28 February 2012 | Kategori: Pengalaman Umrah dan Haji

Ini sepenggal cerita tentang mantan Presiden Soeharto dan istrinya Ibu Tien, melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci Makkah pada 30 Oktober 1995 lalu. Mereka ditemani rombongan mendapat kesempatan memasuki Kabah selama 20 menit. Di Kabah, Soeharto sempat mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Rombongan Soeharto tiba di Masjidil Haram pada pukul 21:40 waktu setempat atau 01:40 WIB, memasuki masjid itu melalui pintu nomor satu. Kemudian melakukan Tawaf selama 30 menit.
Pada saat itu, Soeharto dan istrinya  didampingi Siti Hardiyanti Rukmana, Bambang Trihatmodjo dan Ny. Halimah, serta Ny. Siti Hediyanti Herijadi dan enam cucu Presiden, sedikitnya empat kali mencium Hajar Aswad. Setelah melakukan Tawaf, keluarga Pak Harto dan Pangeran Mochseen — wakil gubernur Makkah saat itu– serta Menteri Agama Tarmizi Taher, Mensesneg Moerdiono, Menlu Ali Alatas, dan Dubes Keliling Nana Sutresna, memasuki Kabah yang di sekelilingnya dijaga ketat.

Pada saat keluar dari Kabah, wajah Soeharto terlihat cerah. Sedangkan anak-anaknya Ny. Siti Hediyanti Herijadi tampak menyeka air matanya. Dari Kabah, Soeharto, Ibu Tien, dan rombongan selanjutnya melaksanakan Sa’i di antara bukit Syafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, yang jika diukur mencapai 2.619 meter. Ketika melewati dua pilar hijau antara bukit Syafa dan Marwah, Soeharto sempat berlari-lari kecil. Sementara itu, Ibu Tien menggunakan kursi yang didorong putranya, Bambang Trihatmodjo.

Setelah berada sekitar tiga jam di Masjidil Haram, Soeharto beserta rombongan langsung kembali ke Jedah. Pada Selasa malam waktu setempat, rombongan meninggalkan Jedah menuju Tanah Air. Meski kunjungan ini bersifat pribadi, namun Raja Arab Saudi, Fahd memberikan perhatian besar kepada Pak Harto. Pengamanan diberlakukan dengan mengerahkan ratusan askar. Seminggu sebelumnya, ketika Perdana Menteri Bosnia Haris Siladjzik melaksanakan ibadah umroh, pintu Kabah tidak dibuka.